Iran vs AS
Kapal Pertamina Masih Terjebak di Selat Hormuz, DPR Minta Prabowo Segera Temui Pemimpin Iran
Prabowo dinilai perlu terlibat langsung untuk memperkuat daya tekan diplomatik agar kapal tanker Pertamina bisa melintas di Selat Hormuz
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto dinilai perlu terlibat langsung untuk memperkuat daya tekan diplomatik agar kapal tanker Pertamina bisa melintas di Selat Hormuz
- Upaya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama KBRI Teheran sudah dilakukan dan dinilai tepat, namun perlu dinaikkan ke level strategis
- Pihak Iran telah memberikan respons positif, dan saat ini pembahasan berlanjut ke aspek teknis
TRIBUNTRENDs.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret Indonesia ke pusaran dinamika global. Kali ini, bukan sekadar isu politik, melainkan menyangkut jalur vital energi nasional.
Dua kapal tanker milik Pertamina yang membawa bahan bakar minyak (BBM) tertahan di Selat Hormuz, memicu kekhawatiran sekaligus mendorong desakan agar langkah diplomasi Indonesia ditingkatkan ke level tertinggi.
Desakan DPR: Perlu Intervensi Langsung Presiden
Anggota Komisi XII DPR, Syafruddin, menilai situasi ini tidak bisa ditangani hanya di tingkat kementerian. Ia menekankan pentingnya keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan lobi kepada Iran.
Baca juga: Prabowo Desak Ganti Semua Bensin dengan Etanol, Pertalite dan Pertamax Terancam Dihapus
"Saya kira masalah kapal di Pertamina memerlukan lobi langsung dari Presiden. Tidak cukup hanya menteri ESDM, Menteri Luar Negeri, atau di bawahnya," ujar Syafruddin dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, komunikasi antar kepala negara akan memberikan daya tekan diplomatik yang jauh lebih kuat, terutama dalam situasi yang menyangkut jalur energi global dan keselamatan aset negara.
Diplomasi Kemlu Diapresiasi, Namun Perlu Ditingkatkan
Meski demikian, Syafruddin tetap mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Ia menilai upaya tersebut sudah berada di jalur yang tepat, namun perlu ditingkatkan ke tingkat strategis agar hasilnya lebih cepat dan efektif.
"Upaya Kemlu dan jajaran sudah tepat, tapi ini menyangkut jalur energi global dan keselamatan aset negara. Presiden perlu turun langsung agar memiliki daya tekan diplomatik yang lebih kuat," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan Presiden akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara non-blok dalam menghadapi konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia.
Konteks Global: Konflik Iran dan Dampaknya
Situasi ini tak lepas dari memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang berdampak langsung pada keamanan jalur pelayaran internasional, termasuk Selat Hormuz.
Bagi Indonesia, persoalan ini bukan sekadar tentang kapal yang tertahan, tetapi juga menyangkut perlindungan aset strategis dan keberlanjutan pasokan energi nasional.
"Ini bukan hanya soal kapal, tapi soal bagaimana negara hadir melindungi aset strategis dan warganya di tengah konflik global. Presiden perlu menunjukkan kepemimpinan langsung dalam situasi seperti ini," tegas Syafruddin.
Baca juga: DPR Desak Prabowo Lobi Langsung Iran Demi Selamatkan Kapal Pertamina: Presiden Harus Turun Tangan
Sinyal Positif dari Iran Mulai Terlihat
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, secercah harapan mulai muncul. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mawengkang, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran.
"Terkait status kapal Pertamina, Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Tehran sejak awal terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait di Iran," kata Yvonne.
Ia menyebutkan bahwa pihak Iran telah memberikan respons positif, yang kini tengah ditindaklanjuti ke tahap teknis dan operasional.
Sumber: TribunTrends.com
| Hujan Peluru di Selat Hormuz, Iran Tembaki Kapal Tanker Tanpa Ampun: Tidak Ada yang Boleh Lewat! |
|
|---|
| Baru Dibuka Sehari, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz! Harga Minyak Dunia Terancam Meroket Gila-gilaan! |
|
|---|
| 2 Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Gus Miftah Klaim Hasil Diplomasi Prabowo, Kaesang: Segera Lewat |
|
|---|
| Negosiasi Iran-AS Gagal, Trump Ngamuk, Mulai Blokade Selat Hormuz, Tuduh Taruh Ranjau di Laut |
|
|---|
| Lebanon Diserang, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Tuding AS-Israel Diduga Langgar Gencatan Senjata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Kolase-potret-Presiden-Prabowo-dan-Selat-Hormuz.jpg)