Politik Viral
Prabowo Desak Ganti Semua Bensin dengan Etanol, Pertalite dan Pertamax Terancam Dihapus
Presiden Prabowo menargetkan penggunaan campuran 20% etanol (E20) pada bensin seperti Pertalite dan Pertamax mulai 2028
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menargetkan penggunaan campuran 20 persen etanol (E20) pada bensin seperti Pertalite dan Pertamax mulai 2028
- Menurut Andi Amran Sulaiman, jika program berjalan konsisten hingga 10 tahun, Indonesia berpotensi mandiri energi
- Etanol akan diproduksi dari molases tebu yang melimpah, sementara teknologi kendaraan (flexible fuel vehicle) sudah mampu menggunakan berbagai campuran bahan bakar
TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah tekanan impor energi yang masih tinggi, pemerintah mulai mengarahkan langkah besar menuju kemandirian bahan bakar.
Bukan hanya sekadar wacana, upaya ini digerakkan melalui strategi jangka panjang yang menyentuh sektor pertanian hingga teknologi kendaraan menciptakan ekosistem energi baru berbasis sumber daya dalam negeri.
Dorongan Presiden untuk Energi Berbasis Etanol
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta agar pengembangan etanol terus dilanjutkan secara konsisten.
Program ini ditargetkan mampu menggantikan bensin konvensional seperti Pertalite dan Pertamax.
Baca juga: Diminta Prabowo Cari Minyak ke Seluruh Negara, Bahlil Minta Masyarakat Gunakan BBM Secukupnya
“Arahan Bapak Presiden ini nggak boleh putus. Ini kalau konsisten 10 tahun ini bisa kita mandiri (tidak impor),” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Langkah ini dipandang sebagai strategi besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.
Skema E20 Menuju E100
Pemerintah memproyeksikan penggunaan campuran etanol sebesar 20 persen atau E20 pada bensin. Artinya, bahan bakar akan terdiri dari 20 persen etanol berbasis nabati dan 80 persen bensin fosil.
Ke depan, pengembangan bahkan diarahkan hingga mencapai E100, yaitu penggunaan etanol murni sebagai bahan bakar.
Amran menjelaskan bahwa teknologi kendaraan saat ini sudah mendukung penggunaan bahan bakar fleksibel, khususnya melalui mesin Flexible Fuel Vehicle (FFV).
“Artinya flexi itu bisa (etanol) 20 persen, bisa 70 persen etanolnya dan seterusnya bisa 100 persen. Tapi bisa juga 20 persen,” kata Amran.
Potensi Besar dari Sumber Daya Lokal
Salah satu keunggulan program ini adalah ketersediaan bahan baku dalam negeri. Etanol dapat diproduksi dari molases atau tetes tebu produk sampingan industri gula yang selama ini justru banyak diekspor.
“Ini bisa dijadikan dan bisa meng-etanol 300 ribu,” tutur Amran.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah akan melibatkan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara seperti PT Perkebunan Nusantara yang mengelola perkebunan tebu sebagai sumber utama bahan baku.
Baca juga: 5 Fakta Bahlil Lahadalia Dorong Campuran Etanol 10 Persen di BBM, Prabowo Setuju, Kapan Diterapkan?
Strategi Tekan Impor Energi
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa implementasi E20 ditargetkan mulai tahun 2028.
Sumber: TribunTrends.com
| JK Ungkap Peran Besarnya di Balik Kursi RI-1: Kasih Tahu ke Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya |
|
|---|
| Pengakuan Jusuf Kalla di Tengah Isu Ijazah Palsu: Sebut Jokowi Bukan Apa-apa Tanpa Perannya! |
|
|---|
| Ultimatum Prabowo Larang Menteri Lapor Data 'Asal Bapak Senang': Jangan Coba-coba Bohongi Saya! |
|
|---|
| Rusia Tegaskan Tak Ada Lagi Diskon Minyak untuk Indonesia: Tidak Ada Teman Dalam Bisnis |
|
|---|
| Anak Bupati Malang Dilantik Jadi Kepala Dinas, PDIP: Dia Doktor Cum Laude, Bukan Orang Sembarangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/EFISIENSI-ANGGARAN-PRABOWO.jpg)