Breaking News:

Sosok Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas dalam Serangan Amerika Serikat dan Israel

Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran timur, dari keluarga religius sederhana.

Tayang:
Editor: Amir M
Kremlin
AYATOLLAH ALI KHAMENEI TEWAS - Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban 

Ringkasan Berita:
  • Kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel mengakhiri lebih dari tiga dekade kepemimpinannya sebagai otoritas tertinggi Iran yang menentukan arah militer, politik, dan kebijakan luar negeri. 
  • Sejak menggantikan Ruhollah Khomeini pada 1989, ia membentuk sikap konfrontatif Iran terhadap Barat, isu nuklir, dan aliansi regional. 
  • Wafatnya memicu ketidakpastian suksesi dan stabilitas kawasan.

TRIBUNTRENDS.COM - Dunia dikejutkan oleh kabar tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026), sosok yang selama lebih dari tiga dekade menjadi pusat kekuasaan tertinggi di Republik Islam Iran.

Di usia 86 tahun, ia bukan sekadar ulama, melainkan figur penentu arah militer, kebijakan luar negeri, hingga dinamika politik domestik Teheran.

Kepergiannya diperkirakan mengguncang keseimbangan politik Iran sekaligus membuka babak baru dalam konstelasi geopolitik Timur Tengah.

Profil dan Latar Belakang Ali Khamenei

Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran timur, dari keluarga religius sederhana.

Ia menempuh pendidikan agama di Mashhad sebelum melanjutkan studi teologi tingkat lanjut di Qom.

Selain dikenal sebagai ulama, Khamenei juga memiliki ketertarikan pada sastra dan puisi.

Pada awal 1960-an, ia bergabung dalam gerakan yang dipimpin Khomeini untuk menentang Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Sejak 1963, ia beberapa kali ditangkap oleh SAVAK, badan intelijen Shah, karena mengorganisasi protes dan menyebarkan literatur anti-rezim.

Ia juga mengalami masa pengasingan.

Ketika gelombang protes 1978-1979 melemahkan monarki, Khamenei kembali aktif dan membantu mengorganisasi demonstrasi untuk mendukung agenda revolusi Islam.

Karier Politik Ali Khamenei

Setelah Revolusi Islam 1979, Khamenei bergabung dengan Dewan Revolusi dan menduduki sejumlah posisi penting, termasuk wakil menteri pertahanan, imam salat Jumat Teheran, serta anggota parlemen.

Pada 1981, setelah Presiden Mohammad Ali Rajai terbunuh, Khamenei terpilih sebagai presiden dan menjabat dua periode hingga 1989.

Pada tahun yang sama, ia selamat dari percobaan pembunuhan ketika bom yang disembunyikan dalam tape recorder meledak saat ia berpidato di masjid, menyebabkan lengan kanannya mengalami cedera permanen.

Usai wafatnya Khomeini pada Juni 1989, Majelis Ahli menunjuk Khamenei sebagai pemimpin tertinggi.

Revisi konstitusi kemudian mengukuhkan posisi tersebut sebagai puncak sistem politik Iran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
Ali Khamenei tewasAli KhameneiIranAmerika SerikatIsraelperang Iran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved