Breaking News:

Berita Viral

Anggota Damkar Diteror Usai Bela Pelajar yang Tewas Dihantam Helm Oknum Brimob, Data Pribadi Bocor

Khairul Umam, Damkar yang semula menyampaikan sindiran bernuansa kemanusiaan tentang fungsi helm, kini menghadapi teror.

Penulis: joisetiawan
Editor: jonisetiawan
Tangkapan Layar Instagram Khairul Umam
DAMKAR KENA TEROR - Khairul Umam, Damkar yang semula menyampaikan sindiran bernuansa kemanusiaan tentang fungsi helm, kini curhat menghadapi teror. 

Ringkasan Berita:
  • Arianto Tawakkal (14), siswa MTsN di Kota Tual, meninggal dunia setelah diduga dipukul helm taktikal oleh oknum Brimob
  • Anggota Damkar Khairul Umam mengunggah sindiran bernuansa kemanusiaan soal fungsi helm pelindung
  • Setelah unggahan viral, Khairul Umam mengaku menerima pesan intimidatif berisi data pribadi dan alamat orang tuanya

 

TRIBUNTRENDS.COM - Rentetan dugaan kekerasan aparat kembali menyisakan duka. Seorang pelajar meregang nyawa, sementara suara yang mencoba mengingatkan justru berujung pada ancaman.

Situasi ini memicu kemarahan publik dan menyoroti risiko yang mengintai mereka yang menyampaikan kritik di tengah memanasnya isu kekerasan aparat.

Seorang anggota pemadam kebakaran (Damkar) yang semula menyampaikan sindiran bernuansa kemanusiaan tentang fungsi perlindungan, kini menghadapi tekanan serius yang mengarah hingga ke keluarganya.

Baca juga: Bripda MS Aniaya Arianto Tawakal hingga Tewas, Kapolres Tual Didesak Diperiksa: Itu Kewenangannya!

Pelajar MTsN Tewas Usai Dipukul Helm Taktikal

Korban dalam tragedi ini adalah Arianto Tawakkal (14), siswa MTsN di Kota Tual, Maluku. Ia menghembuskan napas terakhir setelah diduga mengalami penganiayaan oleh oknum anggota Brimob pada 19 Februari 2026.

Insiden terjadi di sekitar RSUD Maren, Kota Tual, usai waktu sahur. Saat itu, Arianto bersama kakaknya melintas menggunakan sepeda motor.

Dugaan penganiayaan bermula ketika korban dipukul di bagian kepala menggunakan helm taktikal, hingga kehilangan kendali dan terjatuh keras ke aspal.

Sejumlah saksi mata menyebut Arianto mengalami pendarahan dari hidung dan mulut. Ia sempat dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun, namun nyawanya tidak tertolong. Arianto dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 20 Februari 2026.

Sindiran Damkar yang Menyentuh Nurani Publik

Tragedi ini menyebar luas dan memantik kemarahan warganet. Di tengah gelombang reaksi publik, seorang anggota Damkar bernama Khairul Umam ikut bersuara lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @xkhairulumam.

Dengan nada getir, ia melontarkan sindiran yang langsung menohok inti persoalan tentang alat pelindung yang justru diduga digunakan untuk mencabut nyawa warga sipil.

“Gua mau ngasih tahu Ini namanya helm, gunanya itu buat melindungi kepala, bukan buat ngancurin kepala warga,”

Tak berhenti di situ, ia menambahkan kalimat yang menggugah sekaligus menyindir situasi moral aparat di bulan suci.

“Katanya bulan puasa setan pada dipenjara. Kok masih ada,”

Unggahan tersebut sontak viral. Warganet ramai-ramai mengaitkan pernyataan Khairul dengan kasus tewasnya Arianto, yang diduga dianiaya oleh Bripda MS dari Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku.

SISWA DIANIAYA BRIMOB - Arianto Tawakal siswa korban penganiayaan anggota Brimob Polda Maluku hingga tewas, Kamis (19/2/2026).
SISWA DIANIAYA BRIMOB - Arianto Tawakal siswa korban penganiayaan anggota Brimob Polda Maluku hingga tewas, Kamis (19/2/2026). (Twitter atau X)

Dari Kritik ke Ancaman: Teror Mengarah ke Keluarga

Namun, apa yang semula merupakan kritik bernuansa kemanusiaan, berubah menjadi mimpi buruk. Khairul Umam mengungkap bahwa dirinya mulai menerima pesan-pesan mencurigakan dan bernada ancaman.

Halaman 1/2
Tags:
damkarArianto Tawakalteror
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved