Kabupaten Klaten
Pastikan Warganya Terhindar Virus Monkeypox, Dinkes Klaten Bagikan Tips Cara Pencegahannya!
Langkah-langkah dari Dinkes Klaten untuk pencegahan virus cacar monyet atau Monkeypox virus (Mpox).
Editor: Delta Lidina
TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Tak ingin warganya dirundung kepanikan akibat keberadaan virus cacar monyet atau Monkeypox virus (Mpox) di sejumlah wilayah. Terlebih beberapa waktu lalu juga ditemukan kasus Mpox di Provinsi D.I Yogyakarta.
Untuk diketahui Mpox bukanlah penyakit baru.
Dilansir dari laman ayosehat.kemkes.go.id., penyakit Mpox, berawal dari ditemukannya virus Mpox pada koloni kera di Denmark pada tahun 1958.
Kemudian pada tahun 2022, kasus Mpox menyebar luas di banyak negara dan tanggal 23 juli 2022 dinyatakan sebagai reemerging disease yang penularannya terjadi antar manusia, sedikit berbeda dengan wabah Mpox klasik.
Jika dilihat dari gejala, Mpox sangat mirip dengan cacar air, namun keduanya tidak satu golongan.
Baca juga: Ramai soal Virus Monkeypox, Dinkes Klaten Beri Penjelasan Cara Penyebarannya!
Mpox disebabkan oleh virus Mpox. Sementara, cacar air diakibatkan dari infeksi virus Varicella-zoster.
Selain itu Mpox bersifat zoonosis yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia, sedangkan cacar air hanya bisa menyebar dari manusia ke manusia.
Salah satu cara menghadang penyebaran penyakit tersebut dengan melakukan upaya pencegahan.
Kepada TribunSolo.com Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Hanung Sasmito Wibowo jelaskan beberapa langkah yang bisa dilakukan warga Kota Bersinar.
"Pencegahan dilakukan dengan higiene personal, menghindari kontak dengan hewan pengerat maupun primata, dan physical distancing," jelasnya.
"Juga jangan berhubungan seks dengan pasangan yang menunjukkan gejala Mpox, seperti ruam bernanah di kulit," imbuhnya.
Dianjurkan pula mengenakan masker medis, apabila tubuh kurang sehat.
"Jika mengalami gejala Mpox, seperti muncul ruam atau keropeng di kulit. Segera periksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit."
"Dan jangan melakukan kegiatan di luar rumah, juga hindari kerumunan," pungkasnya.
Lebih lanjut diungkapkan Kabid P2P Dinkes Klaten bahwa sampai 17 Agustus 2024 tercatat ada 87 kasus dengan angka kesembuhan mencapai 86.
Baca juga: Kades Jombor Unjuk Potensi dan Titipkan Aspirasi Dihadapan Bupati Klaten Sri Mulyani!
Sumber: Tribun Solo
| Festival Candi Kembar 2026 Digelar 2 Hari, Kirab Gunungan 2 Km hingga Makara Jadi Simbol Pelindung |
|
|---|
| Kasus Keracunan MBG Disorot, Bupati Klaten Bongkar Biang Masalah hingga Perputaran Uang Rp150 Miliar |
|
|---|
| Tak Cuma Nobar! Pendopo Klaten Jadi Forum Strategi Imunisasi, PKK hingga Tokoh Agama Turun Tangan |
|
|---|
| Sayembara Logo HUT ke-222 Klaten Dibuka Hadiah Puluhan Juta! Bupati Hamenang Ajak Warga Ambil Bagian |
|
|---|
| Masjid Agung Al Aqsha Klaten Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi, Ini Strateginya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Pencegahan-Monkeypox-dari-Dinkes-Klaten.jpg)