Berita Viral
Kronologi Lengkap Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK: Mau Mengejar, Tapi Takut!
Saat pelaku menembakkan senjata dari sepeda motor, Boim sempat ingin mengejar, tapi urung karena takut keselamatan dirinya terancam.
Editor: Amir M
Ringkasan Berita:
- Ahmad Muzakhim alias Boim, suami anggota DPRD Jawa Tengah, nyaris menjadi korban penembakan di teras rumahnya di Desa Capgwen, Kedungwuni, Pekalongan pada Sabtu malam (14/2/2026).
- Pelaku yang datang mengendarai motor menembak ke arah Boim namun meleset, dan Boim sempat ingin mengejar tapi urung karena takut keselamatan terancam.
- Polisi menduga aksi ini merupakan teror, sementara motif penembakan masih dalam penyelidikan.
TRIBUNTRENDS.COM – Amat Muzakhin (56) alias Boim nyaris menjadi sasaran penembakan di teras rumahnya di Desa Capgwen, Kedungwuni, Pekalongan, Sabtu malam (14/2/2026).
Saat pelaku menembakkan senjata dari sepeda motor, Boim sempat ingin mengejar, tapi urung karena takut keselamatan dirinya terancam.
Kronologi yang terekam CCTV menunjukkan pelaku datang, menembak, dan memutar balik dengan cepat sebelum melarikan diri.
Seperti diketahui, peristiwa mencekam menimpa Amat Muzakhin, suami dari Nur Fatwah, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Rumahnya yang berlokasi di Desa Capgwen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menjadi sasaran penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (14/2/2026) malam.
Aksi penembakan tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.
Beruntung, tembakan yang dilepaskan pelaku meleset dan tidak mengenai korban yang saat itu sedang duduk santai di teras rumah.
Kronologi Kejadian dan Rekaman CCTV
Peristiwa bermula sekira pukul 21.10 WIB.
Saat itu, Boim baru saja kembali ke rumah setelah menyalurkan bantuan banjir dan membeli keperluan logistik di wilayah Grogolan dan Pesanggrahan.
Ia sedang duduk di teras bersama dua orang rekannya.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku datang dari arah utara mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna hitam.
Pelaku terlihat mengenakan jaket kulit hitam, celana pendek hitam, helm hitam, dan masker abu-abu.
"Ada motor masuk, berhenti sebentar, lalu langsung menembak.
Kejadiannya sekira pukul 22.00 WIB," ujar Boim saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (15/2/2026).
Pelaku sempat memutar balik kendaraannya di depan gerbang rumah yang dalam kondisi terbuka.
Tak lama kemudian, pelaku menengok ke belakang dan mengarahkan senjata api ke arah Boim.
"Saya mau mengejar, tapi takut malah ditembak (karena pelaku diduga membawa senjata api)," sambung Boim.
Hasil Olah TKP dan Temuan Proyektil
Pihak kepolisian dari Polres Pekalongan bersama Ditreskrimum dan Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Jawa Tengah langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, mengonfirmasi bahwa pelaku menggunakan senjata api asli.
Hal ini diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa satu proyektil timah berwarna perak dengan panjang sekitar satu sentimeter.
“Perkenaan tembakan berada di dak atas teras dengan ketinggian sekitar 257 sentimeter.
Kemudian proyektil memantul dan ditemukan di sebelah kiri garasi, berjarak sekitar 23,2 meter dari posisi pelaku menembak,” jelas Rachmad, Minggu.
Polisi menyebut pelaku diduga telah memetakan lokasi sebelum beraksi.
Hal ini terlihat dari cara pelaku masuk dan keluar lokasi yang tergolong cepat.
"Untuk sementara, indikasinya lebih kepada aksi teror karena tembakan diarahkan ke atas atau bagian bangunan," imbuh Kapolres.
Baca juga: Model Kondang Tewas dengan 5 Luka Tembak, Dukun Bernama Pak De Jadi Tersangka, Desas-desusnya Panas
Motif Masih Misteri
Hingga saat ini, motif di balik aksi penembakan ini masih dalam penyelidikan intensif.
Boim sendiri mengaku tidak memiliki masalah pribadi maupun persaingan bisnis dengan pihak mana pun.
"Saya berteman baik-baik saja, enggak ada kompetisi.
Saya tidak punya firasat apa-apa, saya kira itu pengirim paket atau tamu," ungkapnya.
Namun, Boim mengakui bahwa dirinya saat ini tengah membantu mengawal kasus dugaan penculikan terhadap seorang pedagang martabak yang sedang ditangani oleh Polda Jateng.
Meski demikian, ia enggan berspekulasi apakah peristiwa penembakan ini berkaitan dengan kasus tersebut.
"Wallahualam, tapi saya enggak mengarah ke situ (kaitan kasus penculikan)," pungkasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.
Identitas pelaku kini tengah diburu melalui pelacakan nomor polisi kendaraan yang sengaja ditutup plastik saat kejadian.
Artikel dari KOMPAS.COM
Sumber: Kompas.com
| Tabung Melon Bakal Diganti, Bahlil Siapkan Gas Baru 3 Kg, Harganya Lebih Murah 40 Persen |
|
|---|
| Nasib 3.000 ASN Brebes yang Terlibat Absensi Fiktif, Bupati Lapor Polisi: Ini Adalah Bentuk Korupsi |
|
|---|
| 4 Pembunuh Nenek Dumaris di Pekanbaru Akhirnya Ditangkap! Menantu Terekam CCTV saat Kejadian |
|
|---|
| Terancam Sanksi Etik: Nasib Kompol DK Usai Isap Vape hingga Keasyikan Bermesraan dengan Teman Wanita |
|
|---|
| Ahmad Luthfi Resmikan Daycare Khusus Buruh: Jangan Seperti di Jogja, Disuruh Rawat Malah Diikat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/TEROR-PENEMBAKAN-Suami-anggota-DPRD-jateng-korban-teror-Penembakan-di-Pekalongan.jpg)