Breaking News:

Kabinet Merah Putih

Wikipedia Catat Titiek Soeharto Sebagai Ibu Negara Ke-8, Ini Jawabannya Diminta Rujuk dengan Prabowo

Pertanyaan tentang siapa yang akan jadi ibu negara pasca pelantikan Prabowo menjadi Presiden pada Minggu (20/10/2024) masih jadi pertanyaan.

Editor: Galuh Palupi
Kolase Tribun Trends
Wikipedia sempat catat Titiek Soeharto sebagai 'Ibu Negara ke-8' 

"Dia bukan permaisuri dalam arti monarki yang feodalistik, dia juga bukan orang yang secara formal punya peran khusus, kecuali mendampingi presiden," katanya ditkutip dari wawancara dengan ABC Radio Australia.

"Tapi kalau misalkan di negara yang semakin demokratis, semakin terbuka sistemnya, semakin akuntabel sistem politiknya, sebenarnya ibu negara itu ada batasan perannya juga."

Siapakah Ibu Negara yang bakal dampingi Prabowo Subianto?  Sang adik pernah spill sosoknya beberapa tahun lalu.
Siapakah Ibu Negara yang bakal dampingi Prabowo Subianto? Sang adik pernah spill sosoknya beberapa tahun lalu. (Kolase TribunTrends.com)

Namun di Indonesia, yang menurutnya merupakan negara demokrasi yang "prosedural" dengan struktur masyarakat semi-feodal, dan pola pikir yang mayoritas tradisional, keberadaan ibu negara "akan sangat berpengaruh."

Sementara itu, Peneliti BRIN Dr Athiqah Nur Alami, akrab disapa Tika, mengatakan menurut catatan sejarah, keberadaan ibu negara bagaikan "pilar" bagi para presiden yang sempat memimpin Indonesia.

Baca juga: Didit Hediprasetyo Rancang Lokasi Pelantikan, Intip Prestasi Anak Titiek Soeharto, Karyanya Mendunia

Seperti misalnya Soeharto, yang sejak meninggalnya Tien pada tahun 1996 mulai tergoncang, ditambah dengan adanya krisis moneter.

"Beberapa orang menyebut [ibu negara] berperan signifikan ... dan itu terlihat ketika Ibu Tien berpulang," ujarnya.

"Pak Harto kemudian goyang dari sisi pemerintahan dan yang lain ... itu menunjukkan bahwa ada satu pilar yang mungkin bisa membuatnya goyah."

Contoh lain juga ia lihat pada Mantan Presiden B.J. Habibie dan Susilo Bambang Yudhoyono yang mengalami kesedihan mendalam setelah istri mereka tutup usia.

Namun ia menilai sebagai konsekuensi, akan ada peran sosial ibu negara yang hilang.

"Dalam konteks sosial budaya, artinya sosial kemasyarakatan dalam konteks Indonesia [ibu negara diperlukan] sebagai kekuatan penyeimbang," katanya.

"Biasanya laki-laki dilihat mungkin keras, punya personifikasi yang sulit dan enggak negotiable (bisa diajak bernegosiasi).

"Tapi ketika didampingi ibu negara bisa melembutkan 'hard lines' suami mereka."

Bonnie mengatakan pembicaraan tentang ibu negara dan Prabowo sudah ada sejak Pilpres tahun 2014.

"Masyarakat kan semakin terbuka, tidak mempersoalkan ada atau tidaknya (ibu negara)," kata Bonnie.

"Zaman dan pikiran orang bisa berubah." (Tribun Trends/Tribun Video)

Tags:
Titiek SoehartoPrabowoWikipedia
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved