Insiden Pesawat ATR di Maros
Mencari Suara Minta Tolong: Langkah Kaki Farhan Kopilot ATR Terdeteksi Tapi Suaranya Tak Terdengar
Basarnas belum menemukan indikasi kehidupan dan masih menunggu verifikasi dari Cyber Polda Sulsel terkait jejak Farhan kopilot pesawat ATR
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Smartwatch kopilot Farhan Gunawan diklaim masih merekam aktivitas langkah kaki
- Data digital memunculkan harapan, namun belum dianggap bukti kehidupan oleh SAR
- Basarnas menegaskan belum menemukan indikasi kehidupan dan masih menunggu verifikasi teknis dari Cyber Polda Sulsel
TRIBUNTRENDS.COM - Di antara kabut tebal, jurang terjal, dan sunyi yang mencekam di Gunung Bulusaraung, secercah harapan kembali menyala.
Harapan itu datang untuk keluarga Farhan Gunawan, kopilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Bukan dari suara teriakan atau temuan visual, melainkan dari sebuah benda kecil yang melekat di pergelangan tangan sebuah smartwatch yang diklaim masih merekam aktivitas langkah kaki Farhan, bahkan setelah pesawat dinyatakan jatuh.
Bagi keluarga, data tersebut bukan sekadar angka digital.
Ia menjadi simbol kehidupan, bukti perjuangan, dan alasan terakhir untuk terus percaya bahwa Farhan masih bertahan di tengah ganasnya alam Bulusaraung.
Baca juga: Janji Suci Lina Istri Capt Andy Pilot Pesawat ATR, Agenda 4 Februari Batal Terwujud: Mas di Mana?
Data Smartwatch Jadi Tanda Kehidupan
Pihak keluarga menyebut smartwatch yang dikenakan Farhan Gunawan mencatat hingga 13.647 langkah setelah insiden jatuhnya pesawat.
Informasi ini disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan (30), perwakilan keluarga Farhan, pada Senin, 19 Januari 2026.
Data tersebut diketahui setelah ponsel milik Farhan ditemukan dan diserahkan kepada Dian Mulyani Hasibuan, kekasih Farhan, di posko tim SAR Desa Tompobulu.
Ponsel itu ditemukan pada Minggu, 18 Januari 2026, dan diketahui masih terhubung dengan smartwatch yang dikenakan Farhan.
“HP itu dipegang adik saya. Setelah dicek, terlihat ada pergerakan langkah kaki, mulai pagi, siang, sampai malam. Totalnya tercatat 13.647 langkah,” ujar Pitri.
Berdasarkan tangkapan layar yang diperlihatkan pihak keluarga, data langkah kaki tersebut tercatat antara pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita pada Minggu malam.
Bagi keluarga, temuan ini memperkuat keyakinan bahwa Farhan masih berusaha bertahan hidup di tengah medan ekstrem yang penuh bahaya.
Smartwatch Masih Aktif, Harapan Tak Padam
Smartwatch milik Farhan Gunawan disebut masih aktif dan terhubung dengan ponsel yang ditemukan di kawasan hutan Gunung Bulusaraung.
Jejak langkah kaki yang terekam menjadi satu-satunya petunjuk yang kini digenggam keluarga.
Sumber: TribunTrends.com
| Sosok Sakti Wahyu Trenggono, Menteri KKP yang Pingsan saat Upacara Penghormatan Korban ATR 42-500 |
|
|---|
| Penyebab Menteri KP Sakti Wahyu Pingsan saat Upacara Penyerahan Jenazah Korban Pesawat ATR, Digotong |
|
|---|
| Langkah Kaki Kopilot Farhan Gunawan Akhirnya Terhenti, Hari Ini Dimakamkan di Gowa Sulawesi Selatan |
|
|---|
| Sosok Pilot Erik Onggeleng Kekasih Pramugari Florencia, Harusnya Menikah Malah Antar ke Pemakaman |
|
|---|
| Kenang Sosok Esther Pramugari Pesawat ATR 42-500, Paman: Pribadi Baik dan Kesayangan Ayahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Smartwatch-Farhan-Gunawan-terpantau-masih-aktif.jpg)