Prabowo Ingin ke Teheran tapi Nihil Ucapan Duka Buat Khamenei, Gun Romli: Secara Etika Dipertanyakan
Politisi PDIP PDIP Mohamad Guntur Romli atau Gun Romli sentil wacana Prabowo pergi ke Teheran untuk jadi juru damai Iran dan AS.
Editor: Febriana Nur Insani
Baik di akun media sosial X (dulu Twitter) dan Instagram @prabowo, kanal YouTube pribadi Prabowo Subianto (@djojohadikusumo), maupun di website resmi prabowosubianto.com.
Tidak adanya ucapan duka cita dari Prabowo atas meninggalnya Ali Khamenei pun dipertanyakan oleh Gun Romli, sapaan akrab politisi, penulis, sekaligus aktivis Nahdlatul Ulama (NU) ini.
Sebab, Iran dan Indonesia adalah dua negara sahabat dan memiliki relasi diplomatik yang kuat.
Hal ini disampaikan Guntur Romli dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya, @gunromli, Selasa (3/2/2026).
Tribunnews.com sudah mendapat izin untuk mengutip unggahan tersebut.
"Saya belum menemukan ucapan duka cita dari Presiden Prabowo atas meninggalnya Sayyid Ali Khamenei, Kepala Negara Iran," tulis Gun Romli.
"Prabowo adalah kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia. Iran dan Indonesia dua negara sahabat, punya relasi diplomatik yang kuat, tapi anehnya, ada kepala negara sahabat meninggal, Prabowo tidak ucapkan duka cita. Secara etika, raibnya ucapan ini patut dipertanyakan."
Baca juga: MUI Dukung Prabowo Segera Terbang ke Teheran: Damaikan Iran-AS, Tapi Jangan Lupakan Kondisi Bangsa!
Tak Ucapkan Duka Cita atas Wafatnya Ali Khamenei, Bagaimana Prabowo Mau Jadi Juru Damai?
Kemudian, Gun Romli menyoroti sikap Prabowo yang siap bertolak ke Teheran untuk membuka dialog dan menjadi mediator/penengah antara pihak AS-Israel dan Iran.
Pria yang lahir di Situbondo, Jawa Timur 17 Maret 1978 tersebut pun mengkritik niat Prabowo menjadi penengah, meski itu adalah sikap yang dilandasi kepedulian.
Menurut Gun Romli, bagaimana bisa menjadi penengah AS-Israel vs Iran, sedangkan Prabowo saja tidak menyampaikan duka cita atas gugurnya Ali Khamenei.
"Ketika pecah serangan AS dan Israel terhadap Iran, Prabowo, buru-buru menawarkan diri menjadi juru damai dan siap berangkat ke Teheran, Iran, suatu sikap yg bisa dipuji sebagai kepedulian untuk perdamaian," tulis Guntur Romli.
"Tapi, bagaimana mau jadi juru damai dan bisa diterima Teheran, mengucapkan duka cita saja tidak dilakukan?"
Gun Romli dalam unggahannya juga mengkritik, sikap Prabowo yang siap bertolak ke Teheran untuk jadi mediator AS-Israel vs Iran hanyalah untuk memoles citra dan mencari panggung.
Kata dia, Prabowo mengabaikan etika persahabatan antar dua-negara, karena tidak menyampaikan bela sungkawa untuk Pemimpin Tertinggi Iran yang wafat pada usia 86 tahun tersebut.
"Karena itu muncul kritik: tawaran Prabowo ke Teheran hanya untuk memoles citra diri dan cari panggung, keinginanannya muluk-muluk dan melangit, tapi hal dasar, etika persahabatan: mengucapkan duka cita saja tidak ditunaikan," tutur Guntur Romli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Gun-Romli-sindir-tak-ada-ucapan-duka-cita-dari-Prabowo-untuk-Khamenei.jpg)