Breaking News:

Selebrita

Alasan Pilu Aurelie Moeremans Mengapa Baru Sekarang Berani Bicara Soal Grooming Lewat Broken Strings

Terungkap sudah mengapa Aurelie baru berani speak up tentang grooming lewat buku Broken Strings, singgung pola pikir masyarakat.

Tayang:
Editor: jonisetiawan
Instagram/@aurelie
BUKU BROKEN STRINGS - Melalui Broken Strings, Aurelie bersyukur karena masyarakat Indonesia kini lebih sadar soal grooming, relasi kuasa, dan menunjukkan empati, berbeda dengan masa lalu ketika suara korban kerap disalahkan atau diabaikan. 

Di dalamnya, ia mengisahkan bagaimana relasi yang timpang, manipulasi emosional, serta tekanan sosial dapat membungkam korban dalam waktu yang sangat lama.

Melalui narasi tersebut, Aurelie ingin menunjukkan bahwa trauma tidak muncul begitu saja, melainkan tumbuh dari situasi yang kompleks dan sering kali tak terlihat oleh orang luar.

Baca juga: Roby Tremonti Manfaatkan Isu Trauma Aurelie Moeremans Demi Cuan, Buka Jasa Endorse: Langsung DM Aja

Syukur di Tengah Jalan yang Panjang

Aurelie menyadari bahwa perubahan tidak datang secara instan. Jalan menuju kesadaran kolektif masih panjang dan penuh tantangan.

Namun, ia tetap mensyukuri kenyataan bahwa kini ia hidup di masa ketika cerita seperti miliknya akhirnya mendapat ruang.

“Walaupun jalannya panjang, dan datangnya tidak cepat, aku tetap bersyukur bisa hidup di masa di mana cerita seperti ini akhirnya didengar dengan lebih utuh,” ungkapnya.

Rasa Aman untuk Bersuara sebagai Tanda Kemajuan

Lebih dari sekadar pengakuan, Aurelie menegaskan bahwa rasa aman untuk berbicara adalah indikator penting dari kemajuan sebuah masyarakat.

Menurutnya, ketika seseorang mulai merasa didukung untuk bersuara, itu berarti ada langkah ke arah yang benar.

“Kalau hari ini kamu merasa sedikit lebih aman untuk bersuara, berarti kita sedang berjalan ke arah yang benar,” kata Aurelie.

Baca juga: Aurelie Moeremans Menangis Tahu PDF Broken Strings Dijual Oknum: Buku Ini Aku Kasih Gratis!

Harapan untuk Para Penyintas Lain

Melalui Broken Strings, Aurelie berharap semakin banyak korban grooming dan kekerasan dalam relasi kuasa berani menyuarakan pengalaman mereka.

Ia ingin para penyintas mendapat dukungan dan empati, bukan penghakiman.

Atas dasar itulah, Aurelie memilih untuk menggratiskan buku Broken Strings, agar kisah dan pesan pemulihan di dalamnya dapat diakses oleh siapa pun tanpa hambatan.

Baginya, berbagi cerita bukan tentang membuka luka lama, melainkan tentang membuka jalan agar luka serupa tak lagi terulang.

***

(TribunTrends/Sebagian artikel diolah dari Kompas)

Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook

Halaman 2/2
Tags:
Aurelie Moeremanschild groomingBroken Strings
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved