Breaking News:

Drama MBG

Janji IPB di Hadapan Mahasiswa Terkait Program MBG: Bukan untuk Mencari Keuntungan Semata

IPB luruskan informasi terkait keterlibatan kampus dalam program MBG. Peran difokuskan pada kajian akademik, pelatihan, pengembangan standar mutu

Tayang:
Editor: jonisetiawan
via TribunBogor
POLEMIK PROGRAM MBG - Kampus Institut Pertanian Bogor. IPB tidak terlibat langsung dalam operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), melainkan berperan sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) bersama Badan Gizi Nasional, Bappenas, dan UNICEF. 

Ringkasan Berita:
  • IPB University membuka ruang dialog dengan mahasiswa untuk meluruskan informasi terkait keterlibatan kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Rektor Alim Setiawan Slamet menegaskan bahwa IPB tidak terlibat langsung dalam operasional dapur atau SPPG, melainkan berperan sebagai penggagas Center of Excellence (CoE)
  • Peran IPB difokuskan pada kajian akademik, pelatihan, pengembangan standar mutu, riset, dan sistem pengawasan berbasis data untuk mendukung program pemenuhan gizi nasional

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah derasnya perdebatan publik mengenai keterlibatan perguruan tinggi dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), IPB University akhirnya buka suara secara terbuka di hadapan mahasiswa.

Kampus pertanian ternama itu menegaskan bahwa rencana pengembangan dapur MBG bukan semata-mata proyek bisnis atau upaya mencari keuntungan, melainkan bagian dari penguatan sistem pangan nasional berbasis riset, pengawasan mutu, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui forum dialog yang digelar bersama mahasiswa, pihak kampus mencoba meluruskan berbagai informasi yang selama ini berkembang liar di ruang publik.

Sejumlah isu yang menyebut IPB akan mengelola langsung dapur MBG hingga memanfaatkan fasilitas kampus untuk operasional program pun dibantah secara tegas.

Baca juga: Dialog Panas BEM IPB dengan Rektor Soal SPPG, Khawatir Akademik Terganggu Akibat Proyek MBG

Rektor IPB Akui Banyak Informasi yang Beredar Tidak Utuh

Rektor Alim Setiawan Slamet menyampaikan bahwa kampus sengaja membuka ruang diskusi agar mahasiswa memperoleh penjelasan langsung mengenai posisi IPB dalam program MBG nasional.

“Kami membuka ruang dialog karena banyak informasi yang beredar belum utuh sehingga memunculkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang tetap aktif menyampaikan kritik dan masukan terkait isu strategis nasional, termasuk soal keterlibatan perguruan tinggi dalam program pemenuhan gizi nasional tersebut.

Menurutnya, sejak awal IPB telah mempertimbangkan secara matang berbagai risiko teknis, keamanan pangan, hingga tata kelola apabila kampus terjun langsung dalam operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Penerima MBG.
POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Penerima MBG. IPB tidak terlibat langsung dalam operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), melainkan berperan sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) bersama Badan Gizi Nasional, Bappenas, dan UNICEF. (Instagram @badangizinasional.ri)

Tegaskan IPB Tidak Jalankan Operasional Dapur MBG di Kampus

Dalam penjelasannya, Rektor menegaskan bahwa IPB tidak mengambil peran sebagai operator langsung dapur MBG. Kampus memilih fokus pada peran strategis sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) untuk Pemenuhan Gizi Nasional.

“Peran yang diambil IPB University lebih strategis, yakni sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) untuk Pemenuhan Gizi Nasional (PGN) bersama Badan Gizi Nasional, Bappenas, Unicef, dan berbagai mitra lainnya,” tegasnya.

Lewat skema tersebut, IPB disebut akan berkontribusi dalam penyusunan kajian akademik, pelatihan sumber daya manusia, pengembangan standar mutu pangan, hingga penguatan sistem pengawasan berbasis data.

Tak hanya itu, IPB juga mendorong pembentukan pusat pengembangan regional di berbagai wilayah Indonesia seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, hingga Jawa Timur untuk memperkuat implementasi program MBG secara nasional.

Baca juga: 36 Dapur MBG Segera Beroperasi di Lapas dan Rutan, Narapidana Ikut Masak dan Dapat Gaji

Guru Besar IPB: Kampus Fokus pada Ilmu Pengetahuan dan Sistem

Penegasan serupa juga disampaikan Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan, dan Halal IPB, Erika B Laconi.

Ia memastikan bahwa kampus tidak menjalankan dapur MBG di area kampus dan tidak menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat operasional layanan makanan.

Halaman 1/2
Tags:
IPBMBGmahasiswa
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved