Breaking News:

Pilpres 2024

Bukannya Senang Dijemput & Dijamu Gubernur Saat Kampanye ke Daerah, Mahfud MD: Jangan, Nanti Dipecat

Mahfud MD melarang kepala daerah menjemput atau menjamu kedatangannya. Cawapres Ganjar sebut karier kepala daerah itu bisa terancam dipecat.

Editor: Monalisa
Instagram @mahfudmd
Mahfud MD larang kepala daerah untuk menjemput atau menjamu dirinya saat berkunjung agar tak dipecat 

TRIBUNTRENDS.COM - Berkunjung ke Semarang, Mahfud MD tiba-tiba melarang kepala daerah atau pemerintah daerah menjemput atau menjamunya layaknya tamu.

Alih-alih senang dijemput dan dijamu kepala daerah saat berkunjung, Mahfud MD ternyata malah menolak mentah-mentah.

Cawapres Ganjar Pranowo ini menyebut, kepala daerah tersebut berpotensi dipecat jika menyambut kedatangannya.

Baca juga: TANGGAPI Clingak-clinguk Gibran saat Debat, Mahfud MD: Maunya Mempermalukan, Saya Permalukan Balik

Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD saat memberikan sambutan di acara GBI di Jalan Jamin Ginting Kota Medan, Minggu (14/1/2024).
Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD saat memberikan sambutan di acara GBI di Jalan Jamin Ginting Kota Medan, Minggu (14/1/2024). (Kompas.com/Rahmat Utomo))

Hal itu diungkapkannya saat berkampanye melalui program "Tabrak Prof" di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/1/2024).

Dalam kampanyenya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menyampaikan masih berkantor rutin menjalankan tugas sebagai pembantu presiden.

"Semua tugas-tugas, semua surat-surat masuk pasti selesai tidak sampai seminggu di meja saya, meskipun saya cawapres," ungkap Mahfud dalam live Instagram resminya kemarin.

Kemudian dia meminta agar kepala daerah terutama yang kenal baik dengan dirinya supaya tidak menjemput ketika cawapres nomor urut 3 itu berkampanye ke daerah.

Sebab dirinya tidak ingin menggunakan jabatan dan fasilitas pemerintahan untuk kepentingan pilpres.

Ini juga menurutnya jadi pembelajaran bagi paslon lain agar tidak mau dijemput atau diantar oleh pejabat daerah setempat saat berkampanye.

"Jangan mau didampingi, hanya minta pengamanan saja kepada Polri," ucap Mahfud.

Dia mengakui banyak kepala daerah mulai dari Plt hingga penjabat (Pj) gubernur, bupati dan wali kota yang dipromosikannya.

"Semuanya saya bilang ke staf, kalau datang ke daerah dia jangan hubungi dia untuk menjemput saya, berkomunikasi atau menjamu saya, jangan hubungi dia," kata Mahfud.

"Kasian dia nanti dipecat kalau menghubungi saya," sambungnya.

Cawapres pendamping Ganjar itu mengungkapkan, bila dirinya dekat dengan kepala daerah saat kampanye pilpres seperti sekarang, bisa berpotensi membahayakan karier sang Pj.

Baca juga: Bakal 2 Putaran? Elektabilitas Prabowo-Gibran Naik, Ganjar-Mahfud & AMIN Ketat, Ini Hasil Surveinya

"Karena fenomenanya orang, kalau dekat-dekat dengan lawan politik itu wah, susah.
Segera dipindah, segera dinaikan tapi sebenarnya ditendang ke atas dan macam-macam," ungkap Mahfud.

Halaman
1234
Tags:
Mahfud MDcawapresGanjar PranowoKepala DaerahSemarang
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved