Breaking News:

Berita Viral

MIRIS! Siswi SMA di Tangsel Dibully hingga Jatuh ke Bak Sampah, Polisi Cek TKP, Pelaku Diduga Alumni

Siswi SMA berbaju pramuka di Tangerang Selatan dibully hingga masuk ke dalam bak sampah. Pelaku diduga alumni, polisi turun tangan.

Editor: jonisetiawan
ist
Siswi SMA berbaju pramuka di Tangerang Selatan dibully hingga masuk ke dalam bak sampah. 

TRIBUNTRENDS.COM - Aksi bullying atau perundungan kembali terjadi, kali ini menimpa seorang siswi SMA berbaju pramuka di wilayah Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Dalam video yang beredar, menampilkan dua perempuan yang saling berhadapan.

Satu orang siswi memakai baju berwarna biru dongker dan celana denim hitam.

Sementara, siswi lainnya memakai seragam pramuka.

Baca juga: Mah Aku Capek Pilu Fatir, Korban Bully Hingga Kaki Diamputasi, Kini Wafat: Aku Tunggu di Surga Ya

Aksi bullying atau perundungan terhadap siswi SMA berbaju pramuka
Aksi bullying atau perundungan terhadap siswi SMA berbaju pramuka beredar viral di media sosial.

Tak terdengar apa yang diperbincangkan oleh keduanya di dalam video itu. 

Tetapi, tak lama siswi tersebut dipukul pada bagian dada kiri. 

Lalu, didorong hingga terjatuh ke tempat sampah.

Sementara, perekam video meminta pelaku bullying itu untuk tidak mengeluarkan suara saat melakukan aksinya.

Konfirmasi RT

Ketua RT setempat, Boy Hendrawan membenarkan adanya aksi bullying terhadap siswi yang duduk di bangku SMA tersebut terjadi di lingkungannya.

"Kejadian terlihat di wilayah saya di sini, di lapangan Kuda Laut di alvania 1 kejadiannya," ujar Boy, dilansir dari Kompas.com, Sabtu (13/1/2024).

Boy menuturkan, lokasi yang terekam dalam video viral itu merupakan taman yang menjadi fasilitas umum perumahan setempat.

Taman itu, kata Boy, memang kerap menjadi tempat berkumpulnya para pelajar.

"Memang di Taman Kuda Laut sering dipakai kumpul anak SMP dan anak SMA," ungkap Boy.

Baca juga: Penyesalan Pelaku Bullying Siswa SD di Bekasi, Curhat ke Ibu Soal Kelakuannya: Apakah Aku Salah?

Adapun, lokasi perumahan itu tidak jauh dari sejumlah sekolah baik SD, SMP, hingga SMA.

Meskipun kerap dijadikan tempat "tongkrongan", Boy mengaku tidak pernah mendengar ada aksi bullying sebelumnya.

"Cuma tidak sampai terjadi kayak gitu biasanya," jelasnya.

Keterangan Polisi

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Ciputat Timur, Iptu Krisna Hasiholan menjelaskan, pihaknya telah mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami sudah mengecek dari tempat kejadian perkara (TKP) (aksi bully)," kata Krisna, Sabtu.

Kedatangan polisi ke TKP itu untuk memastikan lokasi peristiwa perundungan.

Selain itu, pihak kepolisian juga mencari keterangan warga sekitar setelah korban melapor.

"Korban sudah membuat laporan dengan didampingi orangtuanya. Korban juga sudah diklarifikasi," kata Krisna

Ilustrasi perundungan
Ilustrasi perundungan (Freepik)

Adapun dugaan aksi perundungan itu terjadi di salah satu taman perumahan yang letaknya tak jauh dari sekolahnya pada Rabu, (10/1/2024) siang.

"Terduga pelaku alumni. Sedangkan siswi itu kelas dua SMA," ujar Krisna saat dihubungi, Sabtu (13/1/2024).

Berdasarkan keterangan korban saat melapor, terduga pelaku merundung korban seorang diri. 

Adapun peran rekan pelaku yang ada di lokasi masih dialami.

"Terduga pelaku sementara satu orang, peran yang lain masih dalami. 

