Politik Viral
Di Mata Purbaya, Programmer Korea di Proyek Coretax Tak Ada Nilainya, Hasil Kerjanya Ecek-ecek
Purbaya kecewa karena di balik proyek besar Coretax bernilai Rp 1,2 triliun. Menkeu kritik hasil kerja Programmer asal Korea Selatan.
Editor: jonisetiawan
Purbaya mengungkap bahwa bagian pekerjaan yang dikerjakan LG menjadi titik paling lemah dan paling lambat diselesaikan.
“Sesuai target awal, yang di depan dan tengah bisa dibereskan. Tapi yang di bawah, yang di LG, enggak bisa.
Ya karena dasarnya memang dari sananya sudah bermasalah,” ujarnya blak-blakan.
Baca juga: Pantas Dicintai Rakyat: Begini Kesederhanaan Purbaya di Balik Kesibukan, Tak Tidur Demi Negara
Rencana Tendang Progammer Asing
Bagi mantan Ketua LPS itu, hal ini bukan sekadar masalah teknis. Ia melihatnya sebagai bentuk ketergantungan berlebihan pada pihak asing, yang justru melemahkan kemampuan bangsa sendiri.
Karena itu, ia berencana mengambil langkah tegas: memutus kontrak kerja sama dengan LG dan memperkuat tim IT dalam negeri.
“Adanya ketergantungan pada pihak asing nanti ke depan akan kita putus.
Apalagi kalau kualitasnya jelek seperti itu. Orang Indonesia punya kemampuan dan kita akan manfaatkan itu dengan serius,” tegasnya.
Meskipun banyak persoalan, Purbaya masih melihat secercah kemajuan.
Menurutnya, jika seluruh source code sistem Coretax akhirnya diserahkan penuh ke pemerintah, maka perbaikan akan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien oleh tenaga lokal.
“Coretax memang belum sempurna, tapi kemajuannya signifikan.
Saya yakin, begitu kodenya dikasih ke kita dan kita bisa ubah sendiri, itu akan cepat diberesin,” ujarnya optimistis.
Di balik nada tegasnya, tersimpan rasa jengkel yang tak bisa disembunyikan: bagaimana mungkin proyek bernilai triliunan rupiah uang rakyat justru menghasilkan sistem yang kacau, dibuat dengan kualitas ala kadarnya dan dikerjakan oleh tenaga yang bahkan tak memenuhi standar profesional global.
Kini publik menunggu apakah langkah tegas Purbaya akan benar-benar diambil, dan apakah pemerintah berani menendang perusahaan raksasa asing dari proyek strategis nasional ini.
Satu hal pasti: kasus Coretax menjadi cermin pahit tentang bagaimana bangsa ini masih sering diperdaya oleh gemerlap nama besar asing dan bagaimana keberanian untuk berkata jujur menjadi langkah pertama menuju kemandirian teknologi yang sesungguhnya.
***
(TribunTrends/Sebagian artikel diolah dari Kompas)
| Pasha Ungu Ingatkan Rival Politik: Kalau Tak Senang Pak Zulhas Sukses, Berkompetisilah dengan Sehat |
|
|---|
| Rudy Masud Harus Tahu! Demonstran Tuntut Penjelasan Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M dan Rumah Jabatan 25 M |
|
|---|
| Anggota DPR Deddy Sitorus Kritik Birokrasi Indonesia, Urus KTP Hilang Ribet: Pemborosan Luar Biasa |
|
|---|
| Demo 21 April di Kantor Gubernur Kaltim, Sindir Pasang Kawat Berduri, Rudy Masud Siap Terima Tamu |
|
|---|
| Kirim Surat Terbuka, Anak Buah Purbaya Minta Prabowo & Gibran Mundur, soal Skandal dan Pelanggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Menteri-Keuangan-Purbaya-kecewa-karena-di-balik-proyek-besar-Coretax.jpg)