Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Bantah Kena OTT tapi Akui Perusahaan Keluarga: Tak Ada Serupiah Pun!
Fadia Arafiq membantah telah terjaring dalam OTT lantaran tidak ada barang atau uang yang disita KPK dalam penangkapannya.
Editor: Amir M
Ringkasan Berita:
- Fadia Arafiq ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan.
- KPK menduga perusahaan milik keluarga Fadia Arafiq diarahkan memenangkan proyek pemerintah sejak 2023–2026 dengan nilai transaksi Rp46 miliar, sekitar Rp19 miliar di antaranya diduga mengalir ke keluarga bupati.
- Fadia Arafiq membantah kena OTT, namun mengakui perusahaan tersebut milik keluarganya.
TRIBUNTRENDS.COM - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membantah dirinya ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia berdalih tidak ada barang bukti atau uang yang disita saat penangkapan.
Namun di sisi lain, Fadia mengakui perusahaan yang diduga terkait kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan merupakan milik keluarganya, meski ia menegaskan bukan perusahaan pribadinya.
Pernyataan itu memunculkan sorotan karena bertolak belakang dengan temuan KPK yang menduga perusahaan keluarga tersebut mendapat banyak proyek pemerintah dan sebagian dananya mengalir ke keluarga bupati.
Sebelumnya, Fadia Arafiq yang terjaring dalam OTT KPK di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026), telah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (4/3/2026).
Duduk perkara kasus
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, mengungkapkan, hasil penyelidikan KPK menunjukkan bahwa kasus dugaan korupsi ini berlangsung sejak Fadia Arafiq pertama kali menjabat sebagai Bupati Pekalongan (2021-2024).
Kemudian pada 2022, suami Fadia, Mukhtaruddin Ashraff Abu, dan anaknya, Muhammad Sabiq Ashraff, mendirikan perusahaan PT RNB (Raja Nusantara Berjaya).
Sabiq dipilih sebagai Direktur PT RNB, sedangkan Mukhtaruddin Ashraff sebagai komisaris.
Pada 2024, Fadia menunjuk Rul Bayatun sebagai Direktur PT RNB.
“Orang yang tidak tahu tidak mengerti menganggap bahwa perusahaan ini tidak ada hubungannya dengan bupati karena tidak kelihatan hubungan secara kekeluarganya, karena ini adalah orang kepercayaan,” Asep Guntur Rahayu pada Rabu (4/3/2026).
Asep mengatakan, Fadia mendapatkan banyak keuntungan seiring dengan banyaknya proyek pengadaan barang dan jasa yang dilakukan PT RNB di sejumlah Perangkat Daerah Pemkab Pekalongan.
Terlebih lagi, sebagian besar pegawai PT RNB merupakan tim sukses Bupati Fadia yang dipekerjakan di sejumlah Pemkab Pekalongan.
Pada tahun 2025, PT RNB mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan dengan mengerjakan pengadaan jasa outsourcing di 17 Perangkat Daerah, 3 RSUD, dan 1 Kecamatan.
Jika dilihat lebih jauh, selama tahun 2023 - 2026, terdapat transaksi masuk ke PT RNB senilai Rp46 miliar yang bersumber dari kontrak antara PT RNB dan Perangkat Daerah di Pemkab Pekalongan.
Kemudian dari uang tersebut, yang digunakan untuk pembayaran gaji pegawai outsourcing hanya sebesar Rp22 miliar.
Sumber: Kompas.com
| Isu Prabowo Reshuffle Kabinet Hari Ini, Daftar Nama Pejabat Diduga Diganti, Ada yang Isi Pos Baru |
|
|---|
| Gubernur Kaltim Rudy Masud Siap Audit Terbuka Rumdin Rp25 M, Janji Selektif Beli Barang & Transparan |
|
|---|
| Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Idrus Marham Bahas Kinerja: yang Tak Produktif Harus Diganti |
|
|---|
| Tanggung Biaya Kursi Pijat, Gubernur Kaltim Rudy Masud juga Coret Nama Adik: Tiadakan Keterlibatan |
|
|---|
| Rekam Jejak Letjen Djon Afriandi, Hoaks Tampar Seskab Teddy, Raih Adhi Makayasa, Panglima Kopassus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Bupati-Pekalongan-Fadia-Arafiq-kena-ott-KPK-kakak-dari-artis-Fairuz-A-Rafiq.jpg)