Drama MBG
Siasat Pemerintah Cegah Program MBG Jadi Petaka Lingkungan, SPPG Diminta Kelola Limbah Secara Serius
BGN mewajibkan setiap SPPG mengelola sisa pangan, sampah, dan air limbah sebagai bagian utama operasional program
Editor: jonisetiawan
Dalam regulasi tersebut, setiap SPPG tidak hanya berperan sebagai penyedia makanan, tetapi juga sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh terhadap seluruh dampak operasionalnya.
“SPPG tidak hanya bertugas menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memastikan seluruh prosesnya, termasuk limbah yang dihasilkan, dikelola dengan baik dan bertanggung jawab,” katanya.
Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan limbah kini menjadi bagian tak terpisahkan dari standar pelayanan program MBG.
Sisa Pangan Bukan Sekadar Sampah
Menariknya, BGN juga mengubah cara pandang terhadap sisa makanan dalam program ini. Alih-alih dianggap sebagai limbah semata, sisa pangan diposisikan sebagai bagian dari sistem yang harus dikelola secara efisien.
“Sisa pangan yang masih layak konsumsi perlu ditangani dengan tepat agar tidak terbuang sia-sia,” ujar Dadan.
Pendekatan ini membuka ruang bagi optimalisasi distribusi ulang atau pemanfaatan sisa makanan, sehingga potensi pemborosan dapat ditekan seminimal mungkin.
Baca juga: Tantangan Kepala BGN Dadan Hindayana! Minta SPPG Sediakan MBG Kualitas Bintang 5, Modal Rp 10 Ribu
Kolaborasi Jadi Kunci Implementasi
Dalam pelaksanaannya, BGN tidak menutup kemungkinan adanya kolaborasi lintas pihak. SPPG didorong untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun pihak ketiga agar pengelolaan limbah dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Langkah ini dinilai penting mengingat tantangan pengelolaan limbah di setiap daerah berbeda-beda, baik dari sisi infrastruktur maupun kapasitas pengelolaan.
Menuju Program Gizi yang Berkelanjutan
Dengan diterapkannya aturan ini, BGN ingin memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Di tengah besarnya skala program, keberhasilan MBG kini tak hanya ditentukan oleh kualitas makanan yang disajikan, tetapi juga oleh sejauh mana dampak lingkungannya dapat dikendalikan. Sebab pada akhirnya, program yang baik bukan hanya memberi manfaat hari ini tetapi juga menjaga masa depan.
***
(TribunTrends/Kompas)
Sumber: TribunTrends.com
| BGN Anggarkan Miliaran untuk Pengadaan Tablet, Semir Sepatu & Ikat Pinggang, Kaitan dengan MBG? |
|
|---|
| Evaluasi BGN Selama Setahun MBG: Gelontorkan Dana Rp 1 T Sehari, Polri & TNI Kelola SPPG, Arah Baru |
|
|---|
| KPK Kaji Kelemahan BGN Urus MBG, Terlalu Dominan, Anggaran Rp171 T Tak Diimbangi Pengawasan Memadai |
|
|---|
| Trauma Kasus Keracunan, Sekolah di Jogja Rutin Pantau Pembuatan MBG: Kami Cek hingga Proses Steam |
|
|---|
| BGN Tantang Penegak Hukum Jika Terbukti Ada Penyelewengan Motor Listrik: Kami Yakin Sesuai Aturan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/MENU-MBG-VIRAL-Ilustrasi-penerima-MBG-Viral-unggahan-di-media-sosial.jpg)