Berita Viral
Cara Satpol PP Tertibkan Pedagang di CFD Kurang Humanis, DPRD DKI Sentil: Maaf dan Janji Tidak Cukup
Satpol PP dinilai kurang humanis saat menertibkan pedagang es krim di kawasan CFD Bundaran HI, anggota DPRD Jakarta sentil pedas.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
- Satpol PP dinilai kurang humanis saat menertibkan pedagang es krim di kawasan CFD Bundaran HI hingga videonya tuai kritik dan kecaman
- Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, August Hamonangan, menilai cara Satpol PP menertibkan justru berlebihan
- Menurut August, Satpol PP seharusnya bisa mengarahkan pedagang ke area lain yang diperbolehkan untuk berdagang
TRIBUNTRENDS.COM - Penertiban pedagang es krim di kawasan CFD Bundaran HI yang dilakukan Satpol PP belakangan menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Insiden tersebut turut mendapat perhatian dari Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, August Hamonangan.
Menurutnya, langkah penertiban memang perlu dilakukan untuk menjaga ketertiban kawasan CFD, namun cara yang diterapkan dinilai terlalu berlebihan.
“Satpol PP sudah tepat mengeluarkan permintaan maaf karena tindakan ini terlalu berlebihan. Tapi, permohonan maaf itu dan janji-janji untuk menjadi lebih humanis saja tidak cukup,” kata August dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Ia menilai kejadian seperti ini tidak boleh terus berulang karena dapat memengaruhi citra aparat pemerintah di mata masyarakat.
Baca juga: Terlalu Keras, Cara Satpol PP Tertibkan Pedagang Es di CFD Bundaran HI, Kasatpol: Kami Evaluasi
August pun meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penindakan Satpol PP di lapangan.
Menurut dia, pendekatan yang lebih humanis perlu diterapkan agar penegakan aturan tetap berjalan tanpa menimbulkan keresahan publik.
“Insiden serupa sudah terjadi berulangkali. Jadi, saya rasa perlu ada evaluasi menyeluruh di dalam Satpol PP itu sendiri terkait dengan cara-cara penindakannya yang selama ini cenderung tidak humanis,” ujar dia.
Ia mengingatkan bahwa petugas Satpol PP tetap harus menghargai warga saat melakukan penertiban.
“Sekalipun penertiban memang harus dilakukan, tapi jangan lupa bahwa para petugas Satpol PP di lapangan ini juga berurusan dengan manusia yang perlu dihargai,” kata August.
Soroti Zona Pedagang CFD
August juga menyoroti keberadaan zona hijau dan zona kuning bagi pedagang di kawasan CFD Jakarta.
Ia menyebut Bundaran HI memang masuk zona merah sesuai Lampiran Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor e-0077 Tahun 2022, sehingga pedagang dilarang berjualan di area tersebut.
Namun, menurut dia, Satpol PP seharusnya bisa mengarahkan pedagang ke area lain yang diperbolehkan untuk berdagang.
“Memang benar ada zona merah yang tidak boleh dipakai untuk berdagang. Tapi ada juga zona-zona kuning dan hijau lainnya di mana para pedagang boleh berjualan,” kata dia.
“Nah, saya heran kenapa para petugas Satpol PP itu tidak bisa hanya mengarahkan para pedagang untuk berjualan di area-area tersebut, tanpa melakukan tindakan kekerasan seperti terlihat dalam video yang tersebar di media sosial kemarin,” sambung August.
Baca juga: Cara Tertibkan Pedagang di CFD Dianggap Kurang Humanis, Satpol PP Bela Diri: Mereka Gak Keberatan
Dinilai Bikin Warga Antipati
Sumber: Kompas.com
| Polisi di Sumut Didorong & Jatuh ke Parit, Tak Berdaya Diintimidasi, Diduga Selingkuh, Rebutan Harta |
|
|---|
| Perkelahian Antar 2 WNA Brunei Darrusalam di Blok M Hingga Salah Satu Meninggal, Pelaku Selebgram |
|
|---|
| Jokowi Siap Latihan Akting Demi Main Film Kolosal Tema Budaya Dayak, Tak Masalah Jadi Figuran |
|
|---|
| Chiki Fawzi Ungkap Kekerasan yang Dialami 9 WNI Oleh Militer Israel, Dampingi Relawan Jurnalis |
|
|---|
| Heboh Aksi Begal Bermodus Pocong, Polresta Cirebon Sebut Hoax, Minta Warga Tak Membesar-besarkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/satpol-pp-tertibkan-pedagang-es-krim-di-cfd-bundaran-hi.jpg)