Breaking News:

Berita Viral

Harapan Saidi Menantikan Kabar Cucu dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo

Saidi, seorang kake yang tetap tabah menunggu kabar mengenai cucunya yang menjadi korban reruntuhan ponpes Al Khoziny di Sidoarjo.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Kolase (KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH)/(Harian Surya/Taufik)
Saidi, seorang kake yang tetap tabah menunggu kabar mengenai cucunya yang menjadi korban reruntuhan ponpes Al Khoziny di Sidoarjo. 

TRIBUNTRENDS.COM - Kecemasan menelan Saidi (67), selama berjam-jam, matanya terpaku pada satu objek, layar monitor di hadapannya. 

Pria paruh baya asal Sidoarjo ini hanya memiliki satu harapan, yakni melihat cucu kesayangannya, Muhammad Adam Fidiansyah, dievakuasi dari reruntuhan.

Perasaan cemas itu begitu dominan, mengalahkan rasa lapar di perutnya dan kekosongan di pikirannya. 

Monitor yang ia tatap memutar rekaman proses evakuasi dari puing-puing Mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, yang telah ambruk lima hari sebelumnya.

Saidi duduk dengan lutut didekap, menatap layar dengan saksama. 

Telah memantaunya berjam-jam, dan selama itu, ia tak mampu menyembunyikan raut wajah sedihnya. 

Ia bahkan tidak beranjak sedikit pun, meskipun di dekatnya para awak media sedang mewawancarai pimpinan Basarnas. 

Pandangannya tetap terkunci, tak teralihkan dari monitor.

Baca juga: Pilihan Berat Nur Ahmad Santri Ponpes Al Khoziny, Siap di Amputasi di Tempat Setelah Reruntuhan

“Setiap saat saya natap layar ini. Tadi di situ (layar monitor luar) karena panas jadi saya pindah ke dalam posko ini,” ujarnya menjelaskan.

Kecemasan yang membelenggunya itu, menurut Saidi, baru akan terobati jika nama cucu pertama kesayangannya, Muhammad Adam Fidiansyah, masuk dalam daftar jenazah mengubah status pencarian menjadi penemuan.

“Sudah dari Senin di sini, nggak enak makan nasi. Cuma rokok sama roti. Cucu saya belum ketemu,” kata Saidi saat dihampiri Kompas.com pada Jumat (3/10/2025).

Adam merupakan salah satu santri Ponpes Al Khoziny yang hingga kini belum ditemukan oleh petugas SAR di tengah proses evakuasi mushala tiga lantai itu.

Tiba-tiba, ia menunjukkan antusiasme yang singkat, Saidi dengan cepat mengeluarkan telepon genggamnya dan menunjukkan video cucunya yang sedang mengaji. Tanpa ia sadari, air mata perlahan menetes.

“Seminggu lalu pulang ke rumah sakit terus berobat dan maunya kembali ke pondok. Setelah itu ada insiden ini,” ungkap Saidi, suaranya terbata-bata sambil mengusap air mata.

Di mata Saidi, cucu pertamanya itu adalah sosok yang pendiam, penurut, dan tidak pernah merengek meminta sesuatu. 

Halaman 1/2
Tags:
Ponpes Al Khozinysantricucu
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved