Berita Viral
Mobil Calya Hitam yang Lawan Arah Dipukuli Massa, Ternyata di Dalamnya Ada Balita: Kaca Pecah!
Selain balita, mobil Toyota Calya hitam tersebut juga membawa dua perempuan dan pengemudi, berikut kisah lengkapnya.
Editor: Amir M
Ringkasan Berita:
- Toyota Calya hitam melawan arah di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026), dikejar massa hingga kaca dan bodi mobil pecah.
- Di dalamnya terdapat pengemudi HM (25), dua perempuan, dan seorang balita yang berhasil diamankan petugas.
- Polisi menemukan dua senjata tajam, satu senjata api mainan, dan empat pelat nomor berbeda; HM dijerat Pasal 311 UU LLAJ dengan ancaman 4 tahun penjara.
TRIBUNTRENDS.COM - Toyota Calya hitam yang melawan arah dan dikejar massa di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026), ternyata membawa seorang balita berusia sekitar tiga tahun di dalamnya.
Anak itu berhasil digendong dan dibawa lari oleh petugas saat massa mengepung mobil hingga kaca pecah.
Selain balita, mobil tersebut juga membawa dua perempuan dan pengemudi, berikut kisah lengkapnya.
Informasi tersebut diungkapkan saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian.
Wawa (53), warga RT 10/RW 04 Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat, mengatakan, saat peristiwa terjadi ia sedang memancing di Kali Ciliwung yang berada di samping Jalan Gunung Sahari.
Ia kemudian mendengar keramaian disertai suara tembakan peringatan, lalu bergegas menuju lokasi.
Di sana, ia melihat mobil hitam tersebut dikejar warga.
Menurut dia, di dalam mobil terdapat seorang ibu berhijab cokelat yang duduk di kursi belakang, seorang perempuan lain di kursi tengah, serta seorang anak balita laki-laki sekitar usia tiga tahun.
Sementara pengemudi duduk sendiri di kursi depan.
"Di situ sudah langsung banyak orang-orang yang udah pada mukulin (mobil).
Ada yang mukul pakai bata lah, ada yang mukul pakai helm lah, ya kan.
Ibu-ibu itu langsung dikeluarin tuh, dikeluarin dari mobil ya," ujar Wawa kepada wartawan saat dijumpai di Jalan Pasar Baru Timur, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).
"Soalnya sudah kelihatan ada ibu-ibu di dalam, jadi dikeluarin sama ada satu wanita, ya kan dikeluarin juga," lanjutnya.
Wawa menuturkan, balita tersebut sudah menangis dan berteriak saat dikeluarkan dari mobil.
Anak itu tampak digendong oleh perempuan berhijab cokelat menuju mobil patroli polisi.
Ketiganya kemudian diamankan oleh dua petugas dan dibawa menggunakan mobil patroli.
Saat itu, kata dia, kaca belakang dan samping kiri mobil sudah dalam kondisi pecah.
"Sementara pengemudi mobil sudah enggak bisa apa-apa, sudah diem aja," ungkapnya.
"Polisi lainnya kemudian masuk mobil dan mengamankan pengemudi.
Lalu mobil hitam diamankan polisi lainnya," lanjut Wawa.
Menurut dia, total terdapat empat orang di dalam mobil tersebut.
"Total penumpangnya empat.
Ibu-ibu, sama wanita, sama anak kecil, terus sama yang pengemudinya," katanya.
Ia juga sempat melihat perempuan berhijab cokelat berteriak bahwa tas miliknya tertinggal di dalam mobil.
Perempuan tersebut kemudian kembali menghampiri mobil untuk mengambil tas sebelum kembali ke mobil patroli.
"Tas yang diambil tas perempuan.
Lalu langsung dibawa ke mobil polisi lagi," tambah Wawa.
Setelah itu, polisi membawa pengemudi dan ketiga penumpang menggunakan kendaraan terpisah.
Kronologi mobil lawan arah
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menjelaskan, mobil tersebut dikemudikan seorang pria berinisial HM (25).
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika mobil pelaku hendak diberhentikan petugas.
"Mobil dengan nomor polisi D-1640-AHB diduga menggunakan nomor pelat palsu, sehingga diberhentikan oleh dua polisi lalu lintas yang bertugas," ujar Kombes Reynold Hutagalung kepada wartawan di Kantor Polsek Tanah Abang, Rabu malam.
Namun, HM justru ketakutan dan melarikan diri.
Ia masuk ke Jalan Gunung Sahari dan melaju melawan arah dari selatan ke utara di Jalan Bungur Besar.
Di simpang Bungur, mobil belok kiri tetap dalam kondisi melawan arah ke barat.
Setibanya di simpang empat Menara Bidakara Alfa Land (MBAL), mobil terus melaju melawan arah di Jalan Pos.
Selanjutnya, kendaraan berputar arah kembali ke simpang empat MBAL dan kembali belok kiri di jalur berlawanan arah di Jalan Gunung Sahari.
"Di situ mobil terlibat kecelakaan dengan kendaraan sepeda motor," tutur Reynold.
Seorang perempuan jadi korban
Di tengah kekacauan itu, seorang perempuan menjadi korban setelah terserempet mobil tersebut.
"Ada seorang korban dilaporkan mengalami luka-luka.
Korban perempuan berinisial (NH), warga Cengkareng, Jakarta Barat," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung kepada wartawan di Kantor Polsek Tanah Abang, Rabu malam.
Sumber: TribunTrends.com
| Motif Utama Kasus Daycare Litte Aresha Karena Faktor Ekonomi, 13 Orang Terancam 8,5 Tahun Penjara |
|
|---|
| Total Anak yang Ada di Daycare Little Aresha Ada 103, Semua Akan Dapat Pendampingan Psikososial |
|
|---|
| Polemik Kursi Pijat Rudy Masud, Sekda Kaltim Klarifikasi Harganya Tak 125 Juta Tapi 'Hanya' 47 Juta |
|
|---|
| 'Semakin Banyak Anak yang Masuk Makin Untung', Motif Daycare Little Aresha, 1 Pengasuh Urus 10 Bocah |
|
|---|
| Awal Mula Daycare Little Aresha Terbongkar, Eks Karyawan Tak Tega & Lapor Polisi, 30 Orang Diperiksa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/sosok-pengemudi-calya.jpg)