Iran vs Israel
Suaka dari Sirene: Bagaimana Gurun Mitzpe Ramon Redakan Stres Perang Warga Israel
Warga Israel berbondong-bondong ke Mitzpe Ramon, sebuah kota gurun kecil yang menawarkan udara segar dan suasana jauh dari kebisingan perang.
Editor: Amir M
Ringkasan Berita:
- Warga Israel stres akibat dentuman rudal dan sirene, mendorong mereka mencari tempat tenang jauh dari perang.
- Mitzpe Ramon, kota gurun di Negev, menjadi suaka sementara dengan udara segar dan pemandangan alami, dipadati pengunjung.
- Lonjakan pengunjung untungkan pengusaha lokal, namun banyak warga tetap cemas, menyesuaikan rutinitas sambil menunggu keamanan kota asal membaik.
TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah dentuman rudal dan sirene peringatan di kota-kota besar Israel, banyak warga mengalami stres tinggi akibat konflik yang terus berlangsung.
Untuk mencari ketenangan, mereka kini berbondong-bondong ke Mitzpe Ramon, sebuah kota gurun kecil yang menawarkan udara segar dan suasana jauh dari kebisingan perang.
Bagi pengunjung seperti Tair Momo, kota ini menjadi “suaka” sementara untuk meredakan kecemasan dan menenangkan pikiran.
Di tengah dentuman rudal Iran dan roket Hizbullah yang mengguncang kota-kota besar di Israel, sebuah kota gurun kecil di selatan Gurun Negev kini menjadi primadona baru.
Mitzpe Ramon, kota berpenduduk sekitar 5.000 jiwa, mendadak dipadati pengunjung yang mencari ketenangan dari stres akibat perang.
Berada di tepi tebing yang menghadap kawah raksasa sepanjang 40 kilometer, Mitzpe Ramon seolah menjadi "suaka" bagi warga yang jenuh dengan bunyi sirene peringatan udara.
Konselor sekolah, Tair Momo (33), adalah salah satu pengunjung yang rela menunggu berhari-hari demi mendapatkan kamar kosong di kota tersebut.
Dia datang dari Kiryat Gat bersama tiga rekannya, sebagaimana dilansir AFP, Senin (16/3/2026).
"Saya datang ke sini untuk mendapatkan jeda, untuk tidak mendengar sirene, tidak mendengar peringatan, dan berada di tempat alam yang terasa lebih rileks," ujar Momo kepada AFP.
Direktur Jenderal Dewan Lokal Mitzpe Ramon, Yaniv Harush, mengungkapkan bahwa sejak AS-Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, kota ituhanya mencatat satu kali alarm peringatan.
"Ini seperti pulau perdamaian dan keamanan," kata Harush di kantornya yang sederhana.
Menurut Harush, jumlah pengunjung melonjak drastis hingga 80 persen dari waktu normal.
Sekitar 2.000 orang tambahan kini menetap sementara di sana, membuat hotel dan apartemen sewaan penuh.
Baca juga: Seusai Netanyahu Disebut Tewas, Mojtaba Khamenei Pemimpin Iran Dikabarkan Operasi Karena Cidera
Bisnis di tengah deru perang
Kondisi perang yang bekecamuk tersebut membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi pengusaha lokal.
Sami Elkrnwi, seorang pengusaha yang mengelola empat hotel di kota tersebut, mengaku seluruh kamarnya yang berjumlah 100 unit telah terisi penuh.
Sumber: Kompas.com
| Telepon Terakhir Praka Farizal Sebelum Gugur di Lebanon, Komunikasi dengan Ayah Tiba-tiba Terputus |
|
|---|
| Prajurit TNI Gugur, Posisi Jaga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon Terkena Serangan Israel |
|
|---|
| Fenomena Aneh Ribuan Buruk Gagak Terbang di Langit Israel, Pertanda Apa? Dikaitkan Perang Iran |
|
|---|
| Kapal Tanker Minyak Thailand Melenggang Bebas di Selat Hormuz, Iran Tak Minta Bayaran |
|
|---|
| Isi Surat Israel saat Ngadu ke UNICEF Soal Rudal Iran Tewaskan Anak-anak, Gaza Lebih Dulu Mengalami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/MITZPE-RAMON-Warga-Israel-ramai-ke-Mitzpe-Ramon-untuk-redakan-stres-dari-kebisingan-perang.jpg)