Bikin Konten Helm, Petugas Damkar Langsung Dapat Teror, Buntut Brimob Tewaskan Bocah?
Viral Brimob tewaskan bocah di Tual, Maluku, petugas pemadam kebakaran yang membuat konten helm kini mendapatkan teror dari banyak orang
Editor: Nafis Abdulhakim
Ringkasan Berita:
- Kasus Brimob yang menewaskan bocah di Tual, Maluku, viral di media sosial.
- Seorang petugas pemadam kebakaran yang sebelumnya membuat konten helm ikut terseret perhatian publik.
- Kini, ia mengaku mendapatkan teror dari banyak orang.
TRIBUNTRENDS.COM - Kasus anggota Brimob yang menewaskan seorang bocah di Tual terus bergulir dan viral di media sosial. Di tengah sorotan publik terhadap tragedi tersebut, seorang petugas pemadam kebakaran yang juga dikenal sebagai konten kreator dan komika justru ikut terseret arus perhatian. Ia mengaku menerima teror dari banyak orang setelah mengunggah sebuah konten sederhana tentang helm.
Peristiwa yang menjadi pangkal kemarahan publik ini bermula dari kabar bahwa anggota Brimob Batalyon C Pelopor Polda Maluku, Bripda Masias Siahaya, diduga memukul kepala siswa MTsN Maluku Tenggara, Arianto Tawakal (14), hingga meninggal dunia. Kasus tersebut memicu gelombang empati sekaligus amarah warganet, yang kemudian merembet ke berbagai isu terkait kekerasan dan keselamatan.
Terbaru, sorotan publik mengarah pada Khairul Umam, petugas pemadam kebakaran yang aktif membuat konten edukatif sekaligus komedi di media sosial. Ia mengaku mulai mendapat teror dari orang tak dikenal setelah mengunggah video tentang pentingnya penggunaan helm.
Baca juga: Damkar Diteror OTK usai Sentil Brimob Fungsi Helm, Awalnya Suka Konten Ujung-ujungnya Ancaman
Video tersebut diunggah melalui akun Instagram @xkhairulumam dan dengan cepat menjadi viral. Dalam waktu singkat, konten itu disukai sekitar 251 ribu akun dan dibanjiri lebih dari 10.700 komentar. Popularitas video itu kian meningkat setelah Khairul mengungkap bahwa dirinya justru mendapat ancaman tak lama setelah unggahan tersebut ramai diperbincangkan.
Konten yang dibuat Khairul sejatinya berisi pesan sederhana mengenai manfaat helm untuk melindungi kepala. Namun, setelah viral, ia mengaku menerima banyak pesan mencurigakan. Awalnya, Khairul memilih untuk tidak merespons. Akan tetapi, pesan bernada ancaman terus berdatangan, tak hanya melalui pesan pribadi, tetapi juga lewat kolom komentar di Story dan Feed miliknya.
Lebih mengkhawatirkan lagi, teror tersebut disebut Khairul telah menyasar orang-orang terdekatnya. Beberapa pesan bernada intimidatif bahkan ia unggah ulang sebagai bentuk keresahan, di antaranya:
“2 alamat ini ya bang, jangan lupa pake helmnya biar tetap selalu melindungi kepala lu.”
“Sekalian minta doa dan restu ma (dihitamkan) dan (dihitamkan) biar lu selamat.”
“Sehat-sehat ya kak dan jaga diri baik-baik semoga kakak selalu diberikan keselamatan.”
“Aamiin… kalau nggak selamat soalnya takut kakak lewat nggak lebaran.”
“Oh iya helmnya jangan lupa dipakai terus buat ngelindungin kepala.”
Pengakuan Khairul ini menambah panjang daftar dampak sosial dari kasus kekerasan yang terjadi di Tual. Di tengah tuntutan keadilan atas meninggalnya seorang anak, publik kini juga dihadapkan pada persoalan lain: bagaimana kemarahan di media sosial dapat berubah menjadi teror yang mengancam keselamatan individu yang sejatinya tak terlibat langsung dalam kasus tersebut.
Tentang Oknum Brimob Tewaskan Bocah MTsN
Kepolisian Resor (Polres) Tual, Maluku, membeberkan kronologi dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Brimob berinisial Bripda Masias Siahaya terhadap seorang pelajar berinisial AT (14) hingga meninggal dunia.
Kapolres Tual, Whansi Des Asmoro, menjelaskan peristiwa itu bermula saat Bripda MS bersama anggota Brimob Batalyon C Pelopor menggelar patroli cipta kondisi di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Kamis (19/2/2026) dini hari.
Sekitar pukul 02.00 WIT, tim patroli menggunakan kendaraan taktis menyisir kawasan Mangga Dua Langgur.
Sumber: Tribunnews.com
| Kronologi Mantan ART Erin Eks Istri Andre Taulany Diduga Dianiaya, Sebut Diusir Saat Datangi Rumah |
|
|---|
| Mengenang Dusun di Karanganyar yang Dulu Ramai Kini Jadi Lahan Kosong, Lenyap dalam Semalam |
|
|---|
| Sosok Nurlela, Guru yang Jadi Korban Kecelakaan KRL Bekasi, Buat Gerakan Literasi di Sekolah |
|
|---|
| Rekomendasi Destinasi Wisata di Karanganyar Mulai Rp10 Ribuan, Healing Tanpa Bikin Kantong Kering |
|
|---|
| Oknum TNI di Konawe Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Bocah SD Kabur saat Diperiksa |
|
|---|