Berita Viral
dr. Myta Tak Pernah Dapat Libur hingga Meninggal, DPR Desak Sanksi Pidana RSUD Jambi: Ini Perbudakan
DPR mengecam dugaan eksploitasi terhadap dr. Myta yang disebut tidak pernah mendapat hari libur selama internship di RSUD Jambi
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- DPR mengecam dugaan eksploitasi terhadap dr. Myta Aprilia Azmy yang disebut tidak pernah mendapat hari libur selama menjalani internship di RSUD KH Daud Arif, Jambi
- Irma menyebut kondisi kerja yang dialami dr. Myta sudah menyerupai “perbudakan” dan meminta kasus tersebut dibawa ke jalur hukum
- Kemenkes mengungkap dokter internship di Kuala Tungkal, termasuk dr. Myta, tetap bekerja setiap hari termasuk akhir pekan
TRIBUNTRENDS.COM - Di balik jas putih dan sumpah profesi yang melekat pada seorang dokter muda, tersimpan kisah pilu yang kini mengguncang dunia kesehatan Indonesia.
Nama dr. Myta Aprilia Azmy mendadak menjadi sorotan nasional setelah dugaan kondisi kerja tidak manusiawi selama menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Jambi, terungkap ke publik.
Dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya itu disebut bekerja tanpa hari libur hingga akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia.
Kini, kematian dr Myta bukan hanya memunculkan duka, tetapi juga memantik kemarahan. Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, bahkan menyebut kondisi yang dialami dokter muda tersebut sudah menyerupai “perbudakan”.
Baca juga: Myta Dokter Magang Unsri Tidak Mendapat Libur, Hari Minggu Disuruh Masuk untuk Mengecek Bangsal
DPR Murka: “Ini Sudah Perbudakan”
Irma Suryani Chaniago mengecam keras dugaan eksploitasi yang dialami dr Myta selama menjalani masa magang di rumah sakit.
Menurutnya, apabila hasil investigasi Kementerian Kesehatan membuktikan adanya pelanggaran serius terkait jam kerja dan perlakuan terhadap dokter magang, maka kasus tersebut wajib dibawa ke ranah pidana.
“Dokter kok tidak cerdas. Coba tempatkan dirinya di posisi almarhum. Ini sudah bukan sekadar kelalaian, tapi ini sudah ‘perbudakan’ jatuhnya, dan wajib dibawa ke jalur hukum,” kata Irma, Jumat (8/5/2026).
Politikus Partai Nasdem itu menilai harus ada pihak yang bertanggung jawab apabila dokter pembimbing maupun manajemen rumah sakit terbukti membiarkan dokter muda bekerja melampaui batas hingga berujung pada kematian.
“Perlu ada sanksi hukum pidana, karena korbannya meninggal akibat kerja paksa,” ujarnya.
dr Myta Disebut Tak Pernah Mendapat Hari Libur
Kasus ini semakin menyita perhatian setelah Kementerian Kesehatan mengungkap hasil investigasi awal yang cukup mengejutkan.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, menyatakan bahwa dokter internship di Kuala Tungkal, termasuk dr Myta, diketahui tidak pernah memperoleh hari libur selama menjalani tugas.
“Hari libur minimal itu satu hari libur setiap minggu. Kalau kejadian di Kuala Tungkal, tidak pernah ada hari libur, Sabtu sampai Minggu mereka masuk,” kata Yuli dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Bahkan pada hari Minggu yang seharusnya menjadi waktu istirahat, para dokter magang disebut tetap diwajibkan melakukan visite bangsal selama dua hingga tiga jam.
Padahal, aturan resmi menyebut jam kerja dokter internship maksimal 40 jam per minggu atau sekitar delapan jam per hari, dengan toleransi tambahan hanya 20 persen.
Sumber: TribunTrends.com
| Ashari Akui Pencabulan, Keberadaan Istri saat Sang Kiai Lakukan Aksi Bejat di Pati, Sudah Tahu? |
|
|---|
| Trauma Berat Korban Ashari di Pati, Dicabuli Berkali-kali, Berani Cerita Setelah Lulus: Masih Jijik |
|
|---|
| Peserta Bongkar Kejanggalan Tes Kopdes Merah Putih, Jawaban Berubah Sendiri, Nilai Tiba-tiba Keluar |
|
|---|
| Pengakuan Santriwati Korban Ashari Kiai Cabul Pati, Diminta Temani Tidur, Dalih Obati Penyakit Hati |
|
|---|
| Akhir Pelarian Ashari Kiai Cabul di Pati, Kabur Dibantu Sopir, Beri Rp 150 Juta, Ngotot Tak Bersalah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/dr-Myta-meninggal-saat-magang.jpg)