Insiden Pesawat ATR di Maros
Detail Data Smartwatch Kopilot Farhan yang Diterima Sang Pacar, Jumlah Langkah Kaki Terus Bertambah
Berikut detail data smartwatch milik Kopilot Farhan Gunawan yang jadi petunjuk baru jatuhnya pesawat ATR 42-500
Penulis: Galuh Palupi Swastyastu
Editor: Galuh Palupi
“Dalam kurun waktu golden time ini, kita mengharapkan ada keajaiban," kata Mohammad Syafii, saat meninjau Posko Pencarian Korban Pesawat ATR di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Senin (19/1/2026).
"Selama kita belum benar-benar menemukan, kita pasti akan mengejar dalam waktu yang ada,” imbuhnya.
Ia menyampaikan, kurang dari 24 jam sejak pesawat dilaporkan hilang, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut.
Sosok Farhan Gunawan
Farhan Gunawan merupakan alumnus Sekolah Islam Athirah Makassar.
Ia tercatat sebagai salah satu kru pesawat ATR 42‑500 bernomor registrasi PK‑THT yang hilang kontak sebelum ditemukan jatuh di wilayah hutan Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Sulsel.
Eks Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril menyebut Farhan sebagai sosok yang aktif sejak masa sekolah.
“Farhan pernah menjadi Ketua OSIS SMP Islam Athirah periode 2014-2015 dan Ketua OSIS SMA Islam Athirah periode 2016-2017,” ujarnya pada tribun-timur.com, Minggu (18/1/2026).
Baca juga: Sebentar Lagi Menikah, Pramugari Florencia Lolita Wibisono Jadi Korban Pesawat ATR: Menyakitkan!
Farhan menamatkan pendidikan SMP pada tahun 2016, kemudian melanjutkan ke SMA Athirah.
Setelah lulus, ia menempuh pendidikan di Akademi Penerbangan Indonesia dan tercatat sebagai alumni Taruna.
Keluarga Co-Pilot Pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, berangkat ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kedua orang tua Farhan, berangkat dari Malili, Kabupaten Luwu Timur, tak lama setelah insiden hilangnya kontak pesawat milik Indonesia Air Transport, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita siang.
Bapak Farhan, Capt Gunawan dan sang Ibunda Hj Indah dikabarkan tiba di Makassar, Minggu (18/1/2026) subuh.
Kedatangan orang tua Farhan di Makassar demi menunggu kabar pasti anaknya yang kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Setelah dua hari pencarian, tim SAR gabungan lokasi pesawat yang ditumpangi crew dan penumpang berjumlah 10 orang itu mulai dipetakan.
Tim SAR gabungan telah menemukan serpihan puing pesawat berisi 10 orang itu di sejumlah titik lereng Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan.
"Basarnas masih bekerja di lokasi, dan kedua orang tuanya (Farhan) sudah ada di Bandara Makassar," jelas Paman Farhan, Herman H Wahyu, kepada Tribun-Timur.com, Minggu sekitar pukul 16.55 Wita sore. (Tribun Trends/GPS)
Sumber: TribunTrends.com
| Sosok Sakti Wahyu Trenggono, Menteri KKP yang Pingsan saat Upacara Penghormatan Korban ATR 42-500 |
|
|---|
| Penyebab Menteri KP Sakti Wahyu Pingsan saat Upacara Penyerahan Jenazah Korban Pesawat ATR, Digotong |
|
|---|
| Langkah Kaki Kopilot Farhan Gunawan Akhirnya Terhenti, Hari Ini Dimakamkan di Gowa Sulawesi Selatan |
|
|---|
| Sosok Pilot Erik Onggeleng Kekasih Pramugari Florencia, Harusnya Menikah Malah Antar ke Pemakaman |
|
|---|
| Kenang Sosok Esther Pramugari Pesawat ATR 42-500, Paman: Pribadi Baik dan Kesayangan Ayahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Kolase-potret-lokasi-pesawat-ATR-42-500-jatuh-dan-potret-Kopilot-Farhan-Gunawan.jpg)