Breaking News:

Pendidikan

Wacana Sekolah Daring April 2026 Dibatalkan, Prabowo Ingin Selamatkan Generasi dari Learning Loss

Pemerintah memastikan rencana pembelajaran daring April 2026 tidak jadi diterapkan. Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara luring

Editor: jonisetiawan
Ilustrated by AI
ILUSTRASI SISWA SMA - Pemerintah memastikan rencana pembelajaran daring mulai April 2026 tidak jadi diterapkan. Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara luring demi menjaga kualitas pendidikan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah memastikan rencana pembelajaran daring mulai April 2026 tidak jadi diterapkan
  • Pratikno menegaskan keputusan ini diambil agar tidak terjadi penurunan kualitas belajar (learning loss)
  • Pemerintah tetap melakukan penghematan melalui cara lain, seperti digitalisasi birokrasi, pengurangan perjalanan dinas, dan penerapan kerja fleksibel

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah berbagai wacana penyesuaian kebijakan pemerintah demi efisiensi energi, sektor pendidikan sempat ikut terseret dalam rencana perubahan besar.

Salah satu yang mencuat adalah kemungkinan kembalinya sistem pembelajaran daring bagi siswa sekolah mulai April 2026.

Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan dan koordinasi lintas kementerian, pemerintah akhirnya mengambil keputusan tegas yang menempatkan kualitas pendidikan sebagai prioritas utama.

Baca juga: Daftar Sektor Vital yang Dilarang WFH Usai Lebaran, Purbaya Targetkan Pangkas 20 Persen Konsumsi BBM

Wacana Sekolah Daring Resmi Dibatalkan

Wacana kegiatan belajar mengajar secara daring yang sempat ramai dibahas itu kini dipastikan batal. Rencana tersebut sebelumnya muncul sebagai bagian dari strategi penghematan energi yang tengah dikaji pemerintah.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa proses pembelajaran siswa akan tetap berlangsung secara luring atau tatap muka, demi menjaga efektivitas dan kualitas pendidikan.

Alasan Pemerintah Utamakan Tatap Muka

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Dari hasil koordinasi yang melibatkan berbagai kementerian terkait, disepakati bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi pilihan utama agar mutu pendidikan tidak mengalami penurunan.

“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” kata Pratikno, Selasa (24/3/2026) dikutip dari keterangan resminya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini, penerapan pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan yang mendesak.

WACANA  - Ilustrasi murid sedang belajar di kelas, berikut kunci jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 8 halaman 7 Kurikulum Merdeka.
WACANA DARING BATAL - Ilustrasi murid sedang belajar di kelas. (Generated by AI/Joni Irwan Setiawan)

Opsi Hybrid Sempat Dibahas

Sebelumnya, pemerintah memang sempat mengkaji opsi lain berupa metode hybrid, yakni kombinasi antara pembelajaran daring dan luring.

Skema ini sempat dipertimbangkan sebagai jalan tengah di tengah upaya efisiensi. Namun, setelah melalui pembahasan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama, opsi tersebut tidak ditempatkan sebagai prioritas kebijakan.

“Memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring. Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,” jelasnya.

Baca juga: WFH 1 Hari Sepekan Segera Diterapkan Habis Lebaran, Purbaya: Bisa Hemat Bensin 20 Persen per Hari!

Fokus Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Lebih lanjut, pemerintah saat ini justru tengah mempercepat berbagai program strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda prioritas yang ditekankan langsung oleh Presiden.

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum,” ujar Pratikno.

Halaman 1/2
Tags:
sekolahpendidikanPrabowo
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved