Breaking News:

Ketegangan AS-Jerman Memanas, Trump Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Jerman

Pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik Iran kembali menjadi sorotan internasional.

Tayang:
Youtube/Firstpost
KETEGANGAN AS-JERMAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam sebuah pertemuan kenegaraan, momen yang kembali disorot setelah pernyataan keduanya memicu ketegangan terkait kebijakan perang Iran dan rencana pengurangan pasukan AS di Jerman. 

TRIBUNTRENDS.COM -- Pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik Iran kembali menjadi sorotan internasional. Kali ini, Trump mengungkapkan bahwa Washington tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan militernya yang ditempatkan di Jerman.

Pernyataan tersebut muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Amerika Serikat dalam konflik yang melibatkan Iran. Situasi ini memicu ketegangan baru dalam hubungan antara kedua negara sekutu tersebut.

Trump menilai sikap Jerman tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya terkait perang yang melibatkan Iran. Ia bahkan menyebut bahwa Merz memiliki pandangan yang dianggapnya tidak tepat terkait isu senjata nuklir.

Ketegangan semakin meningkat setelah Merz menyatakan bahwa Iran dinilai mampu “mempermalukan” Washington dalam meja perundingan. Ia juga menyebut bahwa Teheran memiliki kemampuan negosiasi yang lebih baik dibandingkan Amerika Serikat dalam situasi tersebut.

Selain itu, Merz mengkritik langkah Amerika Serikat yang dinilai terlalu gegabah dalam memulai konflik tanpa perencanaan matang terkait jalan keluar. Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Trump.

Menanggapi hal itu, Trump pada Selasa menyebut bahwa Merz “berpikir tidak masalah bagi Iran memiliki senjata nuklir.” Sehari setelahnya, melalui platform media sosial Truth Social, Trump menyampaikan ancaman terkait keberadaan pasukan Amerika Serikat di Jerman.

“Amerika Serikat sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman, dengan keputusan akan diambil dalam waktu dekat,” ujarnya, seperti dikutip AFP pada Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan data Congressional Research Service, jumlah pasukan Amerika Serikat di Jerman pada 2024 tercatat lebih dari 35.000 personel. Sementara itu, sejumlah media Jerman memperkirakan angka tersebut kini mendekati 50.000 personel.

KETEGANGAN AS-JERMAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam sebuah pertemuan kenegaraan, momen yang kembali disorot setelah pernyataan keduanya memicu ketegangan terkait kebijakan perang Iran dan rencana pengurangan pasukan AS di Jerman.
KETEGANGAN AS-JERMAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam sebuah pertemuan kenegaraan, momen yang kembali disorot setelah pernyataan keduanya memicu ketegangan terkait kebijakan perang Iran dan rencana pengurangan pasukan AS di Jerman. (Facebook/The White House)

Selama masa kepemimpinannya, Donald Trump memang beberapa kali mengancam akan mengurangi jumlah pasukan Amerika Serikat di negara-negara sekutu Eropa, termasuk Jerman. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kritiknya terhadap aliansi NATO yang dinilai tidak seimbang dalam pembagian beban pertahanan.

Langkah terbaru ini dinilai sebagai bentuk tekanan terhadap sekutu yang tidak sepenuhnya mendukung kebijakan Amerika Serikat, termasuk dalam konflik yang melibatkan Iran dan keamanan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz.

Baca juga: Donald Trump Klaim Iran Minta AS Buka Selat Hormuz di Tengah Krisis Kepemimpinan

Di sisi lain, Friedrich Merz berusaha meredakan ketegangan yang terjadi. Dalam konferensi pers di Berlin, ia menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan Donald Trump tetap berjalan dengan baik.

“Dari sudut pandang saya, hubungan pribadi antara presiden Amerika dan saya tetap sama baiknya seperti sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, Merz kembali menegaskan bahwa sejak awal ia meragukan langkah Amerika Serikat dalam konflik tersebut. Ia juga menyebut bahwa Jerman dan negara-negara Eropa turut merasakan dampak dari situasi yang terjadi.

Ia menambahkan, “Kami di Jerman dan di Eropa sangat menderita akibat konsekuensinya.”

Ketegangan ini mencerminkan perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan sekutu Eropanya dalam menyikapi konflik global, khususnya yang melibatkan Iran dan stabilitas kawasan Timur Tengah. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor)

Sumber: Tribun Bogor
Tags:
Donald TrumpIranJermanAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved