Berita Viral
Nasib Penjual Es Gabus yang Difitnah & Dianiaya Oknum, Hotman Paris: Saya Kirim 10 Pengacara Gratis!
Hotman Paris pasang badan untuk Suderajat si penjual es gabus yang difitnah dan dianiaya oleh oknum berseragam, pengacara kondang siap kirim 10 orang.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Suderajat telah berusaha menjelaskan bahwa es miliknya dibuat dari bahan pangan standar pabrik rumahan, para oknum tersebut tetap gelap mata
- Tak berhenti pada penghancuran barang dagangan, Suderajat mengaku dipaksa menjalani hukuman fisik yang merendahkan martabatnya
- Tersentuh oleh ketidakadilan yang menimpa rakyat kecil, Hotman secara tegas menyatakan siap memberikan bantuan hukum cuma-cuma melalui tim Hotman 911
TRIBUNTRENDS.COM - Nasib malang menimpa Suderajat (49), seorang ayah lima anak yang menggantungkan hidupnya dari berjualan es gabus keliling.
Alih-alih membawa pulang rezeki untuk keluarga, pria paruh baya ini justru pulang dengan luka fisik dan trauma mendalam setelah menjadi korban kesewenang-wenangan oknum aparat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu pagi (24/1/2026).
Fitnah Keji di Balik Gerobak Es
Pagi itu bermula seperti biasa bagi Suderajat. Namun, keadaan berubah mencekam saat sekelompok oknum mendatangi dagangannya.
Tanpa alasan yang jelas, Suderajat dituduh menjual es berbahan spons atau busa.
Meski Suderajat telah berusaha menjelaskan bahwa es miliknya dibuat dari bahan pangan standar pabrik rumahan, para oknum tersebut tetap gelap mata.
Dagangannya dihancurkan dan diremas hingga tak bersisa.
"Jadi dia beli kue (polisi). Saya belum tahu dia polisi. Dia nyobain esnya, enggak enak dibejek-bejek. Terus dilempar ke muka saya," katanya kepada awak media pada Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Trauma Mendalam Suderajat, Penjual Es Gabus Kini Memilih Jualan di Rumah Setelah Difitnah oleh Oknum
Intimidasi dan Kekerasan Fisik yang Tak Manusiawi
Tak berhenti pada penghancuran barang dagangan, Suderajat mengaku dipaksa menjalani hukuman fisik yang merendahkan martabatnya.
Ia dipaksa berdiri satu kaki tanpa boleh berpegangan, sebuah tindakan intimidasi yang menyiksa fisik dan mentalnya.
Penderitaannya mencapai puncak saat kekerasan fisik mulai terjadi.
Suderajat menceritakan bagaimana ia dipukul di bagian wajah, disabet menggunakan selang, hingga ditendang menggunakan sepatu boot oleh oknum tentara di lokasi kejadian.
"Disuruh berdiri satu kaki. Jangan pegang apa-apa. Ganti-gantian kakinya," katanya.
"Abis itu ditonjok dan disabet. Disabet pake selang sama sepatu boots. Sama tentara ditendangnya," tambah Suderajat dengan nada pilu.
Akibat kejadian tersebut, bahu kanan Suderajat masih terasa sakit dan terdapat luka di dekat matanya akibat hantaman es yang dilempar ke wajahnya.
Baca juga: Nasib Suderajat Pedagang Es Gabus, Ngaku Tak Berani Dagang:Jualan Hancur, Bahu Sakit Dekat Mata Luka
Trauma Mendalam dan Ganti Rugi yang Tak Sebanding
Sumber: TribunTrends.com
| Kasus Dugaan Pencabulan Santri di Ponpes Pati Sudah Berlangsung Lama, Manipulasi Ajaran Thoriqoh |
|
|---|
| Detik-detik Dokter Magang Unsri Meninggal, WA Ibunya dengan Pesan Tak Jelas, Ternyata Lemas di Kosan |
|
|---|
| Bantah Sakit, Menkeu Purbaya Turun Berat Badan Karena Diet, Sebut Sudah Turun 9 Kg, 'Lumayan Kan' |
|
|---|
| Curhatan Terakhir Dokter Magang Unsri, Ngeluh Lelah ke Ibu karena Setiap Hari Harus Berada di RS |
|
|---|
| Viral Sejumlah SPPG yang Di-suspend Tetap Dapat Insentif 6 Juta, Prabowo Minta Dudung Mengecek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Hotman-dan-jajat.jpg)