Breaking News:

Berita Viral

Teror Massal Hantam Pengurus BEM UGM, Tiyo Ardianto Curiga Ada 'Penyusup' di Grup Internal!

Ketua BEM UGM menyebut teror tak hanya menyasar dirinya, tetapi juga lebih dari 40 pengurus BEM UGM serta orang tua pengurus lain

Editor: jonisetiawan
Instagram/@tiyoardianto_
TEROR BEM UGM - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, diteror setelah kritik MBG, curigai ada penyusup di grup internal. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menyebut teror tak hanya menyasar dirinya dan orang tua, tetapi juga lebih dari 40 pengurus BEM UGM serta orang tua pengurus lain
  • BEM UGM memilih tidak menempuh jalur hukum karena ketidakpercayaan pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, diperkuat oleh kasus kekerasan aparat yang baru terjadi
  • BEM UGM menegaskan fokus tetap pada evaluasi dan kritik kebijakan pemerintah

 

TRIBUNTRENDS.COM - Teror yang menimpa Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto tidak berhenti pada dirinya seorang. Tekanan justru semakin meluas dan menyasar lebih dari 40 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), bahkan hingga ke orang tua para pengurus tersebut.

Tiyo mengungkapkan, teror dari nomor tak dikenal itu masih terus berlangsung dan kini telah menjadi isu publik.

BEM UGM pun telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik, serta pihak Universitas Gadjah Mada.

Baca juga: Ketua BEM UGM Sebut Oknum Partai Bisa Raup Rp85 M dari Jatah Makan Anak Sekolah, Pantas MBG Dikritik

Enggan Tempuh Jalur Hukum

Meski banyak dorongan agar teror ini dilaporkan ke aparat penegak hukum, BEM UGM memilih untuk belum mengambil langkah hukum. Sikap tersebut bukan tanpa alasan.

Menurut Tiyo, fokus utama BEM UGM saat ini bukanlah teror itu sendiri, melainkan tetap menyuarakan kritik dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.

"Karena pada dasarnya teror yang terjadi itu tidak berimbas apa-apa kepada kami, kami akan senantiasa melawan, senantiasa akan mengkritik apa yang kami anggap tidak adil dan menindas rakyat," katanya saat ditemui di UII Cik Di Tiro, Minggu (22/2/2026).

Ia bahkan menyebut, teror justru memperkuat solidaritas internal pengurus.

"Justru terima kasih kepada teman-teman yang menyampaikan teror, karena justru persaudaraan diantara teman-teman BEM UGM semakin solid. Karena punya nasib yang sama, yaitu menjadi korban dari teror nomor-nomor yang tidak dikenal," sambungnya.

Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM mendapatkan teror usai kritik pemerintahan Prabowo Subianto.
Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM mendapatkan teror usai kritik pemerintahan Prabowo Subianto. (Instagram/@tiyoardianto_)

Ketidakpercayaan terhadap Kepolisian

Salah satu alasan utama BEM UGM enggan melapor adalah ketidakpercayaan terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Keraguan itu, menurut Tiyo, diperkuat oleh peristiwa kekerasan yang melibatkan aparat.

Ia menyinggung kasus seorang anak di Tual, Maluku, yang meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) usai diduga dianiaya oleh anggota Brimob Polda Maluku.

"Untuk melaporkan ini ke pihak kepolisian, itu juga menjadi satu keraguan bagi kami. Karena baru terjadi kemarin, seorang polisi yang membunuh rakyat Indonesia, membunuh anak bangsa Indonesia. Lalu dengan situasi seperti ini, kita akan minta tolong ke polisi?

Rasanya kemanusiaan kami justru dipertanyakan. Karena teror ini masih sebatas digital, sehingga justru kami tidak mau disibukan dengan itu," terangnya.

Baca juga: Ketua BEM UGM Telanjangi Janji Manis MBG di Podcast Abraham Samad: Bergizi Tidak, Gratis Pun Bukan

Dugaan Penyusupan di Internal BEM

Di tengah teror yang menyasar secara acak, Tiyo justru mencurigai adanya penyusup dari pihak tertentu di dalam kepengurusan BEM UGM.

Ia menjelaskan, struktur BEM UGM terbilang besar, dengan sekitar 600 pengurus aktif dan hampir 1.000 orang jika ditambah relawan kepanitiaan. Namun, teror hanya menyasar sekitar 40 orang.

Halaman 1/2
Tags:
UGMTiyo ArdiantoBEM
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved