Berita Jogja
Diluncurkan Sultan HB X, Mengenal Pendidikan Khas Kejogjaan, Program Berbasis Budaya di Yogyakarta
Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan program baru bernama Pendidikan Khas Kejogjaaan (PKJ), berbasis budaya dan pembelajaran karakter.
Penulis: ninda iswara
Editor: ninda iswara
Ada banyak sumber nilai yang diambil dalam PKJ.
Mulai dari Keraton Yogyakarta, Pakualaman, Taman Siswa, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga pendidikan modern.
Di Pendidikan Khas Kejogjaan itu namanya Widya Soko Tunggal. Pengetahuan dari sumber-sumber utama itu kita gali nilai atau value-nya. Keenam sumber tersebut adalah: (1) Keraton, (2) Pakualaman, (3) Nahdlatul Ulama (NU), (4) Muhammadiyah, (5) Taman Siswa, dan (6) Pendidikan Modern. Sumber-sumber ini kita gali untuk menguatkan akar Jogja yang kita sebut sebagai Widya Soko Tunggal," tegasnya.
Nilai-nilai yang digali dari berbagai sumber tidak berhenti sebagai konsep semata.
Baca juga: Angkringan Plataran Senopati Yogyakarta, Hasil Patungan Jukir yang Kehilangan Lahan, Sentra Kuliner
Nilai tersebut kemudian diterjemahkan menjadi pedoman hidup yang bisa diterapkan sehari-hari.
"Filosofi itu 'kan pandangan hidup. Ini kita jadikan pedoman bagi Kawula Jogja, khususnya anak-anak kita, bahwa kita harus bersikap Hamemayu Hayuning Bawana, memelihara kedamaian dunia, tidak menumbuhkan pertengkaran, dan saling bertoleransi. Itu sebenarnya menyatukan, sehingga dunia menjadi indah dan damai," terang Sutrisna.
Implementasi Pendidikan Karakter Jogja (PKJ) mulai menunjukkan hasil yang positif di lapangan.
Plt Kepala Disdikpora DIY, Muhammad Setiadi, menyebutkan nilai karakter siswa telah mencapai 4,1 dari skala 5.
Capaian ini menjadi dasar untuk memperluas program ke seluruh jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA/SMK.
Pemerintah daerah menilai penguatan karakter penting untuk menyeimbangkan perkembangan akademik dan moral siswa.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya pendidikan karakter yang menyeluruh.
"Tantangannya bukan hanya bagaimana melahirkan manusia yang cerdas, tetapi juga bagaimana membentuk manusia yang utuh. Sebab kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa disertai kedewasaan nilai, dapat membuat manusia kehilangan arah, bahkan tercerabut dari akar budayanya sendiri," tegasnya.
Dengan demikian, pendidikan diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan budaya.
(TribunTrends/Ninda)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook
Sumber: TribunTrends.com
| Diluncurkan Sultan HB X, Mengenal Pendidikan Khas Kejogjaan, Program Berbasis Budaya di Yogyakarta |
|
|---|
| Dugaan Penggelapan Dana SPPG di Kulon Progo Yogyakarta, Merugi Insentif Dipotong, Polisi Selidiki |
|
|---|
| Angkringan Plataran Senopati Yogyakarta, Hasil Patungan Jukir yang Kehilangan Lahan, Sentra Kuliner |
|
|---|
| Pelari di Yogyakarta tiba-tiba Dipukul saat Ikut One Run Jogja, Pelaku Minta Maaf, Apa Motifnya? |
|
|---|
| Kembalinya Sertifikat Tanah Pelukis Kibar di Bantul Yogyakarta, 7 Karya Laku, Utang Rp400 Juta Lunas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Sri-Sultan-Hamengku-Buwono-X-luncurkan-Pendidikan-Khas-Kejogjaan.jpg)