Drama MBG
Harga Telur Terjun Bebas, Satgas MBG Bangkalan Instruksikan SPPG Bikin Menu Telur 3 Kali Seminggu
SPPG di Kabupaten Bangkalan diminta menyajikan menu berbahan dasar telur sebanyak tiga kali dalam sepekan sebagai bagian dari Program MBG
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- SPPG di Kabupaten Bangkalan diminta menyajikan menu berbahan dasar telur sebanyak tiga kali dalam sepekan
- Kebijakan tersebut dibuat sebagai respons terhadap turunnya harga telur di sejumlah daerah yang sempat dilaporkan mencapai sekitar Rp16.000 per kilogram, jauh di bawah harga normal
- Selain meningkatkan konsumsi telur, setiap SPPG dianjurkan memprioritaskan pembelian dari peternak lokal, kelompok peternak, koperasi, atau pemasok daerah yang memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan
TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah tekanan yang dirasakan para peternak ayam petelur akibat merosotnya harga telur di sejumlah daerah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengambil langkah khusus untuk membantu meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak lokal.
Melalui kebijakan yang diterapkan pada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menu berbahan dasar telur kini diwajibkan hadir sebanyak tiga kali dalam satu minggu.
Langkah ini diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas permintaan telur sekaligus memberikan dukungan nyata kepada para peternak yang tengah menghadapi penurunan harga jual.
Baca juga: Cara Lodewyk Pusung Hipnotis Investor Sukabumi Cairkan Dana Miliaran untuk MBG, Isi MoU Terungkap
SPPG Diminta Sajikan Telur Tiga Kali Seminggu
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya.
"Memang ada edaran untuk menu telur tiga kali seminggu," ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Menurut Bambang, kebijakan ini lahir sebagai respons terhadap kondisi pasar telur yang mengalami tekanan cukup signifikan.
Di beberapa wilayah, harga telur bahkan dilaporkan turun jauh di bawah harga normal yang biasa diterima peternak.
Harga Telur Sempat Jatuh hingga Rp16.000 per Kilogram
Bambang mengungkapkan bahwa anjloknya harga telur menjadi perhatian serius karena berpotensi memukul pendapatan peternak ayam petelur.
"Padahal normalnya itu Rp 24 ribu sampai Rp 26 ribu perkilo," imbuhnya.
Ia menyebut, di salah satu daerah harga telur sempat menyentuh angka Rp16.000 per kilogram, jauh di bawah harga normal yang selama ini menjadi acuan pasar.
Kondisi tersebut membuat banyak peternak menghadapi margin keuntungan yang semakin tipis, terlebih di saat biaya produksi masih relatif tinggi.
SPPG Diimbau Belanja Langsung dari Peternak Lokal
Selain mewajibkan penyajian menu telur beberapa kali dalam sepekan, Bambang juga mendorong setiap SPPG untuk memprioritaskan pembelian telur dari peternak lokal maupun kelompok peternak di daerah masing-masing.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat rantai pasok lokal.
"Namun juga tetap memperhatikan prinsip efisiensi, kualitas, keamanan pangan dan ketentuan pengadaan bahan baku sesuai peraturan yang berlaku," tuturnya.
Sumber: TribunTrends.com
| Aturan Baru Nanik S. Deyang, Tak Boleh Ada Tamu ke Kantor, Larang Bertemu Mitra: Harus Lewat CS |
|
|---|
| Mahasiswa Desak MBG Dihentikan, Pemerintah Bersikukuh Lanjutkan Program dan Janji Benahi Tata Kelola |
|
|---|
| Cara Lodewyk Pusung Hipnotis Investor Sukabumi Cairkan Dana Miliaran untuk MBG, Isi MoU Terungkap |
|
|---|
| Duduk Perkara Mujazin Investor MBG Sukabumi Ditipu Lodewyk Pusung Berkedok Kontrak Rp218,5 Miliar |
|
|---|
| Tak Punya Diler Tapi Lolos Proyek Motor Listrik Rp1 T, Begini Cara Andri Mulyono Dekati Petinggi BGN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Ilustrasi-MBG.jpg)