Breaking News:

Kabupaten Klaten

Meriah! 8 Gunungan Hasil Bumi di Festival Candi Kembar ke-5 Jadi Buruan Warga

Kirab Gunungan sebagai rangkaian Festival Candi Kembar ke-lima yang digelar pada Sabtu (7/9/2024) di Timur Candi Plaosan, Klaten.

Editor: Delta Lidina
TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo
Warga berebut gunungan berisi hasil bumi pada Kirab Gunungan Festival Candi Kembar ke-lima yang digelar di Timur Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, pada Sabtu (7/9/2024) sore. 

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Kirab Gunungan sebagai rangkaian Festival Candi Kembar ke-lima yang digelar pada Sabtu (7/9/2024) sore di Timur Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten berlangsung meriah. 

Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan ratusan warga Desa Bugisan kenakan kostum dan riasan beragam saat kirab gunungan berisi hasil bumi tersebut. 

Sebanyak delapan gunungan diarak oleh warga Bugisan mulai dari parkiran Candi Sewu hingga lapangan di sisi timur komplek Candi Plaosan Utara sekaligus menjadi vanue utama penyelenggaraan Festival Candi Kembar.

Tak hanya peserta, ratusan warga mulai dari anak-anak, muda-mudi hingga orang tua nampak sumringah menyambut pertunjukan budaya tersebut. 

Selain arak-arakan, kirab tersebut juga dimeriahkan parade seni dan budaya yang ditampilkan kelompok masyarakat mewakili dukuh di Desa Bugisan.

Parade seni dan budaya Candi Plaosan
Parade seni dan budaya yang ditampilkan kelompok masyarakat mewakili dukuh di Desa Bugisan.

Animo masyarakat semakin meningkat kala berebut gunungan mulai dari sayuran, buah hingga produk UMKM desa setempat. 

Kegiatan inipun menjadi perhatian masyarakat, bukan hanya dari warga Bugisan dan Kecamatan Prambanan, juga wisatawan mancanegara.

Plt Camat Prambanan Tomisila Adhitama mengatakan bahwa festival itu digelar selama tiga hari, mulai dari Jumat (6/9/2024) hingga Minggu (9/9/2024). 

Berbagai kesenian lokal ditampilkan dalam Festival Candi Kembar, mulai dari tari tradisional, kesenian gejog lesung, hingga seni karawitan ditampilkan oleh masyarakat. 

Baca juga: Ramai soal Virus Monkeypox, Dinkes Klaten Beri Penjelasan Cara Penyebarannya!

Festival ini juga menjadi pelestarian dan pengembangan seni budaya di desa yang mendapatkan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya di Desa Bugisan, menarik wisatawan domestik dan mancanegara, menggali potensi masyarakat di bidang seni dan budaya, serta mengembangkan UMKM sekitar Candi Kembar,” ujarnya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani didampingi jajaran Forkopimda Klaten dan kepala OPD Kabupaten Klaten turut hadir dalam acara kirab gunungan Festival Candi Kembar. 

Bupati Klaten Sri Mulyani membagikan hasil bumi dari gunungan
Bupati Klaten Sri Mulyani membagikan hasil bumi dari gunungan pada Festival Candi Kembar ke-lima yang digelar di Timur Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, pada Sabtu (7/9/2024).

"Ini patut kita jaga kita lestarikan. Event ini tentunya menjadi salah salah satu cara menjaga kebudayaan atau melestarikan apa yang menjadi peninggalan leluhur kita," kata Bupati Sri Mulyani usai mengikuti rangkaian Kirab Gunungan Festival Candi Kembar. 

Apresiasi disampaikan Bupati Klaten Sri Mulyani didepan Kepala Desa Bugisan dan jajaran yang mampu menyuguhkan hiburan yang dibungkus pelestarian budaya. 

"Saya melihat panitia sangat antusias dalam mempersiapkan kegiatan ini dan masyarakat juga sangat menikmati kegiatan ini," puji Bupati Sri Mulyani

"Dengan Festival Candi Kembar yang kelima ini harapannya bisa meningkatkan potensi wisata di Desa Bugisan, bisa menambah pendapatan asli desa dan juga pemberdayaan UMKM," harapannya. (TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo)

Sumber: Tribun Solo
Tags:
KlatenSri Mulyani
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved