Breaking News:

Berita Viral

Demi Rp 3 Ribu, Kakek Memet Tempuh 15 Km Setiap Hari Jualan Kain Lap

Setiap hari Kakek Memet berjalan hingga 15 kilometer, hanya demi keuntungan Rp 3 ribu dari kain lap yang ia jual.

Tayang:

TRIBUNTRENDS.COM - Setiap pagi, ketika sebagian warga Kota Sukabumi baru membuka pintu rumah atau bersiap berangkat bekerja, Memet Suhanda sudah lebih dulu melangkahkan kaki. Di usia 65 tahun, kakek itu masih setia menyusuri jalanan kota, menjajakan kain lap, kain kukusan, hingga kemoceng dari satu sudut ke sudut lainnya.

Rutinitas itu telah ia jalani selama dua tahun terakhir. Setiap hari, Memet berangkat sekitar pukul 07.00 WIB dengan dagangan sederhana yang dipikulnya. Tanpa kendaraan, ia mengandalkan kekuatan kaki dan kesabaran untuk bertahan hidup.

“Sebelumnya sempat jualan tahu tempe di pasar. Kalau jualan kain ini sudah dua tahun,” ujar Memet saat ditemui di Jalan Sindang Sari, Kota Sukabumi.

Menjelang siang, sekitar pukul 13.00 WIB, langkah Memet biasanya mulai mengarah pulang. Dalam sehari, jarak yang ia tempuh bisa mencapai 10 hingga 15 kilometer. Panas matahari, hujan, hingga tubuh yang mudah lelah di usia senja menjadi teman setia perjalanannya.

Baca juga: Kakek yang Tendang Kucing di Blora Tawarkan Ganti Rugi, Pemilik Hewan Minta Pelaku Dipidana

Hasil yang dibawa pulang tak pernah menentu. Dari setiap barang yang terjual, Memet hanya memperoleh keuntungan sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000. Jika sedang ramai pembeli, ia bisa membawa pulang Rp 30.000 hingga Rp 50.000. Namun di hari sepi, penghasilannya jauh dari cukup.

“Sehari dapat 20 ribu, 30 ribu itu tergantung yang beli. Kadang 50 ribu juga suka dapat. Jualan dari jam tujuh pagi, sampai rumah jam satu atau dua siang,” katanya.

Memet memiliki tiga orang anak. Dua di antaranya telah berumah tangga, sementara satu anak lainnya masih menjadi tanggungannya. Enam bulan lalu, duka mendalam menyelimuti hidupnya setelah sang istri, yang selama ini setia mendampingi, meninggal dunia.

Meski kehilangan itu meninggalkan luka, Memet memilih tidak bergantung pada siapa pun. Ia tetap bekerja, berjalan dari satu tempat ke tempat lain, demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca juga: Bobon Santoso Ikuti Jejak Farida, Jual Akun Rp20 M & Siap Pensiun dari Dunia YouTube

“Istri meninggal sudah enam bulan lalu. Ya dijalani saja, disyukuri,” ucapnya pelan.

Di tengah usia yang kian menua dan langkah yang tak lagi sekuat dulu, Memet tetap berjalan. Bukan hanya membawa dagangan, tetapi juga membawa kisah tentang keteguhan, kerja keras, dan pilihan untuk tetap mandiri di tengah keterbatasan hidup.

Tribun Jatim | Ani Susanti | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
kakekjalan kakiberjualan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved