Berita Viral
Diduga Lecehkan Wanita, Staf Khusus Gubernur Terlibat Insiden di Warung
Sebuah peristiwa di warung makan mendadak viral. Dugaan pelecehan yang dilakukan staf khusus gubernur berujung aksi penyiraman air
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah insiden di warung makan kawasan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, mendadak menyita perhatian publik. Seorang staf khusus Gubernur Sulut harus kehilangan jabatannya setelah diduga melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan berusia 21 tahun.
Peristiwa itu terjadi saat korban tengah makan di sebuah warung. Menurut keterangan awal, korban merasa dilecehkan setelah bokongnya diduga disentuh oleh oknum staf gubernur tersebut.
Merasa tidak terima, korban bereaksi spontan. Ia bersama temannya langsung menyiram terduga pelaku dengan air di lokasi kejadian. Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan kini menjadi salah satu bukti yang didalami kepolisian.
Tak lama setelah kejadian, korban mendatangi Polresta Manado untuk melaporkan dugaan pelecehan tersebut. Polisi hingga kini masih mengumpulkan keterangan dari korban, saksi, serta pihak-pihak lain yang terkait.
Baca juga: Sosok Fajri Hidayatullah Tim Ahli Stafsus Menteri, Penyandang Disabilitas Tuna Netra, Ini Kisahnya
Gubernur Sulut Ambil Langkah Tegas
Meski kasus tersebut masih dalam tahap dugaan dan penyelidikan, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) langsung mengambil sikap tegas. Oknum staf khusus berinisial DD itu resmi diberhentikan dari jabatannya.
Keputusan tersebut disampaikan Pelaksana Harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulut, Denny Mangala, pada Senin (1/2/2026).
“Begitu menerima informasi adanya dugaan pelecehan, Pak Gubernur langsung memerintahkan agar yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya sebagai staf khusus,” ujar Denny, dikutip Selasa (3/2/2026).
Ia menegaskan, Gubernur YSK sama sekali tidak mengetahui maupun terlibat dalam tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum tersebut.
“Peristiwa ini murni urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Gubernur Sulawesi Utara,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sulut, lanjut Denny, sepenuhnya menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum dan memastikan tidak ada intervensi dalam proses penyelidikan.
Baca juga: Terseret Kasus Korupsi Kuota Haji, Eks Stafsus Menag Gus Alex Juga Jadi Tersangka Terungkap Perannya
Dugaan Pelecehan dan Proses Hukum
Kasus ini kini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat bahwa dugaan pelecehan seksual, sekecil apa pun bentuknya, bukan perkara sepele.
Dalam hukum pidana, tindakan pelecehan seksual dapat dikategorikan sebagai tindak kejahatan terhadap kesusilaan dan diancam hukuman pidana. Proses hukum baru dapat berjalan apabila korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib, sebagaimana yang telah dilakukan dalam kasus ini.
Polisi masih mendalami rekaman CCTV dan keterangan para saksi untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi di warung makan tersebut.
Langkah cepat pemecatan oknum staf gubernur ini dinilai sebagai bentuk ketegasan pemerintah daerah dalam menyikapi dugaan pelanggaran etik dan hukum, sekaligus sebagai pesan bahwa tindakan pelecehan tidak dapat ditoleransi, siapa pun pelakunya.
Sumber: TribunTrends.com
| 1.720 SPPG Ditutup Sementara, Tetap Dapat Insentif Rp 6 Juta Per Hari, untuk Urus Berbagai Kebutuhan |
|
|---|
| Momen Sausan Selamat dari Kecelakaan Kereta Api Bekasi, Tabrakan Terjadi Usai Dirinya Buka Puasa |
|
|---|
| Nasib Sopir Taksi Green SM yang Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Kereta Api Bekasi, Kini Diamankan |
|
|---|
| Detik-detik KRL Tertabrak KAJJ Argo Bromo, Penumpang Panik Listik Tiba-tiba Mati, Hantaman Kencang |
|
|---|
| Postingan Terakhir Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Tulis Doa untuk Ultah Suaminya 'I Love You More' |
|
|---|