Breaking News:

Berita Viral

Tolak Hapus Menu Daging Babi, Pemilik Warung Tepi Sawah Sukoharjo Siap Hadapi Jalur Hukum!

Warga Dusun Sudimoro, Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo menggelar aksi protes terhadap keberadaan warung Mie dan Babi Tepi Sawah

Tayang:
Editor: jonisetiawan
Kompas.com
WARUNG MAKANAN BABI - Spanduk penolakan warung makan non-halal terpasang di jalan raya dekat warung Mie dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (16/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga RW 01 Dusun Sudimoro, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo menggelar aksi protes terhadap keberadaan warung Mie dan Babi Tepi Sawah
  • Ketua RW setempat, Bandowi menyebut aspirasi warga telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan saat ini masih dalam proses administrasi
  • Warga menegaskan tidak meminta warung ditutup total, melainkan hanya menolak penjualan makanan non-halal di lingkungan mereka

 

TRIBUNTRENDS.COM - Suasana Dusun Sudimoro, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, mendadak menjadi sorotan pada Sabtu (16/5/2026). Sejumlah warga RW 01 turun ke jalan menggelar aksi protes terhadap keberadaan warung “Mie dan Babi Tepi Sawah” yang berada di wilayah mereka.

Aksi yang awalnya direncanakan berlangsung di depan jalan raya itu akhirnya dialihkan setelah adanya koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Meski demikian, gelombang penolakan tetap disuarakan warga melalui orasi di depan Masjid Al-Huda sebelum kemudian berjalan bersama menyusuri kampung hingga melintas di dekat lokasi warung.

Di tengah terik siang, suara pengeras terdengar menggema. Warga membawa aspirasi yang sama: meminta agar menu non-halal di warung tersebut dihilangkan.

Baca juga: Kekhawatiran TNI Soal Pemutaran Film Pesta Babi di Papua: Bisa Ganggu Keharmonisan

Warga Klaim Aspirasi Sudah Direspons Pemkab

Ketua RW setempat, Bandowi, menyebut pihaknya telah menerima tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terkait aspirasi masyarakat.

“Suara kita sudah direspons dan ditindaklanjuti Pemerintah Sukoharjo. Aspirasinya menolak adanya warung non-halal, saat ini dalam proses administrasi sesuai kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo,” terangnya kepada awak media, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, warga kini menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah dan berharap proses tersebut dapat berjalan cepat.

"Kita sudah ada dokumen yang memang benar menguatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sudah bertindak sesuai kewenangannya. Jadi sudah aman lah bagi kita sudah ikut. Jadi nanti setiap pekan kita akan ada informasi, update," jelasnya.

Bandowi menegaskan, warga sebenarnya tidak meminta warung tersebut ditutup total. Mereka hanya meminta agar menu non-halal dihapus dari daftar jualan.

“Tuntutan masyarakat prinsipnya itu tidak mau menutup warung, cuma hilangkan makanan non-halalnya. Silakan berusaha di wilayah kita, tapi jangan yang non-halal. Yang halal silakan, kita terbuka untuk tamu siapa saja,” katanya.

Warung Tetap Beroperasi di Tengah Gelombang Protes

Meski aksi protes berlangsung, aktivitas di warung Mie dan Babi Tepi Sawah tetap berjalan seperti biasa. Sejumlah pengunjung tampak menikmati makanan mereka, sementara para pekerja tetap menjalankan aktivitas pelayanan.

Pemilik warung, Jodi Sutanto, juga terlihat berada di lokasi didampingi kuasa hukumnya, Cucuk Kustiawan.

Jodi memilih menanggapi aksi tersebut dengan santai. Ia menilai demonstrasi merupakan hak setiap warga negara.

"Hak warga negara untuk melakukan aksi ataupun orasi. Cuma yang pasti, saya sebagai pengusaha tidak menghalangi untuk orang datang ke tempat saya. Seperti itu saja," ujarnya.

Baca juga: DPR Sebut Pembubaran Nobar Pesta Babi Melanggar Hak Asasi, Ingatkan TNI Tak Main Hakim Sendiri

Kuasa Hukum Tegaskan Usaha Tak Langgar Aturan

Halaman 1/2
Tags:
babiSukoharjoberita viral
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved