Breaking News:

Berita Viral

dr. Myta Tak Pernah Dapat Libur hingga Meninggal, DPR Desak Sanksi Pidana RSUD Jambi: Ini Perbudakan

DPR mengecam dugaan eksploitasi terhadap dr. Myta yang disebut tidak pernah mendapat hari libur selama internship di RSUD Jambi

Tayang:
Editor: jonisetiawan
TribunnewsBogor.com/kolase Youtube
DOKTER MAGANG MENINGGAL - DPR mengecam dugaan eksploitasi terhadap dr. Myta yang disebut tidak pernah mendapat hari libur selama internship di RSUD Jambi. 

Namun menurut Yuli, aturan tersebut diduga kerap dilanggar dengan alasan mengejar target kinerja.

“Pendamping selalu memberikan reason kepada anak-anak internship, ini supaya kinerja kamu tercapai gitu. Nah, oleh karena itu anak-anak sepertinya ditakut-takutkan seperti itu, akhirnya mereka mengerjakan,” katanya.

Baca juga: Kisah Pilu Dokter Magang Unsri, Dokter Myta Meninggal Diduga Kelelahan Kerja Berlebih

Berawal dari Demam, Berujung Kehilangan Nyawa

Kisah dr Myta menjadi semakin memilukan karena sebelumnya ia dinyatakan sehat saat menjalani medical check up pada Agustus 2025 sebelum memulai program internship.

Namun pada 27 April 2026, kondisi kesehatannya memburuk. Ia mengalami demam, batuk, dan pilek sebelum akhirnya dilarikan ke RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang.

Kondisinya terus menurun hingga harus dirawat di ruang ICU akibat gangguan paru-paru berat.

Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, dr Myta akhirnya meninggal dunia pada 1 Mei 2026.

Kematian dokter muda itu kemudian membuka tabir persoalan panjang terkait sistem kerja tenaga kesehatan muda yang selama ini jarang tersorot publik.

Fungsi Pembimbing dan Rumah Sakit Dipertanyakan

Irma juga mempertanyakan peran dokter pembimbing dan manajemen rumah sakit yang dinilai lalai mengawasi kondisi fisik maupun jam kerja dokter magang.

“Tentu dengan kejadian ini kami mempertanyakan di mana dan apa fungsi dokter pembimbing dan manajemen Rumah Sakit. Jika hasil investigasi tersebut benar, maka harus ada yang bertanggung jawab dan wajib dibawa ke jalur hukum karena sudah terjadi korban jiwa,” katanya.

Baca juga: Sosok dr. Myta, Dokter Magang Meninggal Usai Tetap Bertugas saat Kondisinya Kritis, Baru Ultah ke-25

Menurutnya, tragedi dr Myta harus menjadi peringatan keras bagi seluruh rumah sakit dan dokter pendamping di Indonesia agar tidak lagi mengabaikan kesehatan dokter muda.

“Ini harus jadi preseden bagi semua rumah sakit dan para dokter pembimbing. Ada kewajiban dokter pembimbing untuk memperhatikan kesehatan dan jam kerja, jangan malah dimanfaatkan,” pungkasnya.

Kini, publik menanti hasil akhir investigasi Kementerian Kesehatan. Di tengah duka yang belum reda, kasus dr Myta telah berubah menjadi simbol perlawanan terhadap dugaan eksploitasi tenaga kesehatan muda yang selama ini bekerja dalam tekanan besar demi menjaga layanan kesehatan tetap berjalan.

***

(TribunTrends/Kompas)

Halaman 2/2
Tags:
MytadoktermagangJambi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved