Breaking News:

Berita Viral

Moskow Bantu Iran, Turunkan Bantuan Satelit dan Modifikasi Drone Shahed, Begini Taktik Perangnya!

Moskow kini turun gunung, mempererat aliansi intelijen dan militer dengan Teheran guna menghadapi dominasi AS dan Israel di kawasan tersebut.

Editor: Sinta Darmastri
NATALIA KOLESNIKOVA/POOL/AFP via KOMPAS.com
PRESIDEN VLADIMIR PUTIN - Moskow kini turun gunung, mempererat aliansi intelijen dan militer dengan Teheran guna menghadapi dominasi AS dan Israel di kawasan tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Moskow kini turun gunung, mempererat aliansi intelijen dan militer dengan Teheran guna menghadapi dominasi AS dan Israel di kawasan tersebut
  • Langkah strategis Rusia ini bukan sekadar solidaritas politik
  • Bantuan teknologi Rusia mencakup komponen vital untuk drone Shahed yang telah dimodifikasi

 

TRIBUNTRENDS.COM - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang lebih dingin dan presisi. Di balik layar konflik yang pecah sejak akhir Februari lalu, Rusia dilaporkan tidak lagi sekadar menjadi pengamat. Moskow kini turun gunung, mempererat aliansi intelijen dan militer dengan Teheran guna menghadapi dominasi Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan tersebut.

Bantuan Satelit dan Modifikasi Drone Shahed

Langkah strategis Rusia ini bukan sekadar solidaritas politik. Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa bantuan teknologi Rusia mencakup komponen vital untuk drone Shahed yang telah dimodifikasi. Pembaruan ini fokus pada tiga aspek krusial, sistem komunikasi, navigasi, dan akurasi target yang lebih tajam.

Tak hanya perangkat keras, Rusia juga membagikan resep dapur dari medan tempur Ukraina. Moskow memberikan panduan taktis mengenai densitas serangan drone serta ketinggian terbang optimal untuk menembus pertahanan lawan.

Menurut Jim Lamson, mantan analis CIA dan peneliti di King’s College London, data satelit dari Pasukan Dirgantara Rusia (VKS) menjadi kartu as bagi Iran.

"Jika ada detail dalam gambar-gambar yang disediakan Rusia, misalnya jenis pesawat tertentu, lokasi amunisi, aset pertahanan udara, dan pergerakan angkatan laut yang memiliki nilai intelijen bagi Iran, itu akan sangat membantu mereka," ujar Lamson.

Baca juga: Di Ambang Perang Besar, Rusia Masih Diam: Alasan Putin Belum Turun Tangan Meski Iran Diserang AS

Mengadopsi Taktik Lumpuhkan Radar ala Rusia

Para analis militer mulai melihat pola serangan Iran yang sangat identik dengan cara Rusia menggempur Ukraina. Iran kini menggunakan gelombang drone untuk 'membutakan' sistem radar lawan sebelum meluncurkan serangan rudal utama.

Targetnya pun spesifik: sistem radar peringatan dini THAAD di Yordania, serta pusat komando di Bahrain, Kuwait, dan Oman. Nicole Grajewski, profesor di Sciences Po, Paris, mencatat kemiripan ini secara mendalam.

"Target Iran di Teluk lebih terfokus pada radar serta komando dan kendali. Paket serangan Iran mulai sangat menyerupai apa yang dilakukan Rusia," ungkapnya.

Baca juga: Gurun Paling Aman di Israel di Tengah Perang dengan Iran, Kini Jadi Destinasi Wisata Warga Kota!

Respons Gedung Putih dan Dilema Ekonomi

Meski ancaman meningkat, Washington tetap menunjukkan rasa percaya diri. Juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, menegaskan bahwa keunggulan militer AS tidak goyah oleh intervensi Moskow.

"Tidak ada yang diberikan ke Iran oleh negara lain yang memengaruhi keberhasilan operasional kami," papar Wales.

Menariknya, di balik ketegangan militer, ada keuntungan ekonomi yang dipetik Rusia. Penutupan Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak dunia, yang secara otomatis mengisi pundi-pundi kas Kremlin di tengah sanksi internasional.

Baca juga: Alasan Rudal Sejjil Begitu Ditakuti, Bisa Jangkau Tel Aviv Dalam 7 Menit Jika Ditembakkan dari Iran

Memberi AS Obat yang Sama

Bagi Rusia, membantu Iran bukan hanya soal membela mitra, melainkan sebuah aksi balasan atas dukungan AS ke Ukraina. Samuel Charap dari Rand Corporation melihat ini sebagai langkah strategis Putin untuk menyudutkan Washington.

"Ini adalah kesempatan untuk memberi kita 'rasa dari obat kita sendiri' dalam hal apa yang diberikan AS kepada Ukraina melalui dukungan intelijen," ucap Charap.

Meskipun belum ada aliansi militer formal secara tertulis, hubungan Rusia-Iran kini telah mencapai titik terdalamnya. Dari sekadar transaksi drone di awal perang Ukraina, kini berkembang menjadi pertukaran teknologi canggih dan taktik tempur yang mengubah peta kekuatan di Timur Tengah.

(TribunTrends.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)

Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook

Tags:
IranMoskowUkrainaRusiaAmerika Serikatdrone
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved