Iran vs AS
Indonesia Ambil Peran Jadi Mediator Perang Iran-Amerika, Prabowo Minta Doa Restu Para Kiai
Prabowo ajak ulama dan pimpinan ormas Islam mendukung upaya perdamaian di Timur Tengah, Prabowo yakin jadi mediator perang Iran-AS
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto mengajak ulama dan pimpinan ormas Islam mendukung upaya perdamaian di Timur Tengah
- Pemerintah Indonesia mendorong dialog untuk meredakan konflik AS–Iran
- Indonesia memilih jalur dialog dan menjaga persatuan nasional agar kepentingan negara tetap terlindungi di tengah ketegangan geopolitik dunia
TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak para ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh organisasi masyarakat Islam untuk merapatkan barisan dan bersama-sama mendukung upaya Indonesia dalam mendorong perdamaian di kawasan Timur Tengah yang tengah memanas.
Ajakan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, terutama terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pemerintah Indonesia menilai situasi ini membutuhkan perhatian serius dari berbagai elemen bangsa, termasuk para tokoh agama.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional yang juga tokoh Nahdlatul Ulama, Nusron Wahid, usai menghadiri pertemuan bersama Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam.
Baca juga: Janji Prabowo Andai Misi Perdamaian Gagal Tercapai, KH Said Aqil: Beliau Akan Mudur dari BoP
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana buka puasa bersama yang juga dihadiri berbagai pimpinan organisasi Islam.
“Bersama-sama memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah. Terutama juga meredakan ketegangan,” ujar Nusron.
Pemerintah Ingin Konflik Tidak Meluas
Menurut Nusron, dalam pertemuan tersebut Presiden menegaskan bahwa Indonesia siap melakukan berbagai langkah konkret guna mendorong terciptanya solusi damai di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia, kata dia, tidak menginginkan konflik tersebut berkembang menjadi perang yang lebih luas dan menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran konflik.
Oleh karena itu, Presiden menilai pentingnya peran diplomasi serta dukungan moral dari berbagai kalangan, termasuk para ulama dan organisasi masyarakat Islam di Indonesia.
“Jangan sampai perang terjadi antara Iran dengan Amerika, serta akan berdampak terhadap gejolak di Timur Tengah,” ucap Nusron.
Indonesia Siapkan Langkah Antisipasi
Lebih lanjut, Nusron menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Selain memantau dinamika tersebut, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan dampak konflik global itu tidak berimbas secara signifikan terhadap kondisi nasional.
Baca juga: Tak Sendiri, Prabowo Subianto Bakal ke Teheran Iran Bareng Pemimpin Pakistan, Ditelepon Duluan
Ia juga menyebut Presiden Prabowo bersama para pemimpin negara yang tergabung dalam Kelompok Delapan negara berkembang atau D8 sama-sama memiliki pandangan bahwa perdamaian harus menjadi prioritas utama.
“Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam Kelompok Delapan (D8) itu, menginginkan adanya perdamaian.
Sumber: TribunTrends.com
| Hujan Peluru di Selat Hormuz, Iran Tembaki Kapal Tanker Tanpa Ampun: Tidak Ada yang Boleh Lewat! |
|
|---|
| Baru Dibuka Sehari, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz! Harga Minyak Dunia Terancam Meroket Gila-gilaan! |
|
|---|
| 2 Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Gus Miftah Klaim Hasil Diplomasi Prabowo, Kaesang: Segera Lewat |
|
|---|
| Negosiasi Iran-AS Gagal, Trump Ngamuk, Mulai Blokade Selat Hormuz, Tuduh Taruh Ranjau di Laut |
|
|---|
| Lebanon Diserang, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Tuding AS-Israel Diduga Langgar Gencatan Senjata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-silaturahmi-bersama-para-ulama.jpg)