Berita Viral
Cara Tertibkan Pedagang di CFD Dianggap Kurang Humanis, Satpol PP Bela Diri: Mereka Gak Keberatan
Satpol PP buka suara disebut tak humanis saat tertibkan pedagang di CFD, tegaskan tetap humanis dan profesional, sebut pedagang tak keberatan.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
- Satpol PP buka suara disebut tak humanis saat tertibkan pedagang di Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman–Thamrin pada Minggu (24/5/2026)
- Satpol PP menegaskan bahwa mereka tetap humanis dan profesional tanpa kekerasan
- Namun ada warga yang membela si pedagang dan mengritik Satpol PP yang tampak arogan
TRIBUNTRENDS.COM - Video penertiban pedagang kaki lima saat pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman–Thamrin pada Minggu (24/5/2026) mendadak viral di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari warganet.
Sorotan publik muncul setelah petugas menertibkan seorang pedagang es krim yang nekat berjualan di area CFD.
Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menegaskan bahwa kawasan CFD sejak awal memang ditetapkan bebas dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL).
Ia mengatakan aturan itu bukan kebijakan baru, melainkan sudah lama diterapkan setiap kegiatan CFD berlangsung.
“Yang pasti CFD dari dulu tidak pernah boleh ada pedagang kaki lima, steril. Kebetulan dia agak nekat aja pedagang ini,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Menurut Satriadi, sebagian besar pedagang sebenarnya sudah memahami aturan yang berlaku di kawasan tersebut.
Baca juga: Terlalu Keras, Cara Satpol PP Tertibkan Pedagang Es di CFD Bundaran HI, Kasatpol: Kami Evaluasi
Karena itu, penertiban dilakukan untuk menjaga fungsi utama CFD sebagai ruang publik bagi masyarakat berolahraga dan beraktivitas tanpa gangguan lalu lintas maupun lapak dagangan.
Meski demikian, masih ada beberapa pedagang yang tetap mencoba berjualan di lokasi CFD.
Salah satunya adalah pedagang es krim yang videonya ramai beredar di media sosial pada akhir pekan kemarin.
Peristiwa tersebut pun kembali memunculkan perdebatan publik mengenai penataan pedagang di ruang terbuka ibu kota.
Penertiban Dilakukan Secara Humanis
Dalam video yang beredar, ketegangan sempat terjadi saat ada warga yang coba membela pedagang tersebut.
Adu argumen pun sempat terjadi antara petugas dengan warga tersebut.
Terkait hal ini, Satriadi bilang, hal itu terjadi karena tidak semua warga memahami aturan CFD.
“Kita coba humanis dan profesionalis, kan Satpol PP lebih ke humanis. Saat di video anglenya ada warga yang ngebela, nah sebenarnya kita jelasin ke warga, semua pedagang rata-rata di situ udah paham pada saat CFD tidak boleh,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga yang membela pedagang diduga bukan warga yang rutin mengikuti CFD di Jakarta.
| Ayah Santriwati di Pekalongan Sebut Putrinya Melahirkan Tanpa Tersentuh Lelaki: Ini Kehendak Tuhan |
|
|---|
| Berada di Ketinggian 1.500 Mdpl, Kampung Tertinggi di Karanganyar Ini Punya Pemandangan Bak Surga |
|
|---|
| DPR Khawatir Kata-kata Natalius Pigai Bisa Bikin Begal Merajalela di Indonesia: Tembak Kaki Kan Bisa |
|
|---|
| Ketua GRIB Hercules Siap Datangi Rumah Ahmad Bahar Hari Ini, Juru Bicara Keluarga: Kita Menolak! |
|
|---|
| Ketakutan Pemkot Blitar Cairkan Dana Hibah Selama KONI Dipimpin Samanhudi Anwar Mantan Napi Korupsi |
|
|---|