Berita Viral
Bukan Jukir Liar, Kakek Candra Pensiunan Guru Pernah Ditipu Rp300 Juta
Kakek Candra sempat dituding sebagai jukir liar. Faktanya, ia adalah pensiunan guru yang kini memulung demi bertahan hidup setelah pernah ditipu
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Sosok pria lanjut usia yang diduga sebagai juru parkir liar dan mendapat intimidasi di kawasan Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara, viral di media sosial. Video tersebut memicu kemarahan warganet setelah diketahui bahwa pria tersebut merupakan pensiunan guru yang kini hidup sebagai pemulung.
Pria bernama Candra Harahap itu terekam sedang berada di depan sebuah warung bakso ketika seorang pria lain mengusirnya dengan nada tinggi. Dalam video yang beredar, perekam terlihat melakukan intimidasi verbal disertai kontak fisik dengan menarik tangan Candra secara paksa.
“Gue bilang lu pergi!” bentak perekam video tersebut.
Candra sempat berusaha menjelaskan bahwa dirinya tidak meminta uang parkir dan hanya duduk untuk beristirahat. “Saya enggak minta, cuma duduk doang,” ucapnya dalam rekaman sambil berusaha melepaskan genggaman tangan orang yang mengusirnya.
Baca juga: Marak Juru Parkir Liar di Masjid Zayed Solo, Pengunjung Cukup Bayar ke Jukir Berseragam
Klarifikasi Satpol PP
Kepala Satpol PP Kecamatan Cilincing, Roslely Tambunan, menegaskan bahwa Candra bukan jukir liar seperti yang dituduhkan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, aktivitas Candra membantu parkir tidak dilakukan secara rutin maupun terorganisir.
“Pria tersebut terlihat hanya sesekali membantu parkir ketika lewat, itupun jarang. Datang sebentar lalu pergi,” ujar Roslely, Selasa (10/2/2026).
Roslely menjelaskan, Candra merupakan pensiunan guru yang baru memasuki masa purna tugas pada 2025. Namun kondisi ekonominya memburuk setelah ia menjadi korban penipuan bernilai ratusan juta rupiah.
“Beliau mengaku SK pensiun pernah diagunkan senilai Rp300 juta dan dananya ditilap pihak lain,” ungkap Roslely.
Akibat kehilangan dana tersebut, Candra terpaksa beralih profesi menjadi pemulung demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Fakta ini diperkuat setelah petugas Satpol PP mendatangi rumah Candra di wilayah Sukapura, Jakarta Utara.
“Di dalam rumahnya terdapat banyak barang bekas dan rongsokan. Itu memang aktivitas kesehariannya,” tambah Roslely.
Satpol PP memastikan bahwa label “jukir liar” yang dilekatkan kepada Candra merupakan kesalahpahaman. Ia lebih sering berada di jalan untuk mencari barang bekas dan hanya singgah di lokasi keramaian untuk beristirahat.
Peristiwa pengusiran di depan warung bakso tersebut dipastikan murni dipicu oleh asumsi keliru dan stigma negatif terhadap aktivitas parkir di wilayah tersebut, bukan karena Candra melakukan pungutan liar.
Tribun Jatim | Ani Susanti | TribunTrends.com | Afif Muhammad
Sumber: TribunTrends.com
| Dadan Hindayana Sebut Rata-rata IQ Warga Indonesia Hanya 78, Kepala BGN: Solusinya Ada di MBG |
|
|---|
| Golkar Menuntut Keadilan untuk Nus Kei, Desak Aparat Seret Pelaku Penikaman ke Meja Hijau |
|
|---|
| Hotman Paris Minta Istana Turun Tangan di Kasus Suster Natalia & BNI: Perintahkan ke Danantara |
|
|---|
| Upaya Pembungkaman Penggelapan Dana Jemaat Rp 28 Miliar oleh BNI, Pastor: Minta Postingan Dihapus |
|
|---|
| Kasus Penggelapan Dana Jemaat Aek Nabara, BNI Sempat Angkat Tangan, Korban Bisa Gugat Secara Perdata |
|
|---|