Berita Viral
GKR Condrokirono Semprot Mbak Rara yang Lancang Ikut Labuhan Keraton Jogja: Harus Izin!
GKR Condrokirono menegaskan bahwa setiap individu atau lembaga di luar struktur keraton yang ingin terlibat wajib memperoleh izin, termasuk Mbak Rara.
Keraton juga menegaskan bahwa setiap individu atau lembaga di luar struktur keraton yang ingin terlibat dalam agenda resmi wajib memperoleh izin dari Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura.
"Kemudian, jika ada pihak luar baik perorangan/lembaga akan terlibat dalam agenda keraton, harus ada izin dari Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura," tegas GKR Condrokirono.
Kehadiran Mbak Rara tidak tercatat sebagai bagian dari struktur pelaksana Labuhan.
Karena itu, langkah penataan dilakukan demi menjaga kesakralan ritual.
Baca juga: Curhatan Mbak Rara Usai Diusir dari Acara Keraton Jogja, Ngaku Bantu Tanpa Dibayar, Sedih Dikhianati
Klarifikasi Mbak Rara
Dalam unggahan akun Instagram pribadinya @rarapawang_cahayatarot, Mbak Rara menyebut dirinya mendapat undangan dari seseorang bernama Romo Rekso.
"Halo ini ya udah tak balas aku biasa simpan chat wa itu sebulan baru tak hapusin ini ternyata aku masih save chat dg Romo Rekso dan rekan2 di bawah langit parangkusumo buat persiapan sampai giat acara labuhan #parangkumo intinya kalau buat acara budaya aku pasti mau bantu gratis meskipun tidak diakui," tulis Mbak Rara dalam akun Instagram pribadinya seperti dikutip TribunTrends.com, Jumat (23/1/2026).
Mbak Rara mengaku sering membantu acara Keraton Jogja dalam beberapa kesempatan.
"Faktanya acara Kraton Jogya sering tak support doa pawang hujan baik ke lokasi maupun jarak jauh memohon berkah Tuhan agar dikabulkan cuaca baik minta restu leluhur diantaranya kakhi semar & eyang sultan agung juga eyang samber nyawa kandjeng Ibu ratu Kidul. Selama ini sukses nah kalau acara Kraton Kasunanan Surakarta sudah sejak lama aku yg support doa pawang hujan terutama pas suro beruntung rasanya atas izin-Nya Tuhan dan restu semesta dikabulkan dg baik sukses bahagia salam rahayu saking Kulo mbak ra2," lanjutnya.
Labuhan Keraton Yogyakarta
Labuhan Keraton Yogyakarta biasanya dilaksanakan setiap tanggal 29 Rajab dalam kalender Jawa, dan yang terbaru digelar pada Senin, 19 Januari 2026, di Pantai Parangkusumo.
Ini adalah bagian dari perayaan Tingalan Jumenengan Dalem (peringatan naik takhta Sri Sultan HB X) yang bertepatan dengan Tahun Dal 1959 (Labuhan Ageng).
Upacara ini dimaknai sebagai laku spiritual untuk membuang sifat-sifat buruk dan memanjatkan doa keselamatan.
Tahun ini, Tingalan Jumenengan Dalem memperingati 38 tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X bertakhta.
Selain di Pantai Parangkusumo, rangkaian Labuhan tahun ini juga digelar di Gunung Merapi, Gunung Lawu, dan Dlepih, Kabupaten Wonogiri.
Prosesi tersebut menjadi bagian penting dari tradisi Keraton Yogyakarta yang dijaga ketat tata cara dan aturannya hingga kini.
(TribunTrends/ Amr)
Sumber: TribunTrends.com
| Pelaku Pembunuhan Wanita di Yasmin Bogor Langsung ke Pantai Usai Buang Jasad, Diduga Refreshing |
|
|---|
| Davin yang Bawa Kabur Calon Pengantin di Pati Bersedia Ganti Rugi 70 Juta, Dicicil 4 Juta Per Bulan |
|
|---|
| Tak Hanya Calon Pengantin, Eks Karyawan WO Marwah juga Jadi Korban, 8 Bulan Tak Digaji, Owner Kabur |
|
|---|
| Cara Tertibkan Pedagang di CFD Dianggap Kurang Humanis, Satpol PP Bela Diri: Mereka Gak Keberatan |
|
|---|
| Ayah Santriwati di Pekalongan Sebut Putrinya Melahirkan Tanpa Tersentuh Lelaki: Ini Kehendak Tuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/KERATON-JOGJA-GKR-Condrokirono-dan-Mbak-Rara-pawang-hujan.jpg)