Drama MBG
Akuntan yang Bongkar Dugaan Mark Up MBG Dipanggil Kepala SPPG, Langsung Minta Maaf, Ada Apa?
SPPG Lembursitu 2 telah menghubungi mantan akuntan yang bongkar rahasia dapur untuk melakukan diskusi dan sinkronisasi data
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
TRIBUNTRENDS.COM - Polemik dugaan praktik mark up dalam pengadaan bahan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi semakin menyita perhatian publik setelah pihak pengelola dapur MBG akhirnya menghubungi mantan akuntan yang sebelumnya mengungkap dugaan tersebut.
Komunikasi itu dilakukan setelah pernyataan sang akuntan viral luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Kasus ini bermula dari pengakuan seorang perempuan berinisial F yang pernah bekerja sebagai akuntan di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam sebuah podcast yang beredar di internet, ia menyampaikan adanya dugaan praktik mark up dalam proses pengadaan bahan makanan di dapur MBG tempatnya bekerja.
Baca juga: Mantan Akuntan SPPG Bongkar Dugaan Mark Up Dana MBG: Pesan 11 Karung, Tapi Barang Hanya Datang 9
Ia menjelaskan bahwa dugaan mark up tersebut dilakukan dengan cara menaikkan jumlah pesanan bahan makanan dalam dokumen pemesanan, sementara barang yang benar-benar datang tidak selalu sesuai dengan jumlah yang tercatat.
Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.
Namun setelah polemik itu semakin meluas, perempuan tersebut kemudian menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang disampaikannya dalam podcast yang menyinggung dugaan mark up tersebut.
Kepala SPPG Bantah Tuduhan Mark Up
Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala SPPG Lembursitu 2, Fikri Febriansyah, menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh mantan akuntan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya di dapur MBG.
Menurut Fikri, data yang diungkap dalam podcast tersebut tidak sinkron dengan catatan yang dimiliki oleh pihak SPPG. Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pembelian tambahan yang dilakukan untuk menutupi kekurangan bahan makanan pada hari yang sama.
“Awalnya ini kita miss komunikasi antara akuntan dengan ahli gizi juga tidak ada laporan, karena di hari itu ada kekurangan beras, ayam dan buah," kata Fikri saat ditemui awak media di Lembursitu Kota Sukabumi, Rabu (11/3/2026) sore.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi secara mendadak sehingga pihak dapur harus segera mengambil langkah cepat untuk memastikan kebutuhan bahan makanan tetap terpenuhi.
"Jadi mau bagaimana lagi kan kita juga kekurangan itu di dini hari, jadi kita harus segera membeli langsung ke koperasi, sehingga ada penambahan dari ayam dan beras tersebut,” ucapnya lebih lanjut.
Baca juga: Kepala SPPG Sukabumi Buka Suara Usai Mantan Akuntan Bongkar Dugaan Mark Up MBG: Ada Miskomunikasi!
SPPG Panggil Mantan Akuntan dan Sinkronkan Data
Menurut Fikri, setelah narasi dugaan mark up tersebut viral, pihaknya segera memanggil mantan akuntan tersebut untuk melakukan klarifikasi dan sinkronisasi data.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menjelaskan secara detail bagaimana proses pengadaan bahan makanan sebenarnya terjadi di dapur MBG, termasuk kondisi ketika barang yang datang harus disortir terlebih dahulu.
“Saya menghubungi yang bersangkutan untuk mengadakan diskusi, lalu pengecekan dari pihak akuntan tersebut karena memang ada penambahan di hari tersebut juga.
Sumber: TribunTrends.com
| Siswa Kota dan Anak Pedalaman Kini Mendapat Menu MBG Berbeda, BGN Ungkap Alasan |
|
|---|
| Ekonom CSIS Ragukan Efektivitas Pemangkasan MBG untuk Atasi Defisit Negara: Belum Cukup Kuat |
|
|---|
| Anggota DPR Usul Anggaran MBG Dihentikan Seminggu, Uangnya Buat Bangun Daerah Bencana |
|
|---|
| Bukan 5 Hari, BGN Putuskan Jatah MBG di Daerah Ini Lebih Banyak dari Kota Lain: Dapat Jatah Ekstra |
|
|---|
| Purbaya Setuju MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, BGN: Kecuali Daerah 3T, Tingginya Stunting Jadi Alasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Kepala-SPPG-Lembursitu-2-Fikri-Febriansyah-membantah-adanya-praktik-mark-up.jpg)