Breaking News:

Insiden Pesawat ATR di Maros

Detail Data Smartwatch Kopilot Farhan yang Diterima Sang Pacar, Jumlah Langkah Kaki Terus Bertambah

Berikut detail data smartwatch milik Kopilot Farhan Gunawan yang jadi petunjuk baru jatuhnya pesawat ATR 42-500

Tayang:
TikTok/@calonimanmu023
KORBAN PESAWAT JATUH - Kolase potret lokasi pesawat ATR 42-500 jatuh dan potret Kopilot Farhan Gunawan 
Ringkasan Berita:
  • Harapan baru muncul setelah smartwatch milik Kopilot Farhan Gunawan pesawat ATR 42-500 catat adanya langkah kaki
  • Keluarga menganggap ini tanda dari Farhan bahwa ia masih selamat
  • Keluarga minta bantuan pada Prabowo agar menerjunkan lebih banyak tim penyelamat

 

TRIBUNTRENDS.COM - Temuan keluarga di ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan jadi petunjuk penting.

Pesawat tersebut jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).

Diperkirakan pesawat jatuh dan meledak lantaran puing-puingnya tersebar di area tersebut.

Kondisi ini sempat membuat pesimis, namun petunjuk baru datang hingga menimbulkan harapan.

Keluarga Kopilot Farhan Gunawan menemukan temuan baru di hp milik Farhan yang terjatuh di hutan.

HP tersebut ditemukan tim SAR di hutan dan langsung dikembalikan kepada keluarga pada Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Mukjizat? Smartwatch Farhan Gunawan Masih Aktif Usai Pesawat ATR Jatuh: Ada Pergerakan Langkah Kaki

KORBAN PESAWAT JATUH - Kolase potret lokasi pesawat ATR 42-500 jatuh dan potret Kopilot Farhan Gunawan
KORBAN PESAWAT JATUH - Kolase potret lokasi pesawat ATR 42-500 jatuh dan potret Kopilot Farhan Gunawan (TikTok/@calonimanmu023)

Kini ponsel milik Farhan dipegang oleh kekasihnya, Dian Mulyana Hasibuan.

Kakak Dian, Pitri Keandedes Hasibuan mengungkap ponsel milik Farhan masih terhubung ke smartwatch atau jam tangan pintar yang ia pakai.

Dari sanalah diketahui jika data terbaru di smartwatch menunjukkan adanya pergerakan langkah kaki setelah pesawat jatuh.

"Pesawat jatuh tanggal 17, terus tanggal 18 dilakukan pencarian.

Dan hp Farhan ada di hutan, terus hpnya udah dipegang sama adik saya.

Nah hpnya itu kehubung sama smartwatch-nya, terus dicek smartwatch-nya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan.

Dari pagi jam 6 ada berapa langkah, terus jam 10 ada lagi, sampai malam juga ada, saya lupa jamnya berapa aja.

Intinya pergerakan kakinya itu makin lama makin bertambah," ungkap Pitri sambil menangis.

Data langkah kaki yang terekam di smartwatch milik Farhan menunjukkan adanya pergerakan 9 ribu langkah kaki pada Minggu (18/1/2026) pukul 6 sore.

Baca juga: Sosok Florencia Lolita Wibisono, Calon Pengantin Jadi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-5000

Langkah kaki kemudian bertambah menjadi 13.647 langkah pada pukul 10 di hari yang sama.

Bagi keluarga, hal ini adalah tanda-tanda yang dikirimkan Farhan bahwa ia masih hidup.

Sang kakak lantas meminta agar tim pencari di lapangan diperbanyak guna pencarian yang lebih intensif.

Jika benar Farhan masih hidup, maka ini adalah hari ketiganya bertahan di hutan.

"Ini hari ketiganya di hutan, jadi tolong kepada Bapak Prabowo atau siapapun yang bisa memberikan bantuan.

Tolong turunkan sim SAR lebih banyak lagi pak sekaligus helikopter atau apa pak yang bisa menyelamatkan Farhan di hutan sana.

Saya mohon sekali pak, tolong selamatkan Farhan.

Karena Farhan sudah ngasih tanda-tanda," pungkas Pitri.

 

Masa Golden Time Pencarian Korban

Sementara itu, pencarian korban pesawat katuh ATR 42-500 memasuki hari ketiga pada Senin (19/1/2026).

Baca juga: Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan Catat Pergerakan Langkah Kaki, Kakak Menangis: Ada Harapan

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya Mohammad Syafii menyebut pencarian saat ini berada pada fase golden time.

Sehingga pihaknya berharap adanya keajaiban dalam upaya menemukan dan mengevakuasi seluruh korban.

Golden time (waktu emas) artinya periode waktu kritis yang sangat menentukan hasil akhir suatu peristiwa, terutama dalam kondisi darurat seperti medis atau bencana, di mana tindakan cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa atau meminimalkan kerusakan permanen.

HILANG KONTAK- Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak saat melintasi Wilyah Leang Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan
HILANG KONTAK- Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak saat melintasi Wilyah Leang Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Tribunnews.com/HO/IST)

Fase golden time (waktu emas) untuk evakuasi korban kecelakaan pesawat, khususnya dalam konteks pencarian dan pertolongan (SAR) di Indonesia, umumnya dipatok dalam 72 jam pertama. 

“Dalam kurun waktu golden time ini, kita mengharapkan ada keajaiban," kata Mohammad Syafii, saat meninjau Posko Pencarian Korban Pesawat ATR di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Senin (19/1/2026).

"Selama kita belum benar-benar menemukan, kita pasti akan mengejar dalam waktu yang ada,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, kurang dari 24 jam sejak pesawat dilaporkan hilang, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut.

Sosok Farhan Gunawan

Farhan Gunawan merupakan alumnus Sekolah Islam Athirah Makassar.

Ia tercatat sebagai salah satu kru pesawat ATR 42‑500 bernomor registrasi PK‑THT yang hilang kontak sebelum ditemukan jatuh di wilayah hutan Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Sulsel.

Eks Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril menyebut Farhan sebagai sosok yang aktif sejak masa sekolah.

“Farhan pernah menjadi Ketua OSIS SMP Islam Athirah periode 2014-2015 dan Ketua OSIS SMA Islam Athirah periode 2016-2017,” ujarnya pada tribun-timur.com, Minggu (18/1/2026).

Baca juga: Sebentar Lagi Menikah, Pramugari Florencia Lolita Wibisono Jadi Korban Pesawat ATR: Menyakitkan!

Farhan menamatkan pendidikan SMP pada tahun 2016, kemudian melanjutkan ke SMA Athirah.

Setelah lulus, ia menempuh pendidikan di Akademi Penerbangan Indonesia dan tercatat sebagai alumni Taruna.

PESAWAT ATR JATUH - Potret Muh. Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR 42‑500, alumni SMP dan SMA Sekolah Islam Athirah Makassar. Pesawat ATR 42‑500 milik Indonesia Air Transport jatuh di perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Keluarga Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Pangkep, Sulsel.
PESAWAT ATR JATUH - Potret Muh. Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR 42‑500, alumni SMP dan SMA Sekolah Islam Athirah Makassar. Pesawat ATR 42‑500 milik Indonesia Air Transport jatuh di perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Keluarga Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Pangkep, Sulsel. (Tribun Timur.com)

Keluarga Co-Pilot Pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, berangkat ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Kedua orang tua Farhan, berangkat dari Malili, Kabupaten Luwu Timur, tak lama setelah insiden hilangnya kontak pesawat milik Indonesia Air Transport, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita siang. 

Bapak Farhan, Capt Gunawan dan sang Ibunda Hj Indah dikabarkan tiba di Makassar, Minggu (18/1/2026) subuh. 

Kedatangan orang tua Farhan di Makassar demi menunggu kabar pasti anaknya yang kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan. 

Setelah dua hari pencarian, tim SAR gabungan lokasi pesawat yang ditumpangi crew dan penumpang berjumlah 10 orang itu mulai dipetakan. 

Tim SAR gabungan telah menemukan serpihan puing pesawat berisi 10 orang itu di sejumlah titik lereng Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan. 

"Basarnas masih bekerja di lokasi, dan kedua orang tuanya (Farhan) sudah ada di Bandara Makassar," jelas Paman Farhan, Herman H Wahyu, kepada Tribun-Timur.com, Minggu sekitar pukul 16.55 Wita sore. (Tribun Trends/GPS)

Tags:
Farhan Gunawanpesawat ATR 42-500Kabupaten Maros
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved