Berita Viral
Trauma Mendalam Suderajat, Penjual Es Gabus Kini Memilih Jualan di Rumah Setelah Difitnah oleh Oknum
Mengalami trauma yang hebat usai difitnah dan dikeroyok oleh oknum berseragam, kini Suderajat berjualan di rumah karena kapok dan takut terjadi lagi.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Niat hati menjemput rezeki di hiruk pikuk Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/1/2026), Suderajat justru menjadi korban fitnah keji oleh oknum aparat
- Tanpa bukti yang jelas, dagangan Suderajat dituduh mengandung spons bahan berbahaya yang tentu saja tidak layak konsumsi
- Ia memilih untuk berhenti menjadi pedagang keliling dan menetap berjualan di rumah demi rasa aman
TRIBUNTRENDS.COM - Dunia kuliner jalanan Jakarta kembali diwarnai kisah pilu.
Kali ini menimpa Suderajat, seorang pedagang es kue yang harus menelan pil pahit akibat tuduhan tak berdasar.
Niat hati menjemput rezeki di hiruk pikuk Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/1/2026), Suderajat justru menjadi korban fitnah keji oleh oknum aparat.
Kronologi Tuduhan Tak Berdasar
Tanpa bukti yang jelas, dagangan Suderajat dituduh mengandung spons bahan berbahaya yang tentu saja tidak layak konsumsi.
Tak hanya sekadar kata-kata, Suderajat mengaku menerima intimidasi fisik. Dagangannya diremas secara paksa, bahkan dilemparkan tepat ke wajahnya.
Kekerasan tak berhenti di sana. Suderajat dipaksa memakan es buatannya sendiri di depan kamera sebagai bentuk pembuktian yang merendahkan martabat.
Meski hasil pengecekan belakangan menyatakan bahwa es kue tersebut sepenuhnya aman dan layak dikonsumsi, luka batin sang pedagang telanjur menganga.
Baca juga: Rahasia di Balik Hadiah Motor untuk Pedagang Es Gabus, Bukan Permintaan Maaf, Rogoh Kocek Pribadi
Keputusan Pergi dari Ibu Kota
Bagi Suderajat, Jakarta yang semula menjanjikan harapan kini berubah menjadi tempat yang penuh ancaman.
Trauma mendalam membuatnya enggan kembali mengadu nasib di trotoar ibu kota. Sambil menahan getir, ayah lima anak ini mengungkapkan kegelisahannya.
"Mau dagang di sini saya. Kapok ke Jakarta. Kapok," ujarnya saat dijumpai pada Selasa (27/1/2026).
Rasa takut akan keselamatan nyawanya kini membayangi langkah kaki Suderajat jika harus berkeliling lagi.
Ia bahkan mengkhawatirkan tindakan kekerasan yang lebih ekstrem.
"Kapok saya. Malas ke Jakarta, kapok. Takutnya saya ditimpuk pakai batu gede. Mau dagang goreng-gorengan, iya (telor) gulung," katanya.
Baca juga: Akhir Pilu Si Pedagang Es Gabus: Suderajat Terima Motor dan Amplop Modal, Polisi Akui Salah Tuduh
Menatap Babak Baru di Rumah
Setelah insiden memilukan tersebut, Suderajat memutuskan untuk ganti haluan.
Sumber: TribunTrends.com
| LCC 4 Pilar Kalbar Digelar Ulang, SMAN 1 Pontianak Tegaskan Tak Ikut, Sempat Protes, Hormati Hasil |
|
|---|
| 5 Poin Keputusan yang Disampaikan Ketua MPR soal LCC 4 Pilar di Kalbar, Final Ulang, Ganti Juri |
|
|---|
| Pesan Haru Ayah Ocha Usai Putrinya Dizalimi Juri LCC 4 Pilar Kalbar: Tetap Berani Suarakan Keadilan |
|
|---|
| Gibran Bisikkan Tips Debat dan Public Speaking untuk Ocha Jelang Final Ulang LCC 4 Pilar Kalbar |
|
|---|
| Sosok Juri Baru yang Bakal Kawal Final Ulang LCC 4 Pilar Kalbar, MPR Jamin Bebas Intervensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/es-gabus-jajat.jpg)