Pemicu sementara itu masih salah paham, tapi masih kami dalami lagi," kata Krisna.

Kasus Lain: Pelajar SMA Bully Bocah SD di Bekasi, Diejek hingga Badan Diputar-putar

Tega sekali sekelompok anak SMA ini, mereka membully seorang anak SD di Kayuringin, Bekasi Selatan.

Aksi perundungan tersebut direkam oleh salah seorang yang berada di lokasi.

Kini rekaman itu beredar luas di media sosial, seperti yang diunggah akun Instagram @infobekasi.

Dalam video yang beredar di platform media sosial pada Senin (27/11/2023), terlihat seorang anak mengenakan seragam SD.

Anak SD tersebut tampak sedang dikerubungi oleh sekelompok remaja yang mengenakan seragam SMA.

Baca juga: Tangis Ibu Siswa MAN 1 Medan Pecah, Tak Terima Anaknya Jadi Korban Bully, Alasan Pelaku Siksa Korban

Ilustrasi bocah SD di Bekasi dibully anak SMA.
Ilustrasi bocah SD di Bekasi dibully anak SMA. (TRIBUNFLORES.COM/HO-IST)

Dalam video berdurasi singkat itu, tidak jelas wajah dari pelaku lantaran rekaman tersebut diblur.

Percakapan dalam video tersebut juga tidak begitu jelas.

Kasus aksi perundungan tersebut bermula setelah para pelaku dan korban bermain sepakbola bersama.

Pertandingan sepakbola tersebut terdiri atas 10 anak SD melawan 3 anak SMA.

Dari kegiatan tersebut, terjadi kesalahpahaman.

Saat bermain sepakbola, salah seorang dari anak SD tersebut terjatuh.

Salah satu temannya kemudian tak terima dan marah-marah terhadap anak SMA tersebut.

Hal itulah yang kemudian berujung pada tindakan perundungan.

Novrian menjelaskan peristiwa perundungan siswa SMA terhadap siswa SD Bekasi
Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian menjelaskan mengenai peristiwa perundungan siswa SMA terhadap siswa SD dibwilayah Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (27/11/2023).

Sementara itu, Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi Novrian mengatakan, badan korban sempat diputar-putar oleh tujuh pelaku.

"Dalam video terlihat satu siswa saja, tapi mungkin yang lain sempat alami juga, (badan) diputar-putar, ada juga yang mainnya kena sikut," ujar Novrian saat ditemui di SDN XVI, Bekasi Selatan, Senin (27/11/2023).

Novrian menuturkan, selain badannya diputar-putar, korban juga mendapat intimidasi dari pelaku.

Peristiwa perundungan itu terjadi usai korban dan pelaku bermain bola bersama.

"Kekerasan psikis iya, di video juga sempat diejek, ada kata mengintimidasi juga," ucapnya.

Baca juga: Tampang Fauzie, Mahasiswa yang Siksa Siswa MAN 1 Medan hingga Luka, Ketua Geng, Kini Hilang Jejak

Setelah video perundungan tersebut viral, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam mediasi di sekolah korban, SDN XVI Bekasi Selatan.

Pelaku berjanji tak akan mengulangi perbuatan mereka lagi dan akan mengayomi serta melindungi adik-adiknya itu.

"Mereka sebenarnya sudah saling memaafkan, sudah saling menerima. 

Mereka berjanji senior-senior yang melakukan tindakan salah, akan melindungi adik-adiknya," imbuhnya.

Para orangtua korban juga telah memaafkan perbuatan pelaku. 

Mereka berharap hal tersebut bisa menjadi pelajaran ke depannya.

Sebagai informasi, viral di media sosial memperlihatkan perundungan siswa SD oleh siswa SMA yang terjadi di Bekasi Selatan.

Dalam video tersebut, terdapat satu siswa SD yang badannya diputar-putar sembari diledek atau bullying secara verbal oleh sekelompok remaja berseragam SMA.

Video tersebut direkam oleh salah satu pelaku dan kemudian tersebar luas di media sosial.

***

Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Tags:
siswi SMAdibullyTangerang Selatan
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved