Ketar-ketir Mitra MBG Subang, Sudah Dirikan Dapur Rp 1 M, Belum Bisa Beroperasi, Status Masih Draft
Salah satu mitra MBG di Kecamatan Kasomalang, Subang, semakin khawatir karena SPPG miliknya sudah satu tahun belum beroperasi, buntut korupsi BGN.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
- Salah satu mitra MBG di Kecamatan Kasomalang, Subang, Jaka Arizona, semakin khawatir karena SPPG miliknya sudah satu tahun belum beroperasi
- Statusnya sendiri masih draft
- Jaka mengaku khawatir jika moratorium berlangsung terlalu lama karena berpotensi menimbulkan kerugian bagi yayasan yang telah mengeluarkan investasi sekitar Rp 1 miliar.
TRIBUNTRENDS.COM - Kebijakan moratorium pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan mitra program.
Sejumlah yayasan yang telah menyelesaikan pembangunan dapur kini masih menunggu kepastian untuk bisa segera beroperasi.
Ketidakjelasan ini membuat para pelaksana di lapangan merasa cemas terhadap kelanjutan program yang sudah mereka persiapkan.
Salah satu mitra MBG di Kecamatan Kasomalang, Subang, Jaka Arizona, turut menyampaikan kegelisahannya atas situasi tersebut.
Ia menilai kondisi ini semakin diperburuk setelah munculnya kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kasus tersebut tentunya sangat berdampak pada mitra MBG di daerah, khususunya yang sudah membangun dapur dan siap beroperasi namun belum ada kejelasan lebih lanjut," kata Jaka, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Investor di Sukabumi Kena Tipu, Setor Rp 200 M untuk 97 Titik SPPG, BGN Cuci Tangan, Nanik: Gak Tahu
Meski begitu, Jaka tetap memandang kebijakan moratorium yang diambil pimpinan baru BGN sebagai langkah evaluasi yang diperlukan.
Ia menilai kebijakan tersebut dapat membantu pemetaan jumlah dapur MBG yang telah terbentuk di berbagai wilayah.
Selain itu, evaluasi ini dinilai penting agar pelaksanaan program ke depan bisa lebih terarah dan merata.
Dapur Sudah Rampung, Status Masih Draft
Meski mendukung evaluasi program, Jaka berharap pemerintah juga memperhatikan yayasan mitra yang telah mengeluarkan investasi besar untuk membangun dapur MBG.
Ia mengatakan yayasan yang dikelolanya telah menyelesaikan seluruh pembangunan dan persiapan operasional dapur.
Mulai dari pembangunan gedung, pengadaan peralatan memasak, hingga sarana pendukung lainnya telah siap digunakan.
"Yayasan mitra MBG yang saya kelola telah menyelesaikan seluruh pembangunan dan persiapan dapur hingga 100 persen. Mulai dari pembangunan gedung, pengadaan peralatan memasak, hingga sarana pendukung lainnya telah siap digunakan 100 persen," katanya.
Namun hingga saat ini, status dapur tersebut masih belum berubah.
“Namun sampai saat ini status kami masih draft,” katanya.
Sumber: Kompas.com
| Emil Dardak Buka Suara Soal Pembatasan Dapur MBG, Minta BGN Tak Pukul Rata Kondisi Setiap Kecamatan |
|
|---|
| Proyek SPPG Mangkrak, Investor Ngamuk di Kantor BGN, Minta Tanggung Jawab: Kita Orang Prabowo Juga |
|
|---|
| Rumor Menkeu Purbaya akan jadi Gubernur BI, Ferry Latuhinin Sebut Tak Mampu: Tidak Punya Kapasitas |
|
|---|
| Harga BBM Naik per 10 Juni, di Solo Pertamax 92 jadi Rp 16.250, Pertamax Green di Klaten Rp 17.000 |
|
|---|
| Nanik Sebut Dirinya 'Ketua Kelas' di BGN, Era Baru Tata Kelola MBG Tak Lagi Bertumpu pada Satu Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Dapur-SPPG-yang-baru-selesai-dibangun-di-Kecamatan-Kasomalang-Subang.jpg)