Breaking News:

Digaji Rp 600 Ribu, Suhartini Kini Bahagia Diangkat Guru PPPK, Curhat Kesulitan Hidup Sehari-hari

Mengabdi selama 30 tahun menjadi guru honorer, kini Suhartini bahagia diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, dulu digaji Rp 600 ribu, suami kerja di kebun

Tayang:
KOMPAS.COM/ Iwan Bahagia
DIANGKAT PPPK - Mengabdi selama 30 tahun menjadi guru honorer, kini Suhartini bahagia diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, dulu digaji Rp 600 ribu, suami kerja di kebun 

Ringkasan Berita:
  • Suhartini telah mengabdi sebagai guru honorer selama 30 tahun.
  • Kini ia bahagia setelah diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu.
  • Sebelumnya, ia hanya digaji Rp 600 ribu per bulan, sementara suaminya bekerja di kebun.

TRIBUNTRENDS.COM - Setelah tiga dekade mengabdikan diri sebagai guru honorer, kebahagiaan akhirnya menghampiri Suhartini—yang akrab disapa Suhaini warga Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah.

Perempuan berusia 57 tahun itu kini resmi menyandang status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Pelantikan Suhaini berlangsung pada Kamis (5/2/2026) di Lapangan Musara Alun, Takengon.

Hari itu menjadi momen yang tak terlupakan baginya, setelah bertahun-tahun menjalani profesi guru dengan keterbatasan penghasilan dan status yang tak kunjung pasti.

Baca juga: Kisah Suhartini, Mengabdi Jadi Guru 30 Tahun Digaji Rp 600 Ribu di Aceh Tengah, Kini Dilantik PPPK

Dengan mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Suhaini melangkah menuju Masjid Agung Ruhama yang terletak berdampingan dengan Pendopo Bupati Aceh Tengah.

Di sana, bersama sang suami dan kerabat yang datang mendampingi, ia menikmati makan siang sederhana dari bekal yang dibawa dari rumah.

Santap siang tersebut dilakukan di bebalen atau pondok masjid, berbaur dengan keluarga PPPK lain yang juga baru saja dilantik.

Suasana hangat dan penuh syukur terasa di antara para keluarga yang sama-sama menanti kepastian nasib selama bertahun-tahun.

Usai makan, Suhaini tampak bercengkerama dengan keluarga.

Raut wajah bahagia tak bisa ia sembunyikan.

Bagi ibu dua anak ini, pengangkatan sebagai PPPK paruh waktu menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang sebagai guru honorer yang selama ini hanya menerima gaji sekitar Rp 600 ribu per bulan, sementara sang suami menggantungkan hidup dari bekerja di kebun.

Meski status yang diperoleh belum sepenuhnya ideal, bagi Suhaini, pengangkatan ini adalah pengakuan atas pengabdian panjangnya di dunia pendidikan sebuah harapan baru di usia yang tak lagi muda.

Pengalaman puluhan tahun menjadi honorer

Ditemui Kompas.com dalam suasana itu, Suhaini seolah ingin menumpahkan seluruh kisah hidupnya.

Ia langsung menceritakan suka duka selama menjadi tenaga honorer hingga akhirnya dilantik sebagai PPPK.

“Pengalaman saya banyak suka di situ. Saya dulu mengajar di SMP, sudah lima tahun kurang lebih. Terus saya mengajar di SD, SD di Sanehen, SD 16 itu saya yang buka,” sebut Suhaini.

PPPK paruh waktu
PPPK paruh waktu (Google)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
SuhartiniPPPKhonorer
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved