Prabowo Ingin ke Teheran tapi Nihil Ucapan Duka Buat Khamenei, Gun Romli: Secara Etika Dipertanyakan
Politisi PDIP PDIP Mohamad Guntur Romli atau Gun Romli sentil wacana Prabowo pergi ke Teheran untuk jadi juru damai Iran dan AS.
Editor: Febriana Nur Insani
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Teheran untuk jadi juru damai antara Amerika Serikat dan Iran
- Politisi PDIP Mohamad Guntur Romli alias Gun Romli pertanyakan wacana Prabowo jadi juru damai
- Gun Romli sindir Prabowo tak membuat ucapan duka cita atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei
TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan kesediaannya untuk bertolak ke Teheran sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk mendamaikan ketegangan yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat.
Hal itu menyusul serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel, terhadap wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Melalui keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, Presiden Prabowo siap berperan sebagai mediator dan menggunakan jalur diplomasi untuk menjaga perdamaian.
Wacana ini ternyata memicu respons beragam dari publik maupun para pakar. Tidak sedikit pihak yang mempertanyakan efektivitas dan realisme rencana Presiden, mengingat situasi politik dan militer yang saat ini sangat kompleks.
Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, misalnya, menilai bahwa Iran kemungkinan besar tidak akan sepenuhnya menerima Indonesia sebagai mediator.
Pandangan ini didasari fakta bahwa Indonesia telah menjadi anggota Board of Peace, badan internasional yang dibentuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sehingga keterlibatan Indonesia berpotensi memengaruhi persepsi Iran terhadap netralitas negara.
Pendapat serupa disampaikan oleh Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, yang mengingatkan agar Presiden tidak terburu-buru mengambil keputusan mengunjungi Teheran.
Bahkan, mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, menilai wacana perjalanan Presiden Prabowo ke Teheran kurang realistis.
Terbaru, ada politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli yang melemparkan sentilan terkait wacana Prabowo ke Teheran untuk menjadi juru damai.
Hal itu berkaitan dengan sikap Prabowo yang tidak menyampaikan ucapan duka cita apapun terkait kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Muhammadiyah Jatim Semprot Niat Prabowo Jadi Mediator Iran-AS: Buktikan, Jangan Cuma Jargon!
Sentilan Gun Romli
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli mempertanyakan sikap Presiden RI Prabowo Subianto yang tidak menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Supreme Leader yang sudah memimpin Iran selama hampir empat dekade tersebut gugur dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS)-Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.
Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi langsung oleh media Iran, Fars New Agency, pada Minggu (1/3/2026).
Fars News Agency menyebut, "Ali Khamenei telah syahid," dalam sebuah serangan yang menghantam kompleks kediamannya di Teheran saat ia "tengah menjalankan tugasnya," sebagaimana dilansir CNN.
Sementara itu, pantauan Tribunnews.com hingga Selasa (3/3/2026) pagi pukul 10.15 WIB, atau tiga hari setelah Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia, belum ada satu pun ucapan duka cita secara publik yang disampaikan oleh Prabowo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Gun-Romli-sindir-tak-ada-ucapan-duka-cita-dari-Prabowo-untuk-Khamenei.jpg)