Breaking News:

IPW Ingatkan Kapolri Soal 'Hukum Tak Boleh Tumpul ke Atas', Minta Putri Candrawathi untuk Ditahan

Indonesia Police Watch atau IPW ingatkan Kapolri soal hukum tak boleh tumpul ke atas, minta tersangka Putri Candrawathi segera ditahan

Editor: Nafis Abdulhakim
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO/Teribunnews
Sosok Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo. IPW minta Kapolri untuk menahan Putri Candrawathi dan ingatkan pernyataannya tentang hukum tak boleh tumpul ke atas 

TRIBUNTRENDS.COM - Singgung soal hukum tak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah, Indonesia Police Watch (IPW) ingatkan Kapolri tentang pernyataannya.

Diketahui, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Putri Candrawathi belum ditahan.

IPW mengungkapkan, ada beberapa hal yang mendorong istri Ferdy Sambo untuk ditahan, singgung soal kooperatif.

Baca juga: MISTERI Surat Bharada E & Isu Uang Tutup Mulut Rp1 M Ferdy Sambo, Cek 4 Fakta Baru Kasus Brigadir J

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri segera menahan Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Sosok Kuat Ma'ruf, Sopir Irjen Ferdy Sambo yang Juga Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan, ada tiga alasan mengapa Putri Candrawathi harus segera ditahan.

Pertama, Putri adalah tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.

Baca juga: LPSK Harap Keterangan Bharada E Konsisten, Motif Pembunuhan Brigadir J Terungkap: Terus Dampingi

Dalam kasus ini, Putri diduga turut andil dalam melancarkan peristiwa pembunuhan di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. (intisari.grid.id)

"Satu, syarat objektif penahanan terpenuhi, terlebih kasus ini adalah kasus pembunuhan berencana, dan Ibu PC sebagai tersangka pembunuhan berencana," ujar Sugeng, Minggu (4/9/2022).

Sugeng menilai, penyidik wajib menjaga konsistensi penyidikan kasus ini, karena Putri dinilai tak kooperatif.

Bahkan, ketika Putri ditetapkan sebagai tersangka, maka sudah sepatutnya Putri ditahan untuk kepentingan penyidikan.

"Yang kedua, Ibu PC saat ini menurut IPW tidak kooperatif. Terbukti adanya keterangan yang berbeda-beda dengan saksi maupun tersangka lain."

"Hal tersebut adalah dapat dikualifikasi Ibu PC tidak kooperatif. Salah satu alasan penahanan adalah tidak kooperatif," ucap Sugeng.

Ketiga, Sugeng mengatakan, alasan kemanusiaan yang membuat Putri tak ditahan merupakan tindakan diskriminatif.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved