Breaking News:

Kabupaten Klaten

Rahasia Sapi Hampir 1 Ton di Klaten, Biaya Harian Cuma Rp 70 Ribu

Di kandangnya yang sederhana, Bima Seta tampak tenang dengan tubuh besar dan lipatan kulit khas sapi PO.

Tayang:
Editor: Delta Lidina
TribunSolo/Ibnu Dei Tamtomo
IDUL ADHA KLATEN - Kondisi fisik sapi Bima Seta di halaman kandang Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten, Jumat (15/5/2026), dengan perawatan sederhana namun menghasilkan bobot jumbo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo 

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Peternak Klaten Sugeng Raharjo mengungkap perawatan sederhana di balik sapi jumbo miliknya, Bima Seta, yang berbobot 977 kilogram dan dipilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.

Di kandangnya yang sederhana, Bima Seta tampak tenang dengan tubuh besar dan lipatan kulit khas sapi PO. Meski ukurannya hampir satu ton, Sugeng menyebut pola perawatan tidak rumit.

“Pemeliharaannya biasa saja. Biasa diberi ketela pohong, habis itu diberi dedak atau bekatul hingga rumput,” katanya.

Biaya pakan harian relatif terjangkau. Ia menyebut kebutuhan makan dua kali sehari hanya sekitar Rp 70 ribu.

“Untuk polar, pelet, sama ketela ya Rp 70 ribu satu hari. itu untuk makan dua kali sehari, pagi dan sore,” ujarnya.

IDUL ADHA KLATEN - Sapi PO bernama Bima Seta berbobot 977 kilogram milik bersama Lingga Praditya (25) saat berada di kandangnya di Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten, Jumat (15/5/2026).
IDUL ADHA KLATEN - Sapi PO bernama Bima Seta berbobot 977 kilogram milik bersama Lingga Praditya (25) saat berada di kandangnya di Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten, Jumat (15/5/2026). (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

Selain pakan, perawatan kesehatan juga rutin dilakukan dengan penyuntikan berkala setiap dua bulan.

“Suntik, untuk kesehatan tiap 2 bulan sekali,” tuturnya.

Sugeng menargetkan kenaikan bobot menjelang hari penyembelihan sekitar 20 kilogram. Namun ia realistis sapi tersebut tidak akan mencapai satu ton penuh.

“Jelang hari H paling naiknya 20 kilo, itu udah bagus banget,” katanya.

“Tidak sampai, kurang dikit,” menambahkan.

Pengalaman Sugeng bukan kali pertama. Pada 2015, ia juga pernah menjual sapi ke Presiden ke-7 Joko Widodo dengan bobot lebih kecil.

“Kalau yang dibeli Pak Jokowi waktu kemarin itu bobotnya 899,” ujarnya.

Kini, kandangnya rutin menghasilkan sapi jumbo untuk pasar luar daerah, termasuk Jakarta, dengan rata-rata bobot sekitar 9 kuintal. (*).

Sumber: Tribun Solo
Tags:
Pemkab Klaten
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved