Breaking News:

Berita Viral

Ternyata Petugas Argi Bukan Dipecat, KAI Tegaskan Mispersepsi Fatal, Lepas Dinas Bukan Kasus Pertama

Argi bukan dipecat hanya lepas dinas, Argi bekerja melalui perusahaan mitra, dan mitra tersebut juga memastikan tidak ada PHK pada Argi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sinta Manila
Editor: Sinta Manila
Istimewa/Threads
DRAMA TUMBLER HILANG - Argi bukan dipecat hanya lepas dinas, Argi bekerja melalui perusahaan mitra, dan mitra tersebut juga memastikan tidak ada PHK pada Argi. 

Anne menyebut bahwa standar itu berlaku untuk seluruh pegawai PT KAI (Persero).

Ia bahkan pernah merasakan hal serupa hingga dua minggu tidak muncul lebih dulu ke publik.

"Saya pernah mengalami di mana saya tidak bisa berbicara ke publik dulu karena ada beberapa masalah yang harus diclearkan. Setelah itu diclearkan, baru kita kembali bekerja," ucap Anne.

DRAMA TUMBLER HILANG - Argi bertemu dengan Anita dan Alvin untuk mediasi kasus tumbler hilang di KRL. Argi bukan dipecat hanya lepas dinas, Argi bekerja melalui perusahaan mitra, dan mitra tersebut juga memastikan tidak ada PHK pada Argi.
DRAMA TUMBLER HILANG - Argi bertemu dengan Anita dan Alvin untuk mediasi kasus tumbler hilang di KRL. Argi bukan dipecat hanya lepas dinas, Argi bekerja melalui perusahaan mitra, dan mitra tersebut juga memastikan tidak ada PHK pada Argi. (Instagram/@commuterline)

Bukan kali pertama ada petugas yang dilapas dinas

Pada kesempatan yang sama Anne menjelaskan bahwa lepas dinas bukan berarti dipecat atau tidak lagi dipekerjakan.

Sesuai standar KAI, lepas dinas perlu dilakukan untuk memastikan segala permasalahan diklarifikasi dan diselesaikan dengan baik.

"Dalam beberapa saat ketika kita sudah melakukan recovery-nya, kita biasanya akan mengembalikan pegawai tersebut untuk beraktivitas kembali. Jadi recharge gitu, ya," beber Anne.

Adapun selama proses berlangsung, KAI akan mendampingi termasuk memberikan berbagai layanan.

Dalam kasus kereta anjlok di Bekasi yang dikategorikan sebagai Peristiwa Luar Biasa (PLH) belum lama ini, misalnya, KAI memberikan layanan psikologis kepada masinis yang menghadapi peristiwa tersebut.

"Kalau terkait dengan keselamatan seperti masinis itu recovery, pakai psikologi juga, karena itu kan terkait keselamatan. Selama dalam masa investigasi pasti dia tidak didinaskan, kan dia akan stress gitu ya, dia akan ditanya banyak hal dan yang lain. Ini kan sebenarnya perlindungan, bukan berarti dia salah," jelasnya.

Kronologi kasus

Kasus ini bermula saat Anita menaiki KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung pada Senin (17/11/2025).

Ia menumpang gerbong khusus perempuan dan turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB.

Baru setelah turun, Anita sadar bahwa cooler bag miliknya tertinggal di bagasi kereta.

Barang tersebut kemudian ditemukan oleh satpam PT KAI bernama Argi pada malam yang sama.

Cooler bag langsung diamankan dan sempat didokumentasikan sebagai bagian dari prosedur penanganan barang tertinggal.

Keesokan harinya, Anita dan suaminya mengambil cooler bag itu di Stasiun Rangkasbitung.

Halaman 2/3
Tags:
tumbler hilang di KRLKAIArgiAnita Dewi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved