Breaking News:

Iran vs AS

Kapal Pertamina Masih Terjebak di Selat Hormuz, DPR Minta Prabowo Segera Temui Pemimpin Iran

Prabowo dinilai perlu terlibat langsung untuk memperkuat daya tekan diplomatik agar kapal tanker Pertamina bisa melintas di Selat Hormuz

Editor: jonisetiawan
Youtube/Sekretariat Presiden/WIKIMEDIA COMMONS/MODIS LAND RAPID RESPONSE TEAM, NASA GSFC
IRAN VS AMERIKA - Kolase potret Presiden Prabowo dan Selat Hormuz. Prabowo dinilai perlu terlibat langsung untuk memperkuat daya tekan diplomatik agar kapal tanker Pertamina bisa melintas di Selat Hormuz. 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto dinilai perlu terlibat langsung untuk memperkuat daya tekan diplomatik agar kapal tanker Pertamina bisa melintas di Selat Hormuz
  • Upaya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama KBRI Teheran sudah dilakukan dan dinilai tepat, namun perlu dinaikkan ke level strategis
  • Pihak Iran telah memberikan respons positif, dan saat ini pembahasan berlanjut ke aspek teknis

 

TRIBUNTRENDs.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret Indonesia ke pusaran dinamika global. Kali ini, bukan sekadar isu politik, melainkan menyangkut jalur vital energi nasional.

Dua kapal tanker milik Pertamina yang membawa bahan bakar minyak (BBM) tertahan di Selat Hormuz, memicu kekhawatiran sekaligus mendorong desakan agar langkah diplomasi Indonesia ditingkatkan ke level tertinggi.

Desakan DPR: Perlu Intervensi Langsung Presiden

Anggota Komisi XII DPR, Syafruddin, menilai situasi ini tidak bisa ditangani hanya di tingkat kementerian. Ia menekankan pentingnya keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan lobi kepada Iran.

Baca juga: Prabowo Desak Ganti Semua Bensin dengan Etanol, Pertalite dan Pertamax Terancam Dihapus

"Saya kira masalah kapal di Pertamina memerlukan lobi langsung dari Presiden. Tidak cukup hanya menteri ESDM, Menteri Luar Negeri, atau di bawahnya," ujar Syafruddin dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, komunikasi antar kepala negara akan memberikan daya tekan diplomatik yang jauh lebih kuat, terutama dalam situasi yang menyangkut jalur energi global dan keselamatan aset negara.

Diplomasi Kemlu Diapresiasi, Namun Perlu Ditingkatkan

Meski demikian, Syafruddin tetap mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Ia menilai upaya tersebut sudah berada di jalur yang tepat, namun perlu ditingkatkan ke tingkat strategis agar hasilnya lebih cepat dan efektif.

"Upaya Kemlu dan jajaran sudah tepat, tapi ini menyangkut jalur energi global dan keselamatan aset negara. Presiden perlu turun langsung agar memiliki daya tekan diplomatik yang lebih kuat," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan Presiden akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara non-blok dalam menghadapi konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia.

PRABOWO SUBIANTO -
PRABOWO SUBIANTO - Prabowo Subianto dinilai perlu terlibat langsung untuk memperkuat daya tekan diplomatik agar kapal tanker Pertamina bisa melintas di Selat Hormuz. (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Konteks Global: Konflik Iran dan Dampaknya

Situasi ini tak lepas dari memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang berdampak langsung pada keamanan jalur pelayaran internasional, termasuk Selat Hormuz.

Bagi Indonesia, persoalan ini bukan sekadar tentang kapal yang tertahan, tetapi juga menyangkut perlindungan aset strategis dan keberlanjutan pasokan energi nasional.

"Ini bukan hanya soal kapal, tapi soal bagaimana negara hadir melindungi aset strategis dan warganya di tengah konflik global. Presiden perlu menunjukkan kepemimpinan langsung dalam situasi seperti ini," tegas Syafruddin.

Baca juga: DPR Desak Prabowo Lobi Langsung Iran Demi Selamatkan Kapal Pertamina: Presiden Harus Turun Tangan

Sinyal Positif dari Iran Mulai Terlihat

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, secercah harapan mulai muncul. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mawengkang, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran.

"Terkait status kapal Pertamina, Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Tehran sejak awal terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait di Iran," kata Yvonne.

Ia menyebutkan bahwa pihak Iran telah memberikan respons positif, yang kini tengah ditindaklanjuti ke tahap teknis dan operasional.

Halaman 1/2
Tags:
PertaminaDPRPrabowoSelat Hormuz
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved