Breaking News:

Berita Viral

Daftar Korban Longsor Bantargebang, Sopir Truk Sampah hingga Pemulung Perempuan

Sejumlah orang—mulai sopir truk hingga warga sekitar—menjadi korban saat tumpukan sampah puluhan meter di Bantargebang tiba-tiba ambruk.

Editor: Amir M
Kompas.com/NURPINI AULIA RAPIKA
Tim Gabungan berhasil menemukan satu Jenazah laki-laki yang belum diketahui identitasnya dalam peristiwa longsoran sampah di TPST Bantargebang, Senin (9/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, menelan korban dari berbagai kalangan, mulai sopir truk hingga warga sekitar.
  • Peristiwa yang terjadi saat truk mengantre membuang sampah itu menyebabkan lima orang meninggal dunia, sementara beberapa korban lain sempat mengalami luka-luka.
  • Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian karena diduga masih ada korban yang tertimbun di bawah longsoran sampah.

TRIBUNTRENDS.COM – Tragedi longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi menelan korban jiwa.

Sejumlah orang dari latar belakang berbeda—mulai sopir truk hingga warga sekitar—menjadi korban saat tumpukan sampah tiba-tiba ambruk.

Siapa saja mereka dan bagaimana nasib para korban yang tertimbun longsoran sampah tersebut masih menjadi perhatian dalam proses pencarian yang terus berlangsung.

Seperti diketahui, gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, longsor pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa ini bermula saat sejumlah truk sampah mengantre untuk membuang muatan di area pembuangan TPST Bantargebang pada Minggu siang.

“Pada saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah," ujar anggota rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Uban saat dikonfirmasi, Minggu.

Pencarian korban Senin pagi

Pada Senin (9/3/2026) pagi, petugas terus melakukan pencarian korban di area longsoran yang sudah dilakukan sejak Minggu.

Sebanyak 15 unit ekskavator dikerahkan untuk membuka timbunan sampah dan mempercepat proses pencarian.

Petugas menyisir area longsoran secara bertahap untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertimbun.

"Tercatat ada 336 personel gabungan dari Basarnas lalu TNI Polri kemudian BPBD, Dinas Kesehatan, DLH, Damkar, Satpol PP dan pihak terkait (terlibat pencarian korban)," ujar Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta Akhmad Rizkiansyah kepada awak media, Senin (9/3/2026).

Selain melakukan pencarian korban, tim gabungan juga menemukan kendaraan yang sebelumnya tertimbun material longsoran sampah.

Kendaraan tersebut berada di area antrean pembuangan sampah saat longsor terjadi.

Di lokasi kejadian juga disiagakan tim dokter kepolisian dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk membantu proses identifikasi korban selama proses pencarian berlangsung.

Adapun cuaca pada Senin pagi terpantau cerah.

Kondisi tersebut membantu tim gabungan dalam mengoperasikan alat berat dan memperluas area pencarian di sekitar titik longsor.

Dugaan penyebab longsor

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut longsornya gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat dipicu oleh hujan ekstrem yang terjadi pada Minggu (8/3/2026).

Peristiwa tersebut menewaskan empat orang.

“Peristiwa longsor tersebut di zona 4A pada pukul 14.30 WIB diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).

Longsor terjadi usai kawasan tersebut diguyur hujan deras dengan durasi lama.

Curah hujan mencapai 264 milimeter per hari.

Menurut dia, hujan yang terus menerus membuat air meresap ke dalam tumpukan sampah sehingga memicu kondisi licin.

Akhirnya terjadi pergeseran atau sliding yang menyebabkan longsor.

Akibat kejadian tersebut, jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter tertutup sampah.

Korban tertimbun sampah 10 meter

Jumlah korban tewas akibat longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, berjumlah lima orang hingga Senin (9/3/2026).

Sementara itu, empat orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Penambahan jumlah korban terjadi setelah tim SAR menemukan satu jenazah korban pada Senin sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan, jenazah kelima yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki.

 Namun identitas korban masih belum diketahui.

“Kami menemukan satu korban yang meninggal dunia dalam keadaan Mr. Delta.

Untuk jenis kelamin laki-laki, dan itu ada di set dua,” ujar Desiana kepada awak media, Senin.

Korban ditemukan di bawah timbunan sampah yang sebelumnya dibongkar menggunakan alat berat berupa ekskavator.

Menurut Desiana, jenazah tersebut ditemukan sekitar lima meter dari sebuah truk yang ditemukan lebih dulu pada Minggu malam.

Truk tersebut diduga milik korban yang tertimbun longsoran sampah.

“Semalam ditemukan truknya, namun tidak ada korban di dalamnya.

Sehingga kemungkinan korban yang ditemukan hari ini adalah pengemudi yang ada di truk yang kita temukan tadi malam,” kata Desiana.

Ia menjelaskan, korban ditemukan di kedalaman sekitar 10 meter dari permukaan timbunan sampah.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang diduga masih tertimbun sampah.

“Masih ada empat lagi yang harus kami lakukan pencarian,” ujar Desiana.

Dengan ditemukannya satu jenazah tersebut, total korban meninggal dalam peristiwa longsor gunungan sampah di Bantargebang kini mencapai lima orang.

“Tambah satu tadi ya.

Sebelumnya empat ya tadi malam, tambah satu jadi total yang meninggal ada lima orang,” kata dia.

Baca juga: Sampah Jadi Dosa, MUI Keluarga Fatwa Baru: Buang Sampah ke Sungai, Laut, Danau Resmi Dihukumi Haram!

BANTARGEBANG LONGSOR - Gunungan sampah di TPST Bantargebang longsor dan mengenai truk serta warung, pada Minggu (8/3/2026).
BANTARGEBANG LONGSOR - Gunungan sampah di TPST Bantargebang longsor dan mengenai truk serta warung, pada Minggu (8/3/2026). (KOMPAS.COM/@infobekasi.coo)

Daftar korban

Longsoran sampah tidak hanya menimpa sopir truk yang mengantre di lokasi.

Sejumlah warga yang berada di sekitar area pembuangan juga ikut tertimbun.

Menurut anggota rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Uban, warga yang berada di warung di sekitar lokasi kejadian turut menjadi korban saat tumpukan sampah ambruk.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 13 orang menjadi korban yang terdiri dari sopir truk sampah, warga sekitar, hingga pemulung.

Dari total korban tersebut, lima orang ditemukan meninggal dunia, empat lainnya selamat, dan lima orang masih dinyatakan hilang.

Lima orang meninggal karena tertimbun gunungan sampah. 

Mereka terdiri dari tiga sopir, satu pemulung perempuan, serta seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun yang diketahui berjualan di sekitar lokasi.

“Jadi dua laki-laki dan dua perempuan.

Salah satunya ibu yang berjualan di sekitar lokasi, posisinya sebenarnya agak di tepi jalan, tidak langsung di area sampah, tetapi karena longsor akhirnya terdampak,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Bantargebang longsorBantargebanglongsorsampah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved