Takutnya dia enggak mau ngasih pikiran saya gitu, pas udah saya ngomong, ‘Dek, pinjamin ini bapak uang Rp 750.000 buat bayar motor’,” ucapnya lirih.
“(Affan bilang) ‘Ya udah mana rekeningnya?’ Dia langsung enggak ada ngomong lagi,” imbuhnya.
Kini, kepergian Affan meninggalkan ruang kosong yang dalam di hati keluarganya.
Bukan hanya karena ia adalah tulang punggung ekonomi, tapi karena hatinya yang besar dan penuh kasih.
Zulkifli tak bisa menahan tangis ketika jenazah putranya dimakamkan di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Setiap sekop tanah yang menutupi liang lahat seperti mengikis kekuatan yang tersisa dalam dirinya.
“Saya cuma minta keadilan aja,” pungkas Zulkifli sebelum menyolatkan jenazah putranya.
(TribunTrends.com/ WartaKotalive.com/ Disempurnakan dengan bantuan AI